Selamat Datang Di Blog Safarila
Dalam blog ini dimuat mengenai info-info pendidikan, dan lain sebagainya
safarila.blogspot.com
WELCOME TO MY BLOG
SAFARILA.BLOGSPOT.COM
` Education
` Entertainment
- Tourism
` Culinary
` Knowledge of other General
KUMPULAN MAKALAH SAFARILA
Total Tayangan Halaman
Arsip Safarila
Lee Min Ho, dkk
Boys Before Flowers
Rabu, 28 April 2010
Selasa, 12 Januari 2010
SISTEM INFORMASI INDUSTRI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dunia konstruksi merupakan salah satu sektor perekonomian yang sangat penting dalam suatu negara. Industri konstruksi merupakan aktivitas-aktivitas dan penghasilan produk yang terkait dengan pembangunan properti. Dunia konstruksi merupakan aktivitas berkesinambungan yang melibatkan perencanaan pembangunan, pengawasan pembangunan, manajemen konstruksi, konstruksi bangunan dan infrastruktur untuk berbagai fungsi seperti perumahan, perdagangan, perindustrian dan transportasi.
Berbagai jenis data dan informasi merupakan elemen terpenting dalam suatu proyek konstruksi. Data dan informasi yang digunakan merangkumi tingkatan perencanaan, konstruksi dan pengelolaan atau manajemen. Hasil dari kemajuan teknologi dalam bidang informasi, aplikasi sistem informasi geografi telah dicipta dan dimanfaatkan secara luas dengan kemampuan dalam menyimpan, menganalisis, mengolah dan menampilkan informasi ruang/spatial dan atribut dengan mudah, cepat dan efektif.
Makalah ini membicarakan prospek dan potensi aplikasi Teknonolgi Informasi/Sistem Informasi Geografi dalam dunia konstruksi. Ia menjelaskan fungsi teknologi informasi pada industri konstruksi, manajemen data dan penggunaan yang terkait dengan proses pembangunan dan konstruksi serta trend perkembangan teknologi informasi masa depan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Industri konstruksi merupakan salah satu sektor ekonomi yang sangat penting bagi suatu negara. Ia merangkumi pelaksanaan beberapa aktivitas dan penghasilan produk-produk konstruksi tertentu yang biasannya terkait dengan pembangunan properti. Dari sudut aktivitas, ia melibatkan pekerjaan perencanaan, desain, pelaksanaan, perbaikan, pemakaian, renovasi atau memusnah. Dari segi produk, industri konstruksi menghasilkan fisik bangunan, lapangan udara, pelabuhan, jalan raya, jembatan, rel keretapi, terowong, eksplorasi tanah, sistem drainase dan sebagainya (Ofori, 1990).
Konstruksi merupakan kegiatan yang berkesinambungan dalam pembangunan properti dan infrastruktur. Mereka yang terlibat dalam industri ini memainkan peranan penting dalam mencorakkan lingkungan kota dan wilayah melalui konstruksi kawasan perumahan, fasilitas komersil dan perdagangan, jalan raya, sistem drainase dan pembangunan lainnya searah dengan kebutuhan pemerintahan daerah.
Aktivitas-aktivitas konstruksi mempunyai empat tingkatan utama yaitu:
a. tahap konsep, yang mana pihak klien memastikan keinginan dan menjelaskan kepada konsultan yang akan mengkaji keperluannya, membuat rencana dan melakukan kajian kelayakan pembangunan,
b. tahap desain, yang melibatkan perbaikan konsep, penyiapan gambar dan informasi serta menyediakan dokumen kontrak;
c. tahap konstruksi struktur bangunan, yang mana program konstruksi disiapkan dan konstruksi lapangan dilaksanakan; dan
d. tahapan operasional, yang mana merupakan aktivitas pemakaian, perbaikan atau pemeliharaan terhadap bangunan yang telah siap dibangun secara berkelanjutan (Ofori, 1990).
Sejak seabad yang lalu, Sistem Informasi Geografis, atau ringkasnya lebih dikenali dengan GIS, sudah berupaya meyakinkan banyak organisasi sektor pemerintahan dan swasta dalam membantu meningkatkan mutu pekerjaan operasional harian pekerjaan mereka. Teknologi informasi geografis adalah teknologi yang senantiasa berkembang mengikuti perkembangan waktu, khusus direkabentuk untuk menyimpan, menyusun, memanipulasi, menganalisis, permodelan dan menampilkan informasi dalam bentuk data ruang dan atribut (Aronoff, S, 1989, dan Yaakup, 2001).
Disebabkan kemampuan ini, teknologi informasi geografis telah menjadi satu bentuk sistem informasi yang telah diterima secara luas dalam berbagai bidang pekerjaan untuk menangani dan memproses data yang mempunyai rujukan geografis dengan cepat dan dengan akurasi yang tinggi. Perubahan yang pesat dalam teknologi komputer telah memungkinkan suatu pekerjaan yang sulit dilaksanakan masa lalu menjadi mudah pada zaman sekarang ini (Zulherman, 2002).
Bagi industri konstruksi, kelancaran suatu proyek pembangunan antara lain bergantung kepada informasi yang lengkap sejak dari tahap awal pelaksanaannya. Ia melibatkan informasi yang diperoleh dari berbagai tahapan pekerjaan semenjak dari perencanaan pembangunan sampai tahapan konstruksi di lokasi proyek serta pemanfaatan
hasil pekerjaan konstruksi yang telah dilakukan.
Dalam industri konstruksi, salah satu kemampuan utama teknologi sistem informasi geografis adalah menampilkan peta/gambar konstruksi sekaligus bersama informasi atribut-atributnya. Teknologi ini termasuk kemampuannya menunjukkan ciri-ciri terkait dengan lokasi sebenar (geografi) di atas gambar, menentukan nilai, status IMB, fungsi bangunan, material bangunan, jenis pembangunan dan lain-lain.
Kemampuannya memperbesar dan mengecilkan gambar menunjukkan keberbagaian perincian yang dapat ditampilkan dan dicetak di atas hard copy (Klosterman, R.E., 2001). Makalah ini membicarakan potensi penggunaan teknologi GIS dalam industri konstruksi dengan memfokuskan kepada prospek dan penggunaannya. Pembicaraan ini merangkumi fungsi GIS dalam industri konstruksi, pembentukan pangkalan data yang berhubungan dengan industri konstruksi dan penggunaan GIS masa kini dan trend masa depan.
2.2. Teknologi GIS Dalam Industri Konstruksi
Aplikasi teknologi GIS dalam industri konstruksi dapat dibagikan dalam dua jenis informasi iaitu:
a. informasi yang berkait dengan perencanaan pembangunan pada lokasi pembangunan proyek yang diperlukan pada tahap kajian awal, persiapan rencana dan desain. Informasi ini diperlukan ketika membuat permohonan dan untuk mendapatkan izin dari Pemerintah Daerah (PEMDA). Penggunaan GIS di bagian ini biasanya dilakukan oleh pihak PEMDA itu sendiri. Data-data tersebut adalah seperti penzoningan kawasan, guna tanah yang direncanakan, komponen pembangunan atau komponen bangunan, utilitas, status tanah, status pemilik dan segala persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.
b. informasi yang terkait dengan tahap perencanaan proyek dan operasional lahan seperti jadwal kerja, pengelolaan dokumen, bahan bangunan dan dana proyek. Penggunaan teknologi GIS pada bagian ini adalah khusus pada managemen proyek konstruksi yang mempersiapkan proyek dari mula hingga akhir pekerjaan konstruksi.
2.3. GIS Dalam Managemen Tapak Proyek Industri
Dalam pengelolaan proyek konstruksi, transfer informasi dan hubungan kerja yang tepat dan cepat sangatlah diutamakan yang merangkumi setiap aktivitas dan fase konstruksi. Setiap aktivitas mempunyai kaitan dengan jadual kerja dan biaya konstruksi. Sekiranya informasi mengenai suatu elemen bangunan, misalnya material atau ukuran yang tidak jelas atau tidak didapati maka penjelasan dan penyelesaian dari pihak konsultan diperlukan dalam waktu yang cepat.
Apabila tanggapan dari pihak konsultan terlambat diterima, maka akan menyebabkan pekerjaan konstruksi tertunda manakala pihak kontraktor terpaksa menanggung kerugian terhadap biaya pekerja dan peralatan yang digunakan dalam konstruksi. Hubungan antara kontraktor dengan konsultan adalah kontiniu karena konsultan bertindak sebagai pengawas yang mengawasi setiap tahapan pekerjaan dan memastikan penggunaan material bangunan sesuai dokumen spesifikasi teknis. Konsultan juga memeriksa semua pekerjaan yang telah disiapkan dan menghitung kuantiti pekerjaan untuk pembayaran upah kepada pihak kontraktor.
Kepakaran pelaksanaan proyek merupakan tugas yang sangat penting dalam menentukan proyek dapat disiapkan
tepat waktu dan sesuai anggaran biaya yang telah ditetapkan. Sistem penjadualan yang efisien terdiri dari penyediaan bahan dan komponen bangunan, koordinasi aktivitas pekerjaan setiap bidang, hubungan dengan supplier bahan bangunan serta pengelolaan dana, membutuhkan banyak perhatian sesuai tahap kemajuan pekerjaan. Semua proses managemen konstruksi memerlukan dukungan pengelolaan informasi yang efektif.
Pembangunan sistem informasi adalah untuk mencapai tujuan efisiensi dan ekonomis supaya terhindar dari gangguan dan keterlambatan dalam pelaksanaan, pembaziran dana, dan sebagainya. Penggunaan teknologi GIS dalam pengelolaan konstruksi dapat membantu managemen proyek melihat kemajuan proyek melalui pangkalan data dengan menampilkan informasi gambar dan atribut secara bersamaan.
Teknologi informasi ini dapat melakukan pertanyaan (query), pencarian (search) dan perbaikan yang dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Untuk pengaplikasian GIS dalam proyek konstruksi bangunan, maka perlu dibangunkan pangkalan data GIS terlebih
dahlulu. Pembangunan pangkalan data GIS dilakukan seperti membagikan setiap lantai bangunan menjadi beberapa sektor ruang, setiap lantai diwakili sebagai lapisan (layer) dan setiap komponen bangunan seperti tiang, balok, pondasi, bukaan dan seterusnya disimpan dalam pangkalan data dengan atribut yang menjelaskan setiap komponen yang terkait seperti tanggal dimulai pekerjaan, tanggal diperkirakan selesai, jenis bahan yang digunakan, ukuran atau posisi dan sebagainya (Moore, 1998).
Dalam prosedur request for information (RFI), pihak kontraktor akan mengemukakan masalah yang dihadapi mengenai suatu elemen bangunan kepada pengawas proyek untuk mendapat kepastian. Melalui sistem teknologi GIS pihak pengawas akan mendapatkan lansung elemen tersebut dari pangkalan data dan memindahkan informasi tersebut kepada pihak konsultan arsitek dengan secepatnya. Setiap elemen yang mempunyai RFI bisa dilihat lokasinya langsung pada gambar bangunan.
Lokasi strategis untuk crane pengangkut material bangunan juga dapat dilakukan dengan menggunakan perintah (command) buffer dari beberapa posisi lahan yang direncanakan. Selain itu, teknologi GIS juga dapat membantu pihak managemen memantau kualitas pekerjaan pembangunan konstruksi bangunan dengan mengambil gambar foto atau rekaman video setiap tahap pekerjaan konstruksi
kemudian dapat disimpan dalam pangkalan data GIS yang dihubungkan dengan elemen atau ruang yang berkenaan.
Pada saat rapat kemajuan proyek, gambar foto atau video tersebut dapat tampilkan melalui kemampuan Hotlink yang terdapat pada software GIS yang digunakan. GIS juga dapat melakukan analisis apabila terjadinya keterlambatan pekerjaan dan menampilkan bagian bangunan yang efisien ataupun yang tidak efisien dan menghubungkannya dengan biaya yang telah digunakan. Selain itu GIS juga mamapu menganalisis dampak biaya pembangunan apabila terjadi keterlambatan pekerjaan dan dapat mengetahui mengapa hal tersebut terjadi. Keberhasilan dalam pekerjaan konstruksi bangunan bermakna tercapainya tujuan pembangunan fisik bangunan sesuai dengan anggaran biaya yang tersedia serta selesai dalam jangkawaktu yang telah ditetapkan.
2.4. Trend Teknologi GIS Dalam Industri Konstruksi Masa Depan
Kemajuan teknologi informasi telah memberi peluang yang sangat luas bagi aplikasi GIS dapat digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan. Satu dari trend penggunaan GIS dalam industri konstruksi adalah melalui penggunaan informasi melalui alam maya – Internet. Penggunaan teknologi GIS dalam industri konstruksi diperkirakan memberi manfaat yang besar sehingga informasi dapat ditampilkan dan diperoleh dengan berbagai cara. Melalui aplikasi Web GIS, informasi mengenai konstruksi dapat digunakan secara bersamaan oleh beberapa pihak seperti managemen proyek, kontraktor, developer, konsultan arsitek, pihak pemerintahan dan masyarakat melalui Internet yang kini merupakan cara berkomunikasi dan kerjasama yang sangat efektif.
Internet merupakan koleksi rangkaian komputer seluruh dunia yang memberi kesempatan untuk mendapatkan dan memakai bersama informasi di alam maya. World Wide Web (WWW) adalah satu proyek untuk mendapatkan informasi dari berbagai rangkaian komputer melalui Internet. World Wide Web juga dapat menyalurkan informasi berbentuk multimedia seperti gambar, peta, desain dan grafik dengan sangat mudah seperti mengirim teks. Internet saat ini menjadi pilihan untuk mengadakan transaksi seperti perdagangan elektronik, pendidikan elektronik, administrasi elektronik dan sebagainya. Teknologi GIS juga dapat digunakan melalui Internet dengan adanya Internet Mapping System (IMS). Informasi ruang dan atribut bisa dapat dengan mudah, cepat, efisien dan murah melalui browser yang bisa didapati secara gratis. Fungsi dasar seperti zoom-in (dekat), zoom-out (jauh), pan, hyperlink, mencapai informasi (query) bisa dilakukan dengan mudah (Yaakup, 2001).
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Proses pembangunan dan tahapan pelaksanaan pada industri konstruksi sangat tergantung pada berbagai jenis informasi yang didapatkan dari pihak pemerintahan, masyarakat ataupun perusahaan swasta. Pemprosesan dan pengelolaan informasi menggunakan teknologi GIS telah terbukti memberi kelebihan yang sangat luar biasa terhadap setiap pihak yang terkait dalam industri ini dibandingkan dengan pengendalian informasi secara tradisional.
Penggunaan teknologi GIS dapat menghasilkan pekerjaan yang teratur, efektif dan menghematkan biaya. Seiring dengan perkembangan teknologi dibidang informasi yang begitu pesat, penggunaan GIS diperkirakan menjadi lebih mudah, murah dan dapat memproses informasi dengan cepat. Informasi juga dengan mudah dipakai bersama oleh beberapa pihak terutama melalui Web GIS yang mampu melaksanakan fungsi-fungsi GIS seperti yang terdapat pada software GIS yang beredar di pasaran.
Pengalaman dan aplikasi GIS dalam industri konstruksi dunia telah menjadi satu cambuk dan tantangan tersendiri bagi indutri konstruksi Indonesia dan Sumatera Barat khususnya. Sudah saatnya industri konstruksi kita dapat lebih membuka mata untuk bergerak lebih maju meninggalkan cara konvensional bagi kompetisi yang lebih tajam pada masa depan terutamanya tantangan dunia global.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.fab.utm.my/download/ConferenceSemiar/ICCI2006S3PP04.pdf
Aronoff, S. (1989). Geographical Information Systems: A Management Perspective. Pp. 39. Ottawa : WDL Publications.
Klosterman, R.E. (2001). The What If? Planning Support System. In Brail R.K. and Klosterman R.E. (eds.), Planning Support Systems. Pp. 263. Redlands, California: ESRI Press.
Moore, J. Patrick (1998). Building A Baseball Stadium Using GIS. Integral GIS Inc., Seattle, Washington.
Ofori, George (1990). The Construction Industry, Aspects of its Economic and Management. Pp. 20. Singapore: Singapore University Press.
Yaakup A.B, Zulherman, Mohd. Nuruddin Abdul Kadir, and Nuha Musa (2001). “GIS For Geohazard Assessment In Monitoring Urban Development In Klang Valley Region Malaysia.” Makalah yang dipresentasikan pada ‘CUPUM2001’ di Hawaii.
Yaakup, A., Jama’an, J., Abu Bakar, Y. and Sulaiman, S. (2001). Web-based GIS for Public Participation in Urban Planning and Management; Case Study: Klang Valley Region. Proceeding of Asia GIS 2001, Tokyo, Japan
Yaakup, A.B., Johar, F. and Yusof, I.M. (1997). Development Control System and GIS for Local Authority in Malaysia: A Case at Kuala Lumpur City Hall. Proceeding of the 5th International Conference in Computers in Urban Planning and Urban Management, Bombay, India
Zulherman. (2002). Analysis Of Flood Zone Using Geographic Information System- GIS, MSc. Thesis. Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Built Environment, Universiti Teknologi Malaysia.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dunia konstruksi merupakan salah satu sektor perekonomian yang sangat penting dalam suatu negara. Industri konstruksi merupakan aktivitas-aktivitas dan penghasilan produk yang terkait dengan pembangunan properti. Dunia konstruksi merupakan aktivitas berkesinambungan yang melibatkan perencanaan pembangunan, pengawasan pembangunan, manajemen konstruksi, konstruksi bangunan dan infrastruktur untuk berbagai fungsi seperti perumahan, perdagangan, perindustrian dan transportasi.
Berbagai jenis data dan informasi merupakan elemen terpenting dalam suatu proyek konstruksi. Data dan informasi yang digunakan merangkumi tingkatan perencanaan, konstruksi dan pengelolaan atau manajemen. Hasil dari kemajuan teknologi dalam bidang informasi, aplikasi sistem informasi geografi telah dicipta dan dimanfaatkan secara luas dengan kemampuan dalam menyimpan, menganalisis, mengolah dan menampilkan informasi ruang/spatial dan atribut dengan mudah, cepat dan efektif.
Makalah ini membicarakan prospek dan potensi aplikasi Teknonolgi Informasi/Sistem Informasi Geografi dalam dunia konstruksi. Ia menjelaskan fungsi teknologi informasi pada industri konstruksi, manajemen data dan penggunaan yang terkait dengan proses pembangunan dan konstruksi serta trend perkembangan teknologi informasi masa depan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Industri konstruksi merupakan salah satu sektor ekonomi yang sangat penting bagi suatu negara. Ia merangkumi pelaksanaan beberapa aktivitas dan penghasilan produk-produk konstruksi tertentu yang biasannya terkait dengan pembangunan properti. Dari sudut aktivitas, ia melibatkan pekerjaan perencanaan, desain, pelaksanaan, perbaikan, pemakaian, renovasi atau memusnah. Dari segi produk, industri konstruksi menghasilkan fisik bangunan, lapangan udara, pelabuhan, jalan raya, jembatan, rel keretapi, terowong, eksplorasi tanah, sistem drainase dan sebagainya (Ofori, 1990).
Konstruksi merupakan kegiatan yang berkesinambungan dalam pembangunan properti dan infrastruktur. Mereka yang terlibat dalam industri ini memainkan peranan penting dalam mencorakkan lingkungan kota dan wilayah melalui konstruksi kawasan perumahan, fasilitas komersil dan perdagangan, jalan raya, sistem drainase dan pembangunan lainnya searah dengan kebutuhan pemerintahan daerah.
Aktivitas-aktivitas konstruksi mempunyai empat tingkatan utama yaitu:
a. tahap konsep, yang mana pihak klien memastikan keinginan dan menjelaskan kepada konsultan yang akan mengkaji keperluannya, membuat rencana dan melakukan kajian kelayakan pembangunan,
b. tahap desain, yang melibatkan perbaikan konsep, penyiapan gambar dan informasi serta menyediakan dokumen kontrak;
c. tahap konstruksi struktur bangunan, yang mana program konstruksi disiapkan dan konstruksi lapangan dilaksanakan; dan
d. tahapan operasional, yang mana merupakan aktivitas pemakaian, perbaikan atau pemeliharaan terhadap bangunan yang telah siap dibangun secara berkelanjutan (Ofori, 1990).
Sejak seabad yang lalu, Sistem Informasi Geografis, atau ringkasnya lebih dikenali dengan GIS, sudah berupaya meyakinkan banyak organisasi sektor pemerintahan dan swasta dalam membantu meningkatkan mutu pekerjaan operasional harian pekerjaan mereka. Teknologi informasi geografis adalah teknologi yang senantiasa berkembang mengikuti perkembangan waktu, khusus direkabentuk untuk menyimpan, menyusun, memanipulasi, menganalisis, permodelan dan menampilkan informasi dalam bentuk data ruang dan atribut (Aronoff, S, 1989, dan Yaakup, 2001).
Disebabkan kemampuan ini, teknologi informasi geografis telah menjadi satu bentuk sistem informasi yang telah diterima secara luas dalam berbagai bidang pekerjaan untuk menangani dan memproses data yang mempunyai rujukan geografis dengan cepat dan dengan akurasi yang tinggi. Perubahan yang pesat dalam teknologi komputer telah memungkinkan suatu pekerjaan yang sulit dilaksanakan masa lalu menjadi mudah pada zaman sekarang ini (Zulherman, 2002).
Bagi industri konstruksi, kelancaran suatu proyek pembangunan antara lain bergantung kepada informasi yang lengkap sejak dari tahap awal pelaksanaannya. Ia melibatkan informasi yang diperoleh dari berbagai tahapan pekerjaan semenjak dari perencanaan pembangunan sampai tahapan konstruksi di lokasi proyek serta pemanfaatan
hasil pekerjaan konstruksi yang telah dilakukan.
Dalam industri konstruksi, salah satu kemampuan utama teknologi sistem informasi geografis adalah menampilkan peta/gambar konstruksi sekaligus bersama informasi atribut-atributnya. Teknologi ini termasuk kemampuannya menunjukkan ciri-ciri terkait dengan lokasi sebenar (geografi) di atas gambar, menentukan nilai, status IMB, fungsi bangunan, material bangunan, jenis pembangunan dan lain-lain.
Kemampuannya memperbesar dan mengecilkan gambar menunjukkan keberbagaian perincian yang dapat ditampilkan dan dicetak di atas hard copy (Klosterman, R.E., 2001). Makalah ini membicarakan potensi penggunaan teknologi GIS dalam industri konstruksi dengan memfokuskan kepada prospek dan penggunaannya. Pembicaraan ini merangkumi fungsi GIS dalam industri konstruksi, pembentukan pangkalan data yang berhubungan dengan industri konstruksi dan penggunaan GIS masa kini dan trend masa depan.
2.2. Teknologi GIS Dalam Industri Konstruksi
Aplikasi teknologi GIS dalam industri konstruksi dapat dibagikan dalam dua jenis informasi iaitu:
a. informasi yang berkait dengan perencanaan pembangunan pada lokasi pembangunan proyek yang diperlukan pada tahap kajian awal, persiapan rencana dan desain. Informasi ini diperlukan ketika membuat permohonan dan untuk mendapatkan izin dari Pemerintah Daerah (PEMDA). Penggunaan GIS di bagian ini biasanya dilakukan oleh pihak PEMDA itu sendiri. Data-data tersebut adalah seperti penzoningan kawasan, guna tanah yang direncanakan, komponen pembangunan atau komponen bangunan, utilitas, status tanah, status pemilik dan segala persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.
b. informasi yang terkait dengan tahap perencanaan proyek dan operasional lahan seperti jadwal kerja, pengelolaan dokumen, bahan bangunan dan dana proyek. Penggunaan teknologi GIS pada bagian ini adalah khusus pada managemen proyek konstruksi yang mempersiapkan proyek dari mula hingga akhir pekerjaan konstruksi.
2.3. GIS Dalam Managemen Tapak Proyek Industri
Dalam pengelolaan proyek konstruksi, transfer informasi dan hubungan kerja yang tepat dan cepat sangatlah diutamakan yang merangkumi setiap aktivitas dan fase konstruksi. Setiap aktivitas mempunyai kaitan dengan jadual kerja dan biaya konstruksi. Sekiranya informasi mengenai suatu elemen bangunan, misalnya material atau ukuran yang tidak jelas atau tidak didapati maka penjelasan dan penyelesaian dari pihak konsultan diperlukan dalam waktu yang cepat.
Apabila tanggapan dari pihak konsultan terlambat diterima, maka akan menyebabkan pekerjaan konstruksi tertunda manakala pihak kontraktor terpaksa menanggung kerugian terhadap biaya pekerja dan peralatan yang digunakan dalam konstruksi. Hubungan antara kontraktor dengan konsultan adalah kontiniu karena konsultan bertindak sebagai pengawas yang mengawasi setiap tahapan pekerjaan dan memastikan penggunaan material bangunan sesuai dokumen spesifikasi teknis. Konsultan juga memeriksa semua pekerjaan yang telah disiapkan dan menghitung kuantiti pekerjaan untuk pembayaran upah kepada pihak kontraktor.
Kepakaran pelaksanaan proyek merupakan tugas yang sangat penting dalam menentukan proyek dapat disiapkan
tepat waktu dan sesuai anggaran biaya yang telah ditetapkan. Sistem penjadualan yang efisien terdiri dari penyediaan bahan dan komponen bangunan, koordinasi aktivitas pekerjaan setiap bidang, hubungan dengan supplier bahan bangunan serta pengelolaan dana, membutuhkan banyak perhatian sesuai tahap kemajuan pekerjaan. Semua proses managemen konstruksi memerlukan dukungan pengelolaan informasi yang efektif.
Pembangunan sistem informasi adalah untuk mencapai tujuan efisiensi dan ekonomis supaya terhindar dari gangguan dan keterlambatan dalam pelaksanaan, pembaziran dana, dan sebagainya. Penggunaan teknologi GIS dalam pengelolaan konstruksi dapat membantu managemen proyek melihat kemajuan proyek melalui pangkalan data dengan menampilkan informasi gambar dan atribut secara bersamaan.
Teknologi informasi ini dapat melakukan pertanyaan (query), pencarian (search) dan perbaikan yang dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Untuk pengaplikasian GIS dalam proyek konstruksi bangunan, maka perlu dibangunkan pangkalan data GIS terlebih
dahlulu. Pembangunan pangkalan data GIS dilakukan seperti membagikan setiap lantai bangunan menjadi beberapa sektor ruang, setiap lantai diwakili sebagai lapisan (layer) dan setiap komponen bangunan seperti tiang, balok, pondasi, bukaan dan seterusnya disimpan dalam pangkalan data dengan atribut yang menjelaskan setiap komponen yang terkait seperti tanggal dimulai pekerjaan, tanggal diperkirakan selesai, jenis bahan yang digunakan, ukuran atau posisi dan sebagainya (Moore, 1998).
Dalam prosedur request for information (RFI), pihak kontraktor akan mengemukakan masalah yang dihadapi mengenai suatu elemen bangunan kepada pengawas proyek untuk mendapat kepastian. Melalui sistem teknologi GIS pihak pengawas akan mendapatkan lansung elemen tersebut dari pangkalan data dan memindahkan informasi tersebut kepada pihak konsultan arsitek dengan secepatnya. Setiap elemen yang mempunyai RFI bisa dilihat lokasinya langsung pada gambar bangunan.
Lokasi strategis untuk crane pengangkut material bangunan juga dapat dilakukan dengan menggunakan perintah (command) buffer dari beberapa posisi lahan yang direncanakan. Selain itu, teknologi GIS juga dapat membantu pihak managemen memantau kualitas pekerjaan pembangunan konstruksi bangunan dengan mengambil gambar foto atau rekaman video setiap tahap pekerjaan konstruksi
kemudian dapat disimpan dalam pangkalan data GIS yang dihubungkan dengan elemen atau ruang yang berkenaan.
Pada saat rapat kemajuan proyek, gambar foto atau video tersebut dapat tampilkan melalui kemampuan Hotlink yang terdapat pada software GIS yang digunakan. GIS juga dapat melakukan analisis apabila terjadinya keterlambatan pekerjaan dan menampilkan bagian bangunan yang efisien ataupun yang tidak efisien dan menghubungkannya dengan biaya yang telah digunakan. Selain itu GIS juga mamapu menganalisis dampak biaya pembangunan apabila terjadi keterlambatan pekerjaan dan dapat mengetahui mengapa hal tersebut terjadi. Keberhasilan dalam pekerjaan konstruksi bangunan bermakna tercapainya tujuan pembangunan fisik bangunan sesuai dengan anggaran biaya yang tersedia serta selesai dalam jangkawaktu yang telah ditetapkan.
2.4. Trend Teknologi GIS Dalam Industri Konstruksi Masa Depan
Kemajuan teknologi informasi telah memberi peluang yang sangat luas bagi aplikasi GIS dapat digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan. Satu dari trend penggunaan GIS dalam industri konstruksi adalah melalui penggunaan informasi melalui alam maya – Internet. Penggunaan teknologi GIS dalam industri konstruksi diperkirakan memberi manfaat yang besar sehingga informasi dapat ditampilkan dan diperoleh dengan berbagai cara. Melalui aplikasi Web GIS, informasi mengenai konstruksi dapat digunakan secara bersamaan oleh beberapa pihak seperti managemen proyek, kontraktor, developer, konsultan arsitek, pihak pemerintahan dan masyarakat melalui Internet yang kini merupakan cara berkomunikasi dan kerjasama yang sangat efektif.
Internet merupakan koleksi rangkaian komputer seluruh dunia yang memberi kesempatan untuk mendapatkan dan memakai bersama informasi di alam maya. World Wide Web (WWW) adalah satu proyek untuk mendapatkan informasi dari berbagai rangkaian komputer melalui Internet. World Wide Web juga dapat menyalurkan informasi berbentuk multimedia seperti gambar, peta, desain dan grafik dengan sangat mudah seperti mengirim teks. Internet saat ini menjadi pilihan untuk mengadakan transaksi seperti perdagangan elektronik, pendidikan elektronik, administrasi elektronik dan sebagainya. Teknologi GIS juga dapat digunakan melalui Internet dengan adanya Internet Mapping System (IMS). Informasi ruang dan atribut bisa dapat dengan mudah, cepat, efisien dan murah melalui browser yang bisa didapati secara gratis. Fungsi dasar seperti zoom-in (dekat), zoom-out (jauh), pan, hyperlink, mencapai informasi (query) bisa dilakukan dengan mudah (Yaakup, 2001).
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Proses pembangunan dan tahapan pelaksanaan pada industri konstruksi sangat tergantung pada berbagai jenis informasi yang didapatkan dari pihak pemerintahan, masyarakat ataupun perusahaan swasta. Pemprosesan dan pengelolaan informasi menggunakan teknologi GIS telah terbukti memberi kelebihan yang sangat luar biasa terhadap setiap pihak yang terkait dalam industri ini dibandingkan dengan pengendalian informasi secara tradisional.
Penggunaan teknologi GIS dapat menghasilkan pekerjaan yang teratur, efektif dan menghematkan biaya. Seiring dengan perkembangan teknologi dibidang informasi yang begitu pesat, penggunaan GIS diperkirakan menjadi lebih mudah, murah dan dapat memproses informasi dengan cepat. Informasi juga dengan mudah dipakai bersama oleh beberapa pihak terutama melalui Web GIS yang mampu melaksanakan fungsi-fungsi GIS seperti yang terdapat pada software GIS yang beredar di pasaran.
Pengalaman dan aplikasi GIS dalam industri konstruksi dunia telah menjadi satu cambuk dan tantangan tersendiri bagi indutri konstruksi Indonesia dan Sumatera Barat khususnya. Sudah saatnya industri konstruksi kita dapat lebih membuka mata untuk bergerak lebih maju meninggalkan cara konvensional bagi kompetisi yang lebih tajam pada masa depan terutamanya tantangan dunia global.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.fab.utm.my/download/ConferenceSemiar/ICCI2006S3PP04.pdf
Aronoff, S. (1989). Geographical Information Systems: A Management Perspective. Pp. 39. Ottawa : WDL Publications.
Klosterman, R.E. (2001). The What If? Planning Support System. In Brail R.K. and Klosterman R.E. (eds.), Planning Support Systems. Pp. 263. Redlands, California: ESRI Press.
Moore, J. Patrick (1998). Building A Baseball Stadium Using GIS. Integral GIS Inc., Seattle, Washington.
Ofori, George (1990). The Construction Industry, Aspects of its Economic and Management. Pp. 20. Singapore: Singapore University Press.
Yaakup A.B, Zulherman, Mohd. Nuruddin Abdul Kadir, and Nuha Musa (2001). “GIS For Geohazard Assessment In Monitoring Urban Development In Klang Valley Region Malaysia.” Makalah yang dipresentasikan pada ‘CUPUM2001’ di Hawaii.
Yaakup, A., Jama’an, J., Abu Bakar, Y. and Sulaiman, S. (2001). Web-based GIS for Public Participation in Urban Planning and Management; Case Study: Klang Valley Region. Proceeding of Asia GIS 2001, Tokyo, Japan
Yaakup, A.B., Johar, F. and Yusof, I.M. (1997). Development Control System and GIS for Local Authority in Malaysia: A Case at Kuala Lumpur City Hall. Proceeding of the 5th International Conference in Computers in Urban Planning and Urban Management, Bombay, India
Zulherman. (2002). Analysis Of Flood Zone Using Geographic Information System- GIS, MSc. Thesis. Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Built Environment, Universiti Teknologi Malaysia.
Label:
Pendidikan
SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN PENELITIAN
1. Halaman Judul
Dalam sebuah laporan, judul ditulis pada satu halaman penuh dan diletakkan di halaman paling depan. Judul ditulis dengan huruf kapital, dilengkapi dengan informasi tentang keberadaan laporan. Pada laporan yang akan diujikan (risalah ujian), halaman judul terdiri atas : judul, keperluan laporan, nama dan data penulis, nama lembaga tempat penulis bernaung, tahun pembuatan.
2. Abstrak
Abstrak adalah ringkasan isi laporan yang ditulis dengan amat singkat dan padat (tidak melebihi 400 kata). Abstrak berisi pokok masalah, tujuan, metode, data, dan kesimpulan dalam bentuk paragraf. Melalui abstrak pembaca dapat memahami garis besar isi laporan, dan apabila berkehendak memahami lebih jauh, dapat membaca dan mempelajari bab-bab dalam laporan.
3. Ikhtisar
Selain abstrak, laporan ilmiah juga ada yang mencantumkan ikhtisar/ringkasan, yaitu hasil pemadatan sebuah naskah yang ditulis dalam bentuk paragraph. Pada ikhtisar dapat dikenali semua unsure dasar bahan pembentukkan laporan atau yang biasa dinamakan daftar isi. Ikhtisar dibuat setelah naskah laporan selesai ditulis yang memuat naskah laporan secara keseluruhan dan berturut-turut dari bab pertama sampai bab terakhir.
4. Kata Pengantar /Prakata
Kata pengantar artinya mengantarkan laporan, diletakkan di bagian laporan sebelum daftar isi, dan sebaiknya tidak melebihi satu halaman. Kata pengantar ditulis oleh penanggung jawab proyek/penelitian, jika laporan merupakan sumbangan berharga atau laporan disusun berkat adanya kerjasama antar pihak. Kata pengantar juga dapat berfungsi memberi nilai tambah bagi buku yang akan diluncurkan kepada umum. Jika penulis ingin membuat pengantar maka rumusannya adalah prakata, sekapur sirih.
Secara umum kata pengantar/prakata memuat :
a. Gambaran umum mengenai pelaksanaan tugas serta ketentuannya.
b. Gambaran umum mengenai pelaksanaan proyek hasil yang dicapai.
c. Ucapan terima kasih kepada pihak yang secara langsung membantu pelaksanaan penelitian dan penyusunan laporan. Ucapan terima kasih harus wajar agar tidak terkesan berbasa-basi.
d. Tempat, tanggal, bulan, dan tahun penyusunan laporan.
e. Nama penanggung jawab proyek/penelitian (kata pengantar).
5. Daftar Isi
Daftar isi menyatakan keseluruhan pokok naskah laporan mulai dari halaman judul, kata pengantar/prakata, daftar isi, daftar tabel, abstrak, bab-bab, dan subbab-subbab, daftar pustaka hingga lampiran disertai petunjuk halaman.
6. Daftar Tabel/Gambar/Lampiran
Seperti halnya daftar isi, bagian ini bertujuan memudahkan pembaca mencari daftar tersebut. Daftar ini dibuat setelah laporan selesai ditulis. Daftar ini disusun secara berurutan dengan mencantumkan angka-angka halaman dibelakangnya, kecuali daftar lampiran.
7. Ilustrasi
Ilustrasi dalam laporan berfungsi mengemukakan hal yang tidak terungkap dengan kata-kata. Dibandingkan dengan kata, ilustrasi mempunyai kelebihan, yaitu :
a. dapat menunjukkan detail yang tidak terperikan oleh kata-kata
b. hemat dalam memakai ruang
c. banyak merangkum komponen
d. laporan lebih menarik
Yang harus diperhatikan saat membuat ilustrasi adalah :
a. Ilustrasi harus berguna, mendukung/memperkuat hal yang diungkapkan dengan kata. Ilustrasi dan teks haruslah menjadi satu kesatuan sehingga perlu dijaga keserasiannya.
b. Ilustrasi ditempatkan pada tempat yang enak, diusahakan sesudah uraian dalam teks dan tidak terlalu berjauhan
c. Ilustrasi hendaknya mudah diingat dan jelas agar tidak menimbulkan salah tangkap.
8. Lampiran
Sebagai pelengkap, laporan biasanya menyertakan lampiran yang memuat tabel (yang tidak dimasukkan dalam teks), gambar, bagan, peta, instrument penelitian, transkripsi, pegangan kerja, rancangan penelitian, riwayat hidup peneliti, dan sebagainya.
Lampiran disusun secara berurutan menurut kebutuhan masing-masing, lampiran disertai nomor halaman mulai dari halaman satu (tidak termasuk dalam nomor halaman teks).
9. Indeks
Indeks ialah kumpulan nama pengarang, nama tempat, lambing, istilah yang disebut dalam laporan. Indeks berfungsi memudahkan pembaca jika akan mencari informasi dalam laporan. Indeks disusun secara alfabetis dengan mencantumkan angka-angka di belakangnya yang menyatakan nomor halaman. Indeks dibuat setelah laporan selesai.
10. Kelengkapan Laporan Tugas Akhir
Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar, mahasiswa diwajibkan membuat suatu karya ilmiah atau laporan tugas akhir. Tugas akhir dapat berupa penelitian, studi kelayakan, disain, atau rancang bangun.
Tugas akhir merupakan risalah ujian dan legalitasnya harus melalui siding, maka perlu diberi kelengkapan laporan. Untuk keseragaman, perhatikan ketentuan-ketentuan berikut :
a. Halaman persetujuan
Halaman yang menyatakan bahwa laporan telah selesai dan disetujui oleh pembimbing untuk diujikan.
b. Halaman pengesahan
Halaman ini dibuat setelah penulis dinyatakan lulus atas siding atau ujian tugas akhir dan laporan telah direvisi (jika ada) sesuai dengan hasil ujian.
c. Halaman persembahan
Halaman ini berfungsi menyampaikan pesan pribadi berupa persembahan, biasanya diperuntukkan bagi keluarga atau orang terdekat penulis.
d. Halaman moto/pesan/kata
Halaman ini juga merupakan pesan pribadi berupa kata yang menjadi kenangan selama pelaksanaan penelitian.
11. Tata Tulis Naskah Pelaporan
Tata tulis atau format naskah biasanya mengikuti gaya selingkung atau tergantung dari standar yang digunakan dilingkungan tertentu.
Dalam sebuah laporan, judul ditulis pada satu halaman penuh dan diletakkan di halaman paling depan. Judul ditulis dengan huruf kapital, dilengkapi dengan informasi tentang keberadaan laporan. Pada laporan yang akan diujikan (risalah ujian), halaman judul terdiri atas : judul, keperluan laporan, nama dan data penulis, nama lembaga tempat penulis bernaung, tahun pembuatan.
2. Abstrak
Abstrak adalah ringkasan isi laporan yang ditulis dengan amat singkat dan padat (tidak melebihi 400 kata). Abstrak berisi pokok masalah, tujuan, metode, data, dan kesimpulan dalam bentuk paragraf. Melalui abstrak pembaca dapat memahami garis besar isi laporan, dan apabila berkehendak memahami lebih jauh, dapat membaca dan mempelajari bab-bab dalam laporan.
3. Ikhtisar
Selain abstrak, laporan ilmiah juga ada yang mencantumkan ikhtisar/ringkasan, yaitu hasil pemadatan sebuah naskah yang ditulis dalam bentuk paragraph. Pada ikhtisar dapat dikenali semua unsure dasar bahan pembentukkan laporan atau yang biasa dinamakan daftar isi. Ikhtisar dibuat setelah naskah laporan selesai ditulis yang memuat naskah laporan secara keseluruhan dan berturut-turut dari bab pertama sampai bab terakhir.
4. Kata Pengantar /Prakata
Kata pengantar artinya mengantarkan laporan, diletakkan di bagian laporan sebelum daftar isi, dan sebaiknya tidak melebihi satu halaman. Kata pengantar ditulis oleh penanggung jawab proyek/penelitian, jika laporan merupakan sumbangan berharga atau laporan disusun berkat adanya kerjasama antar pihak. Kata pengantar juga dapat berfungsi memberi nilai tambah bagi buku yang akan diluncurkan kepada umum. Jika penulis ingin membuat pengantar maka rumusannya adalah prakata, sekapur sirih.
Secara umum kata pengantar/prakata memuat :
a. Gambaran umum mengenai pelaksanaan tugas serta ketentuannya.
b. Gambaran umum mengenai pelaksanaan proyek hasil yang dicapai.
c. Ucapan terima kasih kepada pihak yang secara langsung membantu pelaksanaan penelitian dan penyusunan laporan. Ucapan terima kasih harus wajar agar tidak terkesan berbasa-basi.
d. Tempat, tanggal, bulan, dan tahun penyusunan laporan.
e. Nama penanggung jawab proyek/penelitian (kata pengantar).
5. Daftar Isi
Daftar isi menyatakan keseluruhan pokok naskah laporan mulai dari halaman judul, kata pengantar/prakata, daftar isi, daftar tabel, abstrak, bab-bab, dan subbab-subbab, daftar pustaka hingga lampiran disertai petunjuk halaman.
6. Daftar Tabel/Gambar/Lampiran
Seperti halnya daftar isi, bagian ini bertujuan memudahkan pembaca mencari daftar tersebut. Daftar ini dibuat setelah laporan selesai ditulis. Daftar ini disusun secara berurutan dengan mencantumkan angka-angka halaman dibelakangnya, kecuali daftar lampiran.
7. Ilustrasi
Ilustrasi dalam laporan berfungsi mengemukakan hal yang tidak terungkap dengan kata-kata. Dibandingkan dengan kata, ilustrasi mempunyai kelebihan, yaitu :
a. dapat menunjukkan detail yang tidak terperikan oleh kata-kata
b. hemat dalam memakai ruang
c. banyak merangkum komponen
d. laporan lebih menarik
Yang harus diperhatikan saat membuat ilustrasi adalah :
a. Ilustrasi harus berguna, mendukung/memperkuat hal yang diungkapkan dengan kata. Ilustrasi dan teks haruslah menjadi satu kesatuan sehingga perlu dijaga keserasiannya.
b. Ilustrasi ditempatkan pada tempat yang enak, diusahakan sesudah uraian dalam teks dan tidak terlalu berjauhan
c. Ilustrasi hendaknya mudah diingat dan jelas agar tidak menimbulkan salah tangkap.
8. Lampiran
Sebagai pelengkap, laporan biasanya menyertakan lampiran yang memuat tabel (yang tidak dimasukkan dalam teks), gambar, bagan, peta, instrument penelitian, transkripsi, pegangan kerja, rancangan penelitian, riwayat hidup peneliti, dan sebagainya.
Lampiran disusun secara berurutan menurut kebutuhan masing-masing, lampiran disertai nomor halaman mulai dari halaman satu (tidak termasuk dalam nomor halaman teks).
9. Indeks
Indeks ialah kumpulan nama pengarang, nama tempat, lambing, istilah yang disebut dalam laporan. Indeks berfungsi memudahkan pembaca jika akan mencari informasi dalam laporan. Indeks disusun secara alfabetis dengan mencantumkan angka-angka di belakangnya yang menyatakan nomor halaman. Indeks dibuat setelah laporan selesai.
10. Kelengkapan Laporan Tugas Akhir
Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar, mahasiswa diwajibkan membuat suatu karya ilmiah atau laporan tugas akhir. Tugas akhir dapat berupa penelitian, studi kelayakan, disain, atau rancang bangun.
Tugas akhir merupakan risalah ujian dan legalitasnya harus melalui siding, maka perlu diberi kelengkapan laporan. Untuk keseragaman, perhatikan ketentuan-ketentuan berikut :
a. Halaman persetujuan
Halaman yang menyatakan bahwa laporan telah selesai dan disetujui oleh pembimbing untuk diujikan.
b. Halaman pengesahan
Halaman ini dibuat setelah penulis dinyatakan lulus atas siding atau ujian tugas akhir dan laporan telah direvisi (jika ada) sesuai dengan hasil ujian.
c. Halaman persembahan
Halaman ini berfungsi menyampaikan pesan pribadi berupa persembahan, biasanya diperuntukkan bagi keluarga atau orang terdekat penulis.
d. Halaman moto/pesan/kata
Halaman ini juga merupakan pesan pribadi berupa kata yang menjadi kenangan selama pelaksanaan penelitian.
11. Tata Tulis Naskah Pelaporan
Tata tulis atau format naskah biasanya mengikuti gaya selingkung atau tergantung dari standar yang digunakan dilingkungan tertentu.
Label:
Pendidikan
SISTEM INFORMASI DI BIDANG INDUSTRI PERBANKAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kemampuan pegawai yang sesuai tuntutan tugas pekerjaan, merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung efektifitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuan. Program pengembangan pegawai melalui pelatihan yang sesuai dan kontinyu merupakan sarana untuk memutakhirkan kemampuan pegawai tersebut. Lebih-lebih pada perusahaan yang berada pada industri yang mengalami perubahan fundamental dalam proses bisnisnya nielalui implementasi teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu industri yang tengali mengalami transformasi dalam implementasi teknologi informasi adalah industri perbankan. seperti dalam industri perbankan.
Tekanan persaingan dan tuntutan kualitas layanan bagi nasabah, serta aktivitas operasi bank yang kompleks, akibat jenis transaksi beragam, frekuensi transaksi yang tinggi setiap hari, mendorong bank melakukan otomatisasi operasionalnya dengan implementasi teknologi informasi. Dengan implementasi teknologi informasi, bank dapat memberikati pelayanan secara lebih cepat dan akurat. Selain itu, fasilitas produk dapat dikembangkan lebih variatif sesuai dengan tuntutan pasar.
Pada bab selanjutnya penulis akan membahas mengenai sistem informasi industri perbankan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Sistem Informasi Industri Perbankan
a. Trend Produk
Saat ini bank ritel di Indonesia memiliki produk dan layanan:
1. Tabungan
2. Deposito
3. Giro
4. Kartu Debit
5. Kartu Kredit
6. Perdagangan Bank Notes, Valas, dsb (Trade Finance)
b. Trend Transaksi
Jenis transaski sudah beragam baik menggunakan Kartu Debit, Kartu Kredit yang memanfaatkan jaringan ATM atau Debit Access Transaction umumnya di Cashier yang berlokasi di gerai, outlet tempat-tempat perbelanjaan.
Sebagai gambaran BCA dengan 750 kantor online-nya, dilengkapi 2.100 ATM yang mempunyai fungsionalitas memadai, dapat menghandle dengan baik 8,2 juta nasabahnya.
Dengan jumlah transaksi per hari 2,4 juta. Dari jumlah transksi tersebut rata-rata 821.000 transaski dilakukan melalui ATM, dengan kata lain tingkat pemakaian ATM-nya sebesar 3,9 kali. Sedangkan transaksi lainnya yang sudah lazim dilakukan meliputi:
• Mengecek saldo
• Fasilitas Pembayaran: Pemindahbukuan dan Penarikan Tunai
• Fasilitas untuk menerima Pembayaran (speed collect)
• Pembukaan dan pengecekan L/C
c. Layanan On Line Banking
Seperti ungkapan futurolog teknologi Nicholas Negroponte; bahwa dunia makin lama makin digital. Hal ini ditengarai oleh pesatnya perkembangan transaksi bisnis dan kegiatan non-bisnis yang makin beralih ke pemanfaatan komputer on-line.
Dipicu oleh perkembangan Internet, makin meningkatnya kemampuan hardware dan software dengan kecepatan tinggi dan penyebaran komputer, makin menyadarkan nasabah bank akan berbagai kemudahan yang didapatkan dengan ketersediaan layanan On-line banking.
Saat ini standar layanan ritel banking kelas dunia seperti Chase Manhattan Bank, Bank Of America (BOA) bagi nasabahnya bukan saja menyediakan transakasi real-time, namun banyak lagi produk layanan berbasis on-line seperti:
• Packet S/W (Windows) gratis dan tak terbatas sebagai antisipasi memenangkan persaingan teller-less.
• Packet software keuangan (Quicken, MoneyOne, BankNow)
• Packet Entreprise Resourches Planning (ERP software) yang tentunya sangat dibutuhkan dalam mengelola bisnisnya.
Kesemua software bantuan tadi dapat diakses, berkat tersedianya portal khusus yang dimiliki oleh setiap Bank.
2.2. Ketersediaan Teknologi dan Dampaknya
Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika mengarah ke konvergensi dan dipicu oleh ketatnya kompetisi, melahirkan berbagai inovasi dan lompatan teknologi Telematika.
Paradigma diatas sangat mempengaruhi pola dan strategi bisnis, tidak terkecuali industri perbankan. Tuntutan keragaman, kemudahan, kecepatan dan harga jasa yang sangat murah semakin cepat mengemuka.
Bagi sektor perbankan yang sangat mengutamakan unsur kepercayaan dan efisiensi serta layanan berkualitas, perlu menata ulang bisnisnya dengan mencermati ketersediaan inovasi teknologi serta dampaknya bagi kelangsungan dan pertumbuhan bisnisnya.
Berikut diuraikan teknologi dan dampaknya bagi perbankan
a. Internet
Merupakan jaringan media informasi global untuk umum berkecepatan tinggi, yang menghubungkan setiap PC dengan PC lain melalui modem.
Manajemen operasinya diatur melalui Penyedia Jasa Internet (ISP) yang terhubung dengan International Internet Gateway, sehingga setiap individu dengan PC yang dilengkapi modem dapat berkomunikasi, bertukar informasi atau hanya sebatas mencari informasi keseluruh belahan dunia.
b. Intranet
Jaringan komunikasi intuk keperluan internal, yang mampu membuat sesama karyawan dapat bertukar informasi dan bertukar pengetahuan ataupun media penyampaian informasi kebijakan perusahaan pengganti majalah, bulletin di internal perusahaannya (private network).
c. Extranet
Jaringan komunikasi yang dibangun dari saru perusahaan ke perusahaan lainnya untuk saling bertukar informasi, bertransaski dari dan ke supllier, pelanggan dan pelaku bisnis lainnya.
d. World Wide Web (www)
Entitas yang paling cepat tumbuh dalam fasilitas Internet, yang menyediakan fasilitas dan kemudahan dalam membuka atau mengirim informasi melalui saluran/ links “hypertext”.
Dengan entitas ini memudahkan setiap komputer yang terhubung ke Web secara cepat mendapat akses informasi umum dari setiap komputer lainnya di Internet, walaupun jumlah informasinya banyak atau dari tempat yang jauh.
e. e- commerce
Merupakan aplikasi perdagangan yang memanfaatkan fasilitas Internet, yang menjadikan setiap individu/ perusahaan dapat secara langsung tersambung secara digital ke perusahaan/individu lainnya untuk melakakukan transaksi bisnis.
Pemanfaatannya saat ini dapat dikategorikan dalam:
1. Business to Business
2. Business to Customers
Agar kedua belah pihak dapat bertransaksi secara langsung, terlebih dahulu harus dibangun 2 sistem yang terintegrasi:
1. Interactive order entry and processing
Menjamin tersedianya fasilitas bertransaksi mulai, Informasi produk dan specifikasinya (e-marketplace), Pemesanan (Placing Order), Order Processing sampai pemenuhan Order (e-fulfillment)
2. On-line payment
Fasilitas internet yang memungkinkan pembayaran dilakukan secara on-line antara pembeli ke Bank atau Credit Card, setelah proses order terpenuhi persyaratannya (e-fulfillment).
Fasilitas ini menggantikan proses dagang konvensional seperti : pesan lewat Fax, e-mail, pembayaran dengan L/C sampai monitoring kelengkapan dokumennya.
f. e- retail
Forrester Research, November 2000 mengatakan, penjualan ritel melalui internet akan mencapai USD 92 juta pada 2001. Hal ini membuktikan jalur internet telah memantapkan diri sebagai perantara penjualan dengan pertumbuhan tercepat.
Umumnya kegiatan e-retail meliputi:
a. Pengembangan model bisnis
b. Disain situs WEB
c. Pengembangan dan manajemen kontent
d. Kemitraan dan aliansi
e. Akusisi pelanggan
f. Desain rantai persediaan
g. Model pemenuhan pelanggan (e-fulfillment)
h. Rencana skalabilitas
i. Integrasi dan eksekusi balik layar (back end)
j. Cara mempertahankan pelanggan
k. Ekonomi jangka panjang
Beberapa hal perbedaan e-retail dengan retail konvensional :
1. Kecepatan menanggapi: Lebih cepat menerima dan memproses pesanan.
2. Akses pelanggan terhadap informasi: Semakin ekstensif dan selalu up-to-date
3. Area jual beli yang selalu berubah: pperkenalkan produk baru berdasarkan permintaan konsumen, bukan siklus perkembangan produk
4. Kemantapan eksekusi: selain kesediaan produk dan kemudahan pembayaran, konsumen juga menuntut kecepatan pengiriman produk.
Ada 5 (lima) kunci pokok untuk mencapai sinkronisasi supply chain, yaitu:
1. Kesempurnaan operasional: Perencanaan pengantaran dan menerapkan konsekuensi perubahan atas upaya mengimplementasi kerangak peningkatan kinerja.
2. Terobosan dengan memanfaatkan web, untuk pengurangan berlipat ganda biaya dari tiap proses.
3. Menciptakan kerjasama baru
4. Mengolola kompleksitas dalam waktu seketika
5. Mengoptimalisasi hal-hal tak terduga
Tercapainya kelima kekuatan diatas akan sangat membantu dalam mengimplementasikan strategi rantai persediaan, antara lain menyegmentasi berdasarkan kebutuhan pelanggan dan merencanakan sesuai kondisi pasar serta menyesuaikan jaringan logistik agar mencapai kesempurnaan e-retailing.
g e- government
Sistem informasi pemerintahan yang berbasis web dan internet protocol untuk meningkatkan pelayanan pemerintah kepada warganya secara cepat dan murah. Contoh aplikasinya meliputi : KTP, Pajak, Fiskal dan SIM on-line.
h. e- resourches
Suatu bentuk Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Pendapatan Bagi Hasil Eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) yang saat ini masih diimplementasikan dibidang kelautan, dimana Pemerintah selaku pemegang hak pengelolaan membuat situs Internet tentang seluruh kandungan kekayaan alam, kebijakan ekploitasi, pola bagi hasil dan tatacara pembayarannya.
Pendapatan bagi hasil dengan investor yang mengeksploitasi SDA tersebut dikelola secara on-line ke Bank.
i. LAN –sharing
Merupakan teknologi peng-optimalasasian jaringan sehingga dapat digunakan bersama-sama baik dalam Bank serempak dengan LAN Nasabah, dengan pembatasan-pembatasan penggunaan fungsi, akses datanya dan menjamin keamanan data base masing-masing pengguna.
j. Portal
Pintu gerbang bagi pengguna Internet, sehingga memungkinkan untuk pencarian, bertukar informasi, memperoleh informasi tertentu secara up to date hingga melaksanakan transasksi berbasis web (e-commerce, dsb)
Kesepuluh inovasi teknologi telematika di atas merupakan satu kesatuan yang saling terintegrasi dan berdampak langsung terhadap pola bisnis dan persaingan.
Perusahaan-perusahaan yang adaptif dalam memanfaatkan kesepuluh teknologi di atas bukan hanya mencapai efisiensi usaha, namun juga mendapatkan banyak manfaat dalam menata ulang usaha dan menyusun skenario pertumbuhannya, sampai dimanfaatkan sebagai alat strategis untuk membangun berbagai keunggulan dalam memenangkan persaingan yang cenderung semakin terbuka dan meng-global.
Tabel di bawah menunjukkan bagaimana kerangka rumusan solusi yang langsung berpengaruh terhadap pola bisnis dan implementasi solusi bagi perusahaan.
Enterprise Solutions Framework
1. Perusahaan Terextensi
Transaksi Pelanggan dan Penyuplai
Penjualan dan transaksi lainnya secara online Komunikasi Marketing
Berhubungan dengan pemegang saham di luar Pembangunan Ekosistem
Pengoperasian aliansi, pasar, kelompok yang berminat Sistem untuk menghadapi pasar
Menggunakan cyberspace sebagai ruang bisnis utama
EXTRANET
2. Perusahaan Terintegras
Sistem Data dan Aplikasi perusahaan
Membangun database dan aplikasi perusahaan Komunikasi seluruh perusahaan
Mendorong komunikasi fungsi-silang Manajemen Pengetahuan Perusahaan
Meningkatkan
Modal intelektual dan praktek-praktek terbaik Inovasi Proses Perusahaan
Merekayasa ulang proses bisnis
3. Kelompok kerja terotomasi
Sistem Data dan Aplikasi Kelompok kerja
Membangun database dan aplikasi departemen Komunikasi Kelompok kerja
Mendorong komunikasi fungsi-silang Kolaborasi Kelompok Kerja
Mampu melakukan penemuan dan pembuatan keputusan secara kolektif Inovasi Proses Kelompok kerja
Memperbaiki pelaksanaan dan pengendalian alur kerja
INTRANET
4. Individu yang berkompeten diberdayakan Pembuatan, Akses dan Penggunaan Data
Mampu melakukan pengumpulan, pemasukan, dan akses data pemakai Akses dan Otorisasi Informasi
Mampu melakukan pembuatan, akses dan distribusi informasi Pelatihan, Pendidikan dan Keahlian
Mampu melakukan pembuatan, akses dan distribusi keahlian Integrasi Alur kerja
Memastikan integrasi ke dalam sistem alur kerja
A. DATA B. INFORMASI C. PENGETAHUAN D. PEKERJAAN
Terstruktur Tidak Terstruktur Tidak Terstruktur Terstruktur
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Tekanan persaingan dan tuntutan kualitas layanan bagi nasabah, serta aktivitas operasi bank yang kompleks, akibat jenis transaksi beragam, frekuensi transaksi yang tinggi setiap hari, mendorong bank melakukan otomatisasi operasionalnya dengan implementasi teknologi informasi.
Dengan implementasi teknologi informasi, bank dapat memberikati pelayanan secara lebih cepat dan akurat. Selain itu, fasilitas produk dapat dikembangkan lebih variatif sesuai dengan tuntutan pasar.
DAFTAR PUSTAKA
dickyrahardi.blogspot.com/.../trend-sistem-informasi-industri.html
http://www.damandiri.or.id/file/idamartiningsihunairbab1.pdf
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kemampuan pegawai yang sesuai tuntutan tugas pekerjaan, merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung efektifitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuan. Program pengembangan pegawai melalui pelatihan yang sesuai dan kontinyu merupakan sarana untuk memutakhirkan kemampuan pegawai tersebut. Lebih-lebih pada perusahaan yang berada pada industri yang mengalami perubahan fundamental dalam proses bisnisnya nielalui implementasi teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu industri yang tengali mengalami transformasi dalam implementasi teknologi informasi adalah industri perbankan. seperti dalam industri perbankan.
Tekanan persaingan dan tuntutan kualitas layanan bagi nasabah, serta aktivitas operasi bank yang kompleks, akibat jenis transaksi beragam, frekuensi transaksi yang tinggi setiap hari, mendorong bank melakukan otomatisasi operasionalnya dengan implementasi teknologi informasi. Dengan implementasi teknologi informasi, bank dapat memberikati pelayanan secara lebih cepat dan akurat. Selain itu, fasilitas produk dapat dikembangkan lebih variatif sesuai dengan tuntutan pasar.
Pada bab selanjutnya penulis akan membahas mengenai sistem informasi industri perbankan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Sistem Informasi Industri Perbankan
a. Trend Produk
Saat ini bank ritel di Indonesia memiliki produk dan layanan:
1. Tabungan
2. Deposito
3. Giro
4. Kartu Debit
5. Kartu Kredit
6. Perdagangan Bank Notes, Valas, dsb (Trade Finance)
b. Trend Transaksi
Jenis transaski sudah beragam baik menggunakan Kartu Debit, Kartu Kredit yang memanfaatkan jaringan ATM atau Debit Access Transaction umumnya di Cashier yang berlokasi di gerai, outlet tempat-tempat perbelanjaan.
Sebagai gambaran BCA dengan 750 kantor online-nya, dilengkapi 2.100 ATM yang mempunyai fungsionalitas memadai, dapat menghandle dengan baik 8,2 juta nasabahnya.
Dengan jumlah transaksi per hari 2,4 juta. Dari jumlah transksi tersebut rata-rata 821.000 transaski dilakukan melalui ATM, dengan kata lain tingkat pemakaian ATM-nya sebesar 3,9 kali. Sedangkan transaksi lainnya yang sudah lazim dilakukan meliputi:
• Mengecek saldo
• Fasilitas Pembayaran: Pemindahbukuan dan Penarikan Tunai
• Fasilitas untuk menerima Pembayaran (speed collect)
• Pembukaan dan pengecekan L/C
c. Layanan On Line Banking
Seperti ungkapan futurolog teknologi Nicholas Negroponte; bahwa dunia makin lama makin digital. Hal ini ditengarai oleh pesatnya perkembangan transaksi bisnis dan kegiatan non-bisnis yang makin beralih ke pemanfaatan komputer on-line.
Dipicu oleh perkembangan Internet, makin meningkatnya kemampuan hardware dan software dengan kecepatan tinggi dan penyebaran komputer, makin menyadarkan nasabah bank akan berbagai kemudahan yang didapatkan dengan ketersediaan layanan On-line banking.
Saat ini standar layanan ritel banking kelas dunia seperti Chase Manhattan Bank, Bank Of America (BOA) bagi nasabahnya bukan saja menyediakan transakasi real-time, namun banyak lagi produk layanan berbasis on-line seperti:
• Packet S/W (Windows) gratis dan tak terbatas sebagai antisipasi memenangkan persaingan teller-less.
• Packet software keuangan (Quicken, MoneyOne, BankNow)
• Packet Entreprise Resourches Planning (ERP software) yang tentunya sangat dibutuhkan dalam mengelola bisnisnya.
Kesemua software bantuan tadi dapat diakses, berkat tersedianya portal khusus yang dimiliki oleh setiap Bank.
2.2. Ketersediaan Teknologi dan Dampaknya
Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika mengarah ke konvergensi dan dipicu oleh ketatnya kompetisi, melahirkan berbagai inovasi dan lompatan teknologi Telematika.
Paradigma diatas sangat mempengaruhi pola dan strategi bisnis, tidak terkecuali industri perbankan. Tuntutan keragaman, kemudahan, kecepatan dan harga jasa yang sangat murah semakin cepat mengemuka.
Bagi sektor perbankan yang sangat mengutamakan unsur kepercayaan dan efisiensi serta layanan berkualitas, perlu menata ulang bisnisnya dengan mencermati ketersediaan inovasi teknologi serta dampaknya bagi kelangsungan dan pertumbuhan bisnisnya.
Berikut diuraikan teknologi dan dampaknya bagi perbankan
a. Internet
Merupakan jaringan media informasi global untuk umum berkecepatan tinggi, yang menghubungkan setiap PC dengan PC lain melalui modem.
Manajemen operasinya diatur melalui Penyedia Jasa Internet (ISP) yang terhubung dengan International Internet Gateway, sehingga setiap individu dengan PC yang dilengkapi modem dapat berkomunikasi, bertukar informasi atau hanya sebatas mencari informasi keseluruh belahan dunia.
b. Intranet
Jaringan komunikasi intuk keperluan internal, yang mampu membuat sesama karyawan dapat bertukar informasi dan bertukar pengetahuan ataupun media penyampaian informasi kebijakan perusahaan pengganti majalah, bulletin di internal perusahaannya (private network).
c. Extranet
Jaringan komunikasi yang dibangun dari saru perusahaan ke perusahaan lainnya untuk saling bertukar informasi, bertransaski dari dan ke supllier, pelanggan dan pelaku bisnis lainnya.
d. World Wide Web (www)
Entitas yang paling cepat tumbuh dalam fasilitas Internet, yang menyediakan fasilitas dan kemudahan dalam membuka atau mengirim informasi melalui saluran/ links “hypertext”.
Dengan entitas ini memudahkan setiap komputer yang terhubung ke Web secara cepat mendapat akses informasi umum dari setiap komputer lainnya di Internet, walaupun jumlah informasinya banyak atau dari tempat yang jauh.
e. e- commerce
Merupakan aplikasi perdagangan yang memanfaatkan fasilitas Internet, yang menjadikan setiap individu/ perusahaan dapat secara langsung tersambung secara digital ke perusahaan/individu lainnya untuk melakakukan transaksi bisnis.
Pemanfaatannya saat ini dapat dikategorikan dalam:
1. Business to Business
2. Business to Customers
Agar kedua belah pihak dapat bertransaksi secara langsung, terlebih dahulu harus dibangun 2 sistem yang terintegrasi:
1. Interactive order entry and processing
Menjamin tersedianya fasilitas bertransaksi mulai, Informasi produk dan specifikasinya (e-marketplace), Pemesanan (Placing Order), Order Processing sampai pemenuhan Order (e-fulfillment)
2. On-line payment
Fasilitas internet yang memungkinkan pembayaran dilakukan secara on-line antara pembeli ke Bank atau Credit Card, setelah proses order terpenuhi persyaratannya (e-fulfillment).
Fasilitas ini menggantikan proses dagang konvensional seperti : pesan lewat Fax, e-mail, pembayaran dengan L/C sampai monitoring kelengkapan dokumennya.
f. e- retail
Forrester Research, November 2000 mengatakan, penjualan ritel melalui internet akan mencapai USD 92 juta pada 2001. Hal ini membuktikan jalur internet telah memantapkan diri sebagai perantara penjualan dengan pertumbuhan tercepat.
Umumnya kegiatan e-retail meliputi:
a. Pengembangan model bisnis
b. Disain situs WEB
c. Pengembangan dan manajemen kontent
d. Kemitraan dan aliansi
e. Akusisi pelanggan
f. Desain rantai persediaan
g. Model pemenuhan pelanggan (e-fulfillment)
h. Rencana skalabilitas
i. Integrasi dan eksekusi balik layar (back end)
j. Cara mempertahankan pelanggan
k. Ekonomi jangka panjang
Beberapa hal perbedaan e-retail dengan retail konvensional :
1. Kecepatan menanggapi: Lebih cepat menerima dan memproses pesanan.
2. Akses pelanggan terhadap informasi: Semakin ekstensif dan selalu up-to-date
3. Area jual beli yang selalu berubah: pperkenalkan produk baru berdasarkan permintaan konsumen, bukan siklus perkembangan produk
4. Kemantapan eksekusi: selain kesediaan produk dan kemudahan pembayaran, konsumen juga menuntut kecepatan pengiriman produk.
Ada 5 (lima) kunci pokok untuk mencapai sinkronisasi supply chain, yaitu:
1. Kesempurnaan operasional: Perencanaan pengantaran dan menerapkan konsekuensi perubahan atas upaya mengimplementasi kerangak peningkatan kinerja.
2. Terobosan dengan memanfaatkan web, untuk pengurangan berlipat ganda biaya dari tiap proses.
3. Menciptakan kerjasama baru
4. Mengolola kompleksitas dalam waktu seketika
5. Mengoptimalisasi hal-hal tak terduga
Tercapainya kelima kekuatan diatas akan sangat membantu dalam mengimplementasikan strategi rantai persediaan, antara lain menyegmentasi berdasarkan kebutuhan pelanggan dan merencanakan sesuai kondisi pasar serta menyesuaikan jaringan logistik agar mencapai kesempurnaan e-retailing.
g e- government
Sistem informasi pemerintahan yang berbasis web dan internet protocol untuk meningkatkan pelayanan pemerintah kepada warganya secara cepat dan murah. Contoh aplikasinya meliputi : KTP, Pajak, Fiskal dan SIM on-line.
h. e- resourches
Suatu bentuk Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Pendapatan Bagi Hasil Eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) yang saat ini masih diimplementasikan dibidang kelautan, dimana Pemerintah selaku pemegang hak pengelolaan membuat situs Internet tentang seluruh kandungan kekayaan alam, kebijakan ekploitasi, pola bagi hasil dan tatacara pembayarannya.
Pendapatan bagi hasil dengan investor yang mengeksploitasi SDA tersebut dikelola secara on-line ke Bank.
i. LAN –sharing
Merupakan teknologi peng-optimalasasian jaringan sehingga dapat digunakan bersama-sama baik dalam Bank serempak dengan LAN Nasabah, dengan pembatasan-pembatasan penggunaan fungsi, akses datanya dan menjamin keamanan data base masing-masing pengguna.
j. Portal
Pintu gerbang bagi pengguna Internet, sehingga memungkinkan untuk pencarian, bertukar informasi, memperoleh informasi tertentu secara up to date hingga melaksanakan transasksi berbasis web (e-commerce, dsb)
Kesepuluh inovasi teknologi telematika di atas merupakan satu kesatuan yang saling terintegrasi dan berdampak langsung terhadap pola bisnis dan persaingan.
Perusahaan-perusahaan yang adaptif dalam memanfaatkan kesepuluh teknologi di atas bukan hanya mencapai efisiensi usaha, namun juga mendapatkan banyak manfaat dalam menata ulang usaha dan menyusun skenario pertumbuhannya, sampai dimanfaatkan sebagai alat strategis untuk membangun berbagai keunggulan dalam memenangkan persaingan yang cenderung semakin terbuka dan meng-global.
Tabel di bawah menunjukkan bagaimana kerangka rumusan solusi yang langsung berpengaruh terhadap pola bisnis dan implementasi solusi bagi perusahaan.
Enterprise Solutions Framework
1. Perusahaan Terextensi
Transaksi Pelanggan dan Penyuplai
Penjualan dan transaksi lainnya secara online Komunikasi Marketing
Berhubungan dengan pemegang saham di luar Pembangunan Ekosistem
Pengoperasian aliansi, pasar, kelompok yang berminat Sistem untuk menghadapi pasar
Menggunakan cyberspace sebagai ruang bisnis utama
EXTRANET
2. Perusahaan Terintegras
Sistem Data dan Aplikasi perusahaan
Membangun database dan aplikasi perusahaan Komunikasi seluruh perusahaan
Mendorong komunikasi fungsi-silang Manajemen Pengetahuan Perusahaan
Meningkatkan
Modal intelektual dan praktek-praktek terbaik Inovasi Proses Perusahaan
Merekayasa ulang proses bisnis
3. Kelompok kerja terotomasi
Sistem Data dan Aplikasi Kelompok kerja
Membangun database dan aplikasi departemen Komunikasi Kelompok kerja
Mendorong komunikasi fungsi-silang Kolaborasi Kelompok Kerja
Mampu melakukan penemuan dan pembuatan keputusan secara kolektif Inovasi Proses Kelompok kerja
Memperbaiki pelaksanaan dan pengendalian alur kerja
INTRANET
4. Individu yang berkompeten diberdayakan Pembuatan, Akses dan Penggunaan Data
Mampu melakukan pengumpulan, pemasukan, dan akses data pemakai Akses dan Otorisasi Informasi
Mampu melakukan pembuatan, akses dan distribusi informasi Pelatihan, Pendidikan dan Keahlian
Mampu melakukan pembuatan, akses dan distribusi keahlian Integrasi Alur kerja
Memastikan integrasi ke dalam sistem alur kerja
A. DATA B. INFORMASI C. PENGETAHUAN D. PEKERJAAN
Terstruktur Tidak Terstruktur Tidak Terstruktur Terstruktur
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Tekanan persaingan dan tuntutan kualitas layanan bagi nasabah, serta aktivitas operasi bank yang kompleks, akibat jenis transaksi beragam, frekuensi transaksi yang tinggi setiap hari, mendorong bank melakukan otomatisasi operasionalnya dengan implementasi teknologi informasi.
Dengan implementasi teknologi informasi, bank dapat memberikati pelayanan secara lebih cepat dan akurat. Selain itu, fasilitas produk dapat dikembangkan lebih variatif sesuai dengan tuntutan pasar.
DAFTAR PUSTAKA
dickyrahardi.blogspot.com/.../trend-sistem-informasi-industri.html
http://www.damandiri.or.id/file/idamartiningsihunairbab1.pdf
Label:
Pendidikan
SISTEM INFORMASI DI BIDANG INDUSTRI KONTRUKSI
Dunia konstruksi merupakan salah satu sektor perekonomian yang sangat penting dalam suatu negara. Industri konstruksi merupakan aktivitas-aktivitas dan penghasilan produk yang terkait dengan pembangunan properti. Dunia konstruksi merupakan aktivitas berkesinambungan yang melibatkan perencanaan pembangunan, pengawasan pembangunan, manajemen konstruksi, konstruksi bangunan dan infrastruktur untuk berbagai fungsi seperti perumahan, perdagangan, perindustrian dan transportasi.
Berbagai jenis data dan informasi merupakan elemen terpenting dalam suatu proyek konstruksi. Data dan informasi yang digunakan merangkumi tingkatan perencanaan, konstruksi dan pengelolaan atau manajemen. Hasil dari kemajuan teknologi dalam bidang informasi, aplikasi sistem informasi geografi telah dicipta dan dimanfaatkan secara luas dengan kemampuan dalam menyimpan, menganalisis, mengolah dan menampilkan informasi ruang/spatial dan atribut dengan mudah, cepat dan efektif.
Industri konstruksi merupakan salah satu sektor ekonomi yang sangat penting bagi suatu negara. Ia merangkumi pelaksanaan beberapa aktivitas dan penghasilan produk-produk konstruksi tertentu yang biasannya terkait dengan pembangunan properti. Dari sudut aktivitas, ia melibatkan pekerjaan perencanaan, desain, pelaksanaan, perbaikan, pemakaian, renovasi atau memusnah. Dari segi produk, industri konstruksi menghasilkan fisik bangunan, lapangan udara, pelabuhan, jalan raya, jembatan, rel keretapi, terowong, eksplorasi tanah, sistem drainase dan sebagainya (Ofori, 1990).
Konstruksi merupakan kegiatan yang berkesinambungan dalam pembangunan properti dan infrastruktur. Mereka yang terlibat dalam industri ini memainkan peranan penting dalam mencorakkan lingkungan kota dan wilayah melalui konstruksi kawasan perumahan, fasilitas komersil dan perdagangan, jalan raya, sistem drainase dan pembangunan lainnya searah dengan kebutuhan pemerintahan daerah.
Aktivitas-aktivitas konstruksi mempunyai empat tingkatan utama yaitu:
a. tahap konsep, yang mana pihak klien memastikan keinginan dan menjelaskan kepada konsultan yang akan mengkaji keperluannya, membuat rencana dan melakukan kajian kelayakan pembangunan,
b. tahap desain, yang melibatkan perbaikan konsep, penyiapan gambar dan informasi serta menyediakan dokumen kontrak;
c. tahap konstruksi struktur bangunan, yang mana program konstruksi disiapkan dan konstruksi lapangan dilaksanakan; dan
d. tahapan operasional, yang mana merupakan aktivitas pemakaian, perbaikan atau pemeliharaan terhadap bangunan yang telah siap dibangun secara berkelanjutan (Ofori, 1990).
Sejak seabad yang lalu, Sistem Informasi Geografis, atau ringkasnya lebih dikenali dengan GIS, sudah berupaya meyakinkan banyak organisasi sektor pemerintahan dan swasta dalam membantu meningkatkan mutu pekerjaan operasional harian pekerjaan mereka. Teknologi informasi geografis adalah teknologi yang senantiasa berkembang mengikuti perkembangan waktu, khusus direkabentuk untuk menyimpan, menyusun, memanipulasi, menganalisis, permodelan dan menampilkan informasi dalam bentuk data ruang dan atribut (Aronoff, S, 1989, dan Yaakup, 2001).
Berbagai jenis data dan informasi merupakan elemen terpenting dalam suatu proyek konstruksi. Data dan informasi yang digunakan merangkumi tingkatan perencanaan, konstruksi dan pengelolaan atau manajemen. Hasil dari kemajuan teknologi dalam bidang informasi, aplikasi sistem informasi geografi telah dicipta dan dimanfaatkan secara luas dengan kemampuan dalam menyimpan, menganalisis, mengolah dan menampilkan informasi ruang/spatial dan atribut dengan mudah, cepat dan efektif.
Industri konstruksi merupakan salah satu sektor ekonomi yang sangat penting bagi suatu negara. Ia merangkumi pelaksanaan beberapa aktivitas dan penghasilan produk-produk konstruksi tertentu yang biasannya terkait dengan pembangunan properti. Dari sudut aktivitas, ia melibatkan pekerjaan perencanaan, desain, pelaksanaan, perbaikan, pemakaian, renovasi atau memusnah. Dari segi produk, industri konstruksi menghasilkan fisik bangunan, lapangan udara, pelabuhan, jalan raya, jembatan, rel keretapi, terowong, eksplorasi tanah, sistem drainase dan sebagainya (Ofori, 1990).
Konstruksi merupakan kegiatan yang berkesinambungan dalam pembangunan properti dan infrastruktur. Mereka yang terlibat dalam industri ini memainkan peranan penting dalam mencorakkan lingkungan kota dan wilayah melalui konstruksi kawasan perumahan, fasilitas komersil dan perdagangan, jalan raya, sistem drainase dan pembangunan lainnya searah dengan kebutuhan pemerintahan daerah.
Aktivitas-aktivitas konstruksi mempunyai empat tingkatan utama yaitu:
a. tahap konsep, yang mana pihak klien memastikan keinginan dan menjelaskan kepada konsultan yang akan mengkaji keperluannya, membuat rencana dan melakukan kajian kelayakan pembangunan,
b. tahap desain, yang melibatkan perbaikan konsep, penyiapan gambar dan informasi serta menyediakan dokumen kontrak;
c. tahap konstruksi struktur bangunan, yang mana program konstruksi disiapkan dan konstruksi lapangan dilaksanakan; dan
d. tahapan operasional, yang mana merupakan aktivitas pemakaian, perbaikan atau pemeliharaan terhadap bangunan yang telah siap dibangun secara berkelanjutan (Ofori, 1990).
Sejak seabad yang lalu, Sistem Informasi Geografis, atau ringkasnya lebih dikenali dengan GIS, sudah berupaya meyakinkan banyak organisasi sektor pemerintahan dan swasta dalam membantu meningkatkan mutu pekerjaan operasional harian pekerjaan mereka. Teknologi informasi geografis adalah teknologi yang senantiasa berkembang mengikuti perkembangan waktu, khusus direkabentuk untuk menyimpan, menyusun, memanipulasi, menganalisis, permodelan dan menampilkan informasi dalam bentuk data ruang dan atribut (Aronoff, S, 1989, dan Yaakup, 2001).
Label:
Pendidikan
PERTANIAN DAN DEFINISNYA
PERTANIAN DAN DEFINISI
Pertanian adalah suatu jenis produksi yang berlandaskan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Dengan demikian meliputi pertanian dalam arti luas, yaitu pertanian rakyat, perkebunan, kehutanan, peternakan/kehewanan dan perikanan. Sedangkan pertanian dalam arti sempit adalah bercocok tanam (pertanian rakyat saja).
Orang atau kumpulan orang-orang yang mengusahakan atau mengatur agar terjadi pertumbuhan dan pengambilan hasilnya adalah petani atau pengusaha pertanian. Kegiatan produksi adalah suatu usaha atau business dimana hubungan biaya dan pendapatan adalah penting.
Secara garis besar unsur-unsur pertanian dapat diringkaskan menjadi :
1. Proses produksi,
2. Pertanian atau pengusaha,
3. Tanah tempat usaha dan
4. Usaha pertanian (farm business)
Sedangkan A. Soeharjo dan Dahlan’ Pateng, menyebutkan bahwa Istilah Pertanian didefinisikan sebagai suatu usaha produksi yang didasarkan atas proses Biologis dari pertumbuhan tanaman ataupun hewan.
Di Asia Tenggara pada saat ini terdapat berbagai kelompok masyarakat dari berbagai tingkat kebudayaan yang masing-masing hidup pada tingkat perekonomian yang sangat berbeda-beda. Manusia pertama yang menempati daerah hutan tropika sekitar laut Cina Selatan adalah alitik atau Prepaleolitik, yaitu kelompok pengumpulan makanan yang mendapatkan makanan dengan cara mengumpulkan tumbuh-tumbuhan yang dapat dimakan dan dengan berburu dan menangkap ikan.
Manusia pengumpul makanan dan pemburu di Asia Tenggara adalah nomadik dalam arti mereka tidak menetap lama pada suatu tempat. Tetapi mereka tidaklah mengembara tanpa tujuan didalam hutan. Setiap kelompok mempunyai wilayah tertentu; suatu kelompok suku Semang, misalnya mengembara dalam wilayah seluas 20-25 km2 yang diakui oleh kelompok-kelompok didekatnya. Tempat tinggal orang-orang nomad ini umumnya masih sangat sederhana, seperti gua atau lobang-lobang dikaki tebing batu. Mereka telah mengetahui kegunaan daun, bunga, biji, buah, kulit, umbi dan akar tanaman tersebut.
Sebagai contoh, pada suatu waktu dalam suatu tahun suku Semang hidup terutama dengan memakan biji yang beracun dan mengandung HON dari tanaman Elateriospermumtapre. El. (Karo: Asilum; Palembang; Kutai Kalimantan Barat; Kelampai; Sunda : Tapos; Melayu : Piah). Biji tanaman tersebut direbnas sebelum dimakan atau tahan lama direndam dalam air kemudian dimasukkan dalam bambu dan dibenamkan dalam tanah selama sebulan atau lebih. Dengan cara ini racun dihilangkan dan bahan tersebut dapat tahan lama disimpan.
PERTANIAN PRIMITIF, TRADISIONIL DAN MODERN
Tindakan-tindakan ini adalah satu langkah menuju pertanian primitif. Setelah selama berabad-abad mereka mengumpulkan bahan-bahan tumbuh-tumbuhan maka wanita mendapat pengetahuan yang baik tentang kehidupan tumbuh-tumbuhan. Eduard Hahn (dalam Pelzer, K.J., 1948) dan beberapa sarjana lain oleh karena itu menganggap bahwa wanita adalah Penemu (inventor) cara penanaman tanaman dan oleh karenanya adalah penghasil bahan makanan yang pertama.
Hahn menamai pertanian primitif sebagai Hackbau (hoe culture atau low tillage = pertanian pacul atau tajak) dan menganggap pacul atau tajak adalah alat kerja wanita.
Sedangkan untuk pertanian yang lebih maju dinamainya PLUGBAN (plow culture atau plow tillage = pertanian bajak) dan bajak dianggapnya alat kerja untuk laki-laki. Teori Hahn yang pertama yang menyatakan wanita adalah yang pertama memulai penanaman (bertanam) mungkin dapat diterima; tetapi pendapatnya tentang perbedaan antara pertanian primitif dan lebih maju berdasarkan atas alat kerja yang dipergunakan apalagi dihubungan dengan jenis kelamin, tidaklah dapat diterima. Sebab, terdapat banyak contoh atau bukti bahwa pria juga menggunakan pacul (sampai pada saat sekarang).
Nama : TRIANA SISKA
Nim : 080101075
Prodi : Agroteknologi
Plj : Komputer
Unit : B
Semester : II (Dua)
IMPLIKASI BAGI PEMBANGUNAN PERTANIAN
Oleh karena sumber energi bagi pertumbuhan setiap individu tumbuh-tumbuhan adalah sinar matahari maka pertanian tidak dapat dikonsentrasikan seperti pabrik yang sumber energinya dapat disediakan dalam bentuk listrik atau bahan-bahan lainnya. Pertanian memerlukan areal yang luas diatas permukaan bumi ini.
IMPLIKASINYA ADALAH
A. Produksi persatuan luas tanah harus diusahakan sebesar-besarnya.
B. Diperlukan jaringan transport yang juga tersebar untuk mengangkut hasilnya dan menyediakan sarana produksi dan
C. Lingkungan hidup petani tidak dapat dikonsentrasikan dalam satu tempat seperti kota, tetapi tersebar juga dalam satuan-satuan yang kecil.
Jenis usaha (sawah, kebun, hutan, peternakan dan sebagainya) dan petani produksi pertanian ditentukan oleh faktor-faktor lingkungan yang dapat kita kelompokan dalam iklim (jumlah curah hujan, distribusi hujan, suhu, penyimpanan matahari) dan sifat-sifat fisik kimia dan biologi tanah.
Faktor iklim masih belum dapat dikuasai manusia, kecuali dalam bentuk pembuatan fasilitas irigasi untuk memberikan air sebagai suplesi air hujan. Oleh karena itu maka jenis usahatani jenis tanaman dan cara pengusahaannya, bervariasi disesuaikan dengan keadaan dan irama (rhythem) perubahan iklim.
Sifat-sifat fisik tanah (dalam arti luas) termasuk keadaan topograf, drainase, ke dalam tanah, permeabilitas, tekstur dan struktur tanah, sampai batas-batas tertentu sudah dapat dikuasai atau dirobah manusia. Jenis usaha tani dan cara pengusahaannya juga sampai batas tertentu masih disesuaikan dengan faktor ini. Di daerah-daerah yang berlereng curam berlainan jenis usaha taninya dari daerah-daerah dekat pantai yang umumnya berdrainase buruk.
Sifat kimia dan biologi tanah (derajat kemasaman, kandungan unsur hara dan sebagainya) relatif lebih mudah dapat dikuasai manusia daripada sifat-sifat fisik. Kekurangan unsur hara dapat dengan mudah diatasi dengan pemupukan. Tetapi sifat kimia bervariasi dari tempat ke tempat, mungkin dalam jarak yang dekat, sehingga memerlukan pengetahuan yang agak detail tentang keadaannya.
Faktor-faktor iklim dan sifat tanah secara keseluruhan menentukan potensi produksi suatu tanaman. Perbedaan faktor-faktor tersebut di Indonesia dari satu tempat ke tempat lain tempat cukup banyak.
Implikasi dari pengaruh faktor-faktor tersebut bagi pembangunan pertanian adalah:
1. Pengembangan usaha pertanian haruslah didasarkan atas faktor-faktor tersebut.
2. Kegiatan-kegiatan produksi dan jumlah serta jenis input yang diperlukan disesuaikan dengan keadaan setempat faktor-faktor tersebut
Proses produksi dipabrik (industri) dilakukan dalam keadaan yang diatur sehingga setiap oprasi dapat dilakukan setiap waktu dikehendaki. Proses produksi pertanian, sifatnya lain yaitu dipengaruhi oleh faktor iklim dan faktor biotik lainnya seperti musim serangan hama atau penyakit, yang berbeda dari waktu ke waktu dan dari suatu tempat lain. Pelaksanaan pekerjaan (operasi) tententu misalnya membajak dan menanam hanya dapat dilakukan jika keadaan iklim dan tanah sudah memungkinkan.
Tanaman pertanian mempunyai pola pertumbuhan musiman, mulai dari saat menanam sampai pemanenan pada waktu-waktu tertentu saja dalam masa ini kerja manusia diperlukan di luar saat itu tidak ada lain kecuali menunggu.
Pertanian modern adalah pertanian yang berobah sesuai dengan kebutuhan manusia, perobahan tersebut baik dalam volume produksi maupun dalam jenis produksi. Penggunaan ilmu dan teknologi yang berkembang dalam pertanian modern memungkinkan terciptanya volume produk yang disesuaikan dengan apa yang dibutuhkannya. Peran pertama petani adalah memelihara tanaman dan hewannya agarmendapatkan hasil yang diperlukan.
Pertanian adalah suatu jenis produksi yang berlandaskan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Dengan demikian meliputi pertanian dalam arti luas, yaitu pertanian rakyat, perkebunan, kehutanan, peternakan/kehewanan dan perikanan. Sedangkan pertanian dalam arti sempit adalah bercocok tanam (pertanian rakyat saja).
Orang atau kumpulan orang-orang yang mengusahakan atau mengatur agar terjadi pertumbuhan dan pengambilan hasilnya adalah petani atau pengusaha pertanian. Kegiatan produksi adalah suatu usaha atau business dimana hubungan biaya dan pendapatan adalah penting.
Secara garis besar unsur-unsur pertanian dapat diringkaskan menjadi :
1. Proses produksi,
2. Pertanian atau pengusaha,
3. Tanah tempat usaha dan
4. Usaha pertanian (farm business)
Sedangkan A. Soeharjo dan Dahlan’ Pateng, menyebutkan bahwa Istilah Pertanian didefinisikan sebagai suatu usaha produksi yang didasarkan atas proses Biologis dari pertumbuhan tanaman ataupun hewan.
Di Asia Tenggara pada saat ini terdapat berbagai kelompok masyarakat dari berbagai tingkat kebudayaan yang masing-masing hidup pada tingkat perekonomian yang sangat berbeda-beda. Manusia pertama yang menempati daerah hutan tropika sekitar laut Cina Selatan adalah alitik atau Prepaleolitik, yaitu kelompok pengumpulan makanan yang mendapatkan makanan dengan cara mengumpulkan tumbuh-tumbuhan yang dapat dimakan dan dengan berburu dan menangkap ikan.
Manusia pengumpul makanan dan pemburu di Asia Tenggara adalah nomadik dalam arti mereka tidak menetap lama pada suatu tempat. Tetapi mereka tidaklah mengembara tanpa tujuan didalam hutan. Setiap kelompok mempunyai wilayah tertentu; suatu kelompok suku Semang, misalnya mengembara dalam wilayah seluas 20-25 km2 yang diakui oleh kelompok-kelompok didekatnya. Tempat tinggal orang-orang nomad ini umumnya masih sangat sederhana, seperti gua atau lobang-lobang dikaki tebing batu. Mereka telah mengetahui kegunaan daun, bunga, biji, buah, kulit, umbi dan akar tanaman tersebut.
Sebagai contoh, pada suatu waktu dalam suatu tahun suku Semang hidup terutama dengan memakan biji yang beracun dan mengandung HON dari tanaman Elateriospermumtapre. El. (Karo: Asilum; Palembang; Kutai Kalimantan Barat; Kelampai; Sunda : Tapos; Melayu : Piah). Biji tanaman tersebut direbnas sebelum dimakan atau tahan lama direndam dalam air kemudian dimasukkan dalam bambu dan dibenamkan dalam tanah selama sebulan atau lebih. Dengan cara ini racun dihilangkan dan bahan tersebut dapat tahan lama disimpan.
PERTANIAN PRIMITIF, TRADISIONIL DAN MODERN
Tindakan-tindakan ini adalah satu langkah menuju pertanian primitif. Setelah selama berabad-abad mereka mengumpulkan bahan-bahan tumbuh-tumbuhan maka wanita mendapat pengetahuan yang baik tentang kehidupan tumbuh-tumbuhan. Eduard Hahn (dalam Pelzer, K.J., 1948) dan beberapa sarjana lain oleh karena itu menganggap bahwa wanita adalah Penemu (inventor) cara penanaman tanaman dan oleh karenanya adalah penghasil bahan makanan yang pertama.
Hahn menamai pertanian primitif sebagai Hackbau (hoe culture atau low tillage = pertanian pacul atau tajak) dan menganggap pacul atau tajak adalah alat kerja wanita.
Sedangkan untuk pertanian yang lebih maju dinamainya PLUGBAN (plow culture atau plow tillage = pertanian bajak) dan bajak dianggapnya alat kerja untuk laki-laki. Teori Hahn yang pertama yang menyatakan wanita adalah yang pertama memulai penanaman (bertanam) mungkin dapat diterima; tetapi pendapatnya tentang perbedaan antara pertanian primitif dan lebih maju berdasarkan atas alat kerja yang dipergunakan apalagi dihubungan dengan jenis kelamin, tidaklah dapat diterima. Sebab, terdapat banyak contoh atau bukti bahwa pria juga menggunakan pacul (sampai pada saat sekarang).
Nama : TRIANA SISKA
Nim : 080101075
Prodi : Agroteknologi
Plj : Komputer
Unit : B
Semester : II (Dua)
IMPLIKASI BAGI PEMBANGUNAN PERTANIAN
Oleh karena sumber energi bagi pertumbuhan setiap individu tumbuh-tumbuhan adalah sinar matahari maka pertanian tidak dapat dikonsentrasikan seperti pabrik yang sumber energinya dapat disediakan dalam bentuk listrik atau bahan-bahan lainnya. Pertanian memerlukan areal yang luas diatas permukaan bumi ini.
IMPLIKASINYA ADALAH
A. Produksi persatuan luas tanah harus diusahakan sebesar-besarnya.
B. Diperlukan jaringan transport yang juga tersebar untuk mengangkut hasilnya dan menyediakan sarana produksi dan
C. Lingkungan hidup petani tidak dapat dikonsentrasikan dalam satu tempat seperti kota, tetapi tersebar juga dalam satuan-satuan yang kecil.
Jenis usaha (sawah, kebun, hutan, peternakan dan sebagainya) dan petani produksi pertanian ditentukan oleh faktor-faktor lingkungan yang dapat kita kelompokan dalam iklim (jumlah curah hujan, distribusi hujan, suhu, penyimpanan matahari) dan sifat-sifat fisik kimia dan biologi tanah.
Faktor iklim masih belum dapat dikuasai manusia, kecuali dalam bentuk pembuatan fasilitas irigasi untuk memberikan air sebagai suplesi air hujan. Oleh karena itu maka jenis usahatani jenis tanaman dan cara pengusahaannya, bervariasi disesuaikan dengan keadaan dan irama (rhythem) perubahan iklim.
Sifat-sifat fisik tanah (dalam arti luas) termasuk keadaan topograf, drainase, ke dalam tanah, permeabilitas, tekstur dan struktur tanah, sampai batas-batas tertentu sudah dapat dikuasai atau dirobah manusia. Jenis usaha tani dan cara pengusahaannya juga sampai batas tertentu masih disesuaikan dengan faktor ini. Di daerah-daerah yang berlereng curam berlainan jenis usaha taninya dari daerah-daerah dekat pantai yang umumnya berdrainase buruk.
Sifat kimia dan biologi tanah (derajat kemasaman, kandungan unsur hara dan sebagainya) relatif lebih mudah dapat dikuasai manusia daripada sifat-sifat fisik. Kekurangan unsur hara dapat dengan mudah diatasi dengan pemupukan. Tetapi sifat kimia bervariasi dari tempat ke tempat, mungkin dalam jarak yang dekat, sehingga memerlukan pengetahuan yang agak detail tentang keadaannya.
Faktor-faktor iklim dan sifat tanah secara keseluruhan menentukan potensi produksi suatu tanaman. Perbedaan faktor-faktor tersebut di Indonesia dari satu tempat ke tempat lain tempat cukup banyak.
Implikasi dari pengaruh faktor-faktor tersebut bagi pembangunan pertanian adalah:
1. Pengembangan usaha pertanian haruslah didasarkan atas faktor-faktor tersebut.
2. Kegiatan-kegiatan produksi dan jumlah serta jenis input yang diperlukan disesuaikan dengan keadaan setempat faktor-faktor tersebut
Proses produksi dipabrik (industri) dilakukan dalam keadaan yang diatur sehingga setiap oprasi dapat dilakukan setiap waktu dikehendaki. Proses produksi pertanian, sifatnya lain yaitu dipengaruhi oleh faktor iklim dan faktor biotik lainnya seperti musim serangan hama atau penyakit, yang berbeda dari waktu ke waktu dan dari suatu tempat lain. Pelaksanaan pekerjaan (operasi) tententu misalnya membajak dan menanam hanya dapat dilakukan jika keadaan iklim dan tanah sudah memungkinkan.
Tanaman pertanian mempunyai pola pertumbuhan musiman, mulai dari saat menanam sampai pemanenan pada waktu-waktu tertentu saja dalam masa ini kerja manusia diperlukan di luar saat itu tidak ada lain kecuali menunggu.
Pertanian modern adalah pertanian yang berobah sesuai dengan kebutuhan manusia, perobahan tersebut baik dalam volume produksi maupun dalam jenis produksi. Penggunaan ilmu dan teknologi yang berkembang dalam pertanian modern memungkinkan terciptanya volume produk yang disesuaikan dengan apa yang dibutuhkannya. Peran pertama petani adalah memelihara tanaman dan hewannya agarmendapatkan hasil yang diperlukan.
Label:
Pendidikan
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN DAN KESEHATAN
A. Pendahuluan
Menurut H .L.Blum ada 4 faktor yang mempengaruhi status kesehatan derajat kesehatan masyarakat atau perorangan. Faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
Dari gambar diatas jelas terlihat betapa besar peran perilaku hidup sehat dalam mempengaruhi status kesehatan. Jika kita analisa, lingkungan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan dapat dikendalikan melalui perilaku. Terciptanya lingkungan sehat, seperti pembuangan sampah, saran air minum dan jamban keluarga (SAMIJAGA), saluran pembuangan air limbah (SPAL) yang memenuhi syarat kesehatan, dan lainnya tidak akan terlepas dari kontribusi perilaku manusia.
Demikian pula pelayanan kesehatan, tidak akan berhasil bila tidak ada perubahan perilaku, walaupun didirikan institusi pelayanan kesehatan seperti posyandu, polindes dan sebagainya, jika tidak ada partisipasi dari masyarakat dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan tersebut, maka program pelayanan kesehatan tersebut akan gagal.
Ketiadaan partisipasi dari masyarakat ini mungkin disebabkan karena belum adanya kesadaran, dan kesadaran tersebut diakibatkan belum adanya pengetahuan tentang manfaat dari penggunaan pelayanan kesehatan bagi peningkatan derajat kesehatan mereka.
Meningkatnya prevalensi kanker, jantung dan stroke juga tidak terlepas dengan pola makan yang tidak sehat. Berkembangnya penyakit AIDS yang dewasa Ini merupakan penyakit menular yang paling ditakut, dan penyakit hubungan seksual lainnya juga diakibatkan perilaku seksual yang menyimpang. Di tambah lagi dengan semakin meningkatnya jumlah korban Narkoba di kalangan remaja, juga tidak terlepas dari perilaku yang merugikan kesehatan.
Maka, tidaklah mengherankan jika perilaku sehat masuk dalam tema Hari Kesehatan Nasional yang ke -35 yang jatuh pada tanggal 12 November 1999 yang lalu. Dan didukung pula dengan paradigma baru dalam pembangunan kesehatan yaitu paradigma sehat, yang secara makro berarti bahwa pembangunan pelbagai sektor harus memberi dampak positif pada lingkungan dan perilaku sehat.
Begitu seriusnya pemerintah dalam mencanangkan perilaku sehat ini hingga juga tertuang dalam visi pembangunan kesehatan yaitu "Indonesia Sehat 2010” yaitu: masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh wilayah nusantara.
Perilaku sehat adalah segala tindakan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Becker 1979). Perilaku sendiri dapat dikategorikan dengan perilaku terselubung ( covert behavior) dan perilaku tidak terselubung (Overt behavior). Perilaku terselubung tersebut berupa pengetahuan dan sikap seseorang terhadap suatu objek sedangkan perilaku tidak terselubung adalah perilaku yang sudah merupakan aksi atau tindakan. Usaha yang paling efektif dalam mengubah perilaku, dari perilaku yang merugikan kesehatan ke arah perilaku yang menguntungkan kesehatan adalah melalui pendidikan kesehatan.
B. Pembahasan
Telah dikemukakan diatas bahwa salah satu faktor untuk mendapatkan perilaku yang menguntungkan kesehatan adalah melalui pendidikan kesehatan. Sebelum kita masuk kedalam arti mengenai pendidikan kesehatan, kita terlebih dahulu harus mengetahui arti pendidikan itu sendiri. Pendidikan adalah usaha yang sengaja (terencana, terkontrol, dengan sadar dan dengan tara yang sistematis) diberikan pada anak didik oleh pendidik agar individunya yang potensial itu lebih berkembang terarah kepada tujuan tertentu. Jadi, didalam pengertian pendidikan tersebut harus terdapat unsur-unsur sebagai berikut : Adanya bentuk pendidikan itu (apakah berbentuk usaha, pertolongan, bantuan, bimbingan, pelayanan atau pembinaan); adanya pelaku pendidikan (orang dewasa, pendidik, orang tua, pemuka agama, pemuka masyarakat, ataupun pimpinan organisasi); adanya sasaran pendidikan (orang yang belum dewasa, anak didik, peserta didik); adanya sifat pelaksanaan pendidikan (dengan sadar, dengan sengaja, dengan sistematis, dengan atau secara terencana); adanya tujuan yang ingin dicapai (manusia susila, kedewasaan, manusia yang patriot atau warga negara yang bertanggung jawab).
Proses pendidikan tersebut berlangsung didalam suatu lingkungan pendidikan atau tempat dimana pendidikan itu berlangsung, biasanya dibedakan menjadi tiga yaitu tri pusat pendidikan yaitu didalam keluarga (pendidikan informal), didalam sekolah (pendidikan formal), dan didalam masyarakat.
Proses pendidikan kesehatan juga mengikuti proses tersebut, dan unsur-unsurnya pun sama. Yang bertindak selaku pendidik kesehatan disini adalah semua petugas kesehatan dan siapa saja yang berusaha untuk mempengaruhi individu atau masyarakat guna meningkatkan kesehatan mereka. Karena itu individu, kelompok ataupun masyarakat, disamping dianggap sebagai sasaran (obyek) pendidikan, juga dapat berlaku sebagai subyek(pelaku) pendidikan kesehatan masyarakat apabila mereka di ikutsertakan didalam usaha kesehatan masyarakat. Yang diartikan anak didik atau sasaran pendidikan adalah masyarakat atau individu, baik yang sakit maupun yang tidak belum sakit, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Jadi, lingkungan pendidikan kesehatan juga mengikuti tri pusat pendidikan, yaitu :
1. Pendidikan kesehatan didalam keluarga yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab para orangtua, dengan menitikberatkan pada penanaman kebiasaan-kebiasaan, norma-norma, dan sikap hidup sehat.
2. Pendidikan kesehatan didalam sekolah adalah tanggung jawab para guru sekolah. Hal inl terwujud dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Tujuan pendidikan kesehatan disekolah, disamping melanjutkan penanaman kebiasaan dan norma-norma hidup sehat kepada murid, juga memberikan pengetahuan kesehatan
3. Pendidikan kesehatan di masyarakat, yang dapat dilakukan melalui berbagai lembaga dan organisasi masyarakat.Jadi, pendidikan kesehatan adalah suatu penerapan konsep pendidikan didalam bidang kesehatan, maka pendidikan kesehatan dapat didefenisikan sebagai usaha atau kegiatan untuk membantu individu, kelompok atau masyarakat dalam meningkatkan kemampuan (perilakunya), untuk mencapai kesehatan secara optimal.
Adapun hasil dari pendidikan kesehatan tersebut,yaitu dalam bentuk perilaku yang menguntungkan kesehatan. Baik dalam bentuk pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan, yang diikuti dengan adanya kesadaran yaitu sikap yang positif terhadap kesehatan, yang akhirnya diterapkan dalam tindakan-tindakan yang menguntungkan kesehatan. Salah satu pelaksanaan pendidikan kesehatan adalah dengan jalan penerapan pola hidup sehat. Pola hidup sehat ini diikuti oleh setiap individu guna meningkatkan status kesehatannya. Yang dimaksud dengan pola hidup sehat adalah segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
Hal-hal yang Mempengaruhi Pendidikan dan Kesehatan
1. Memelihara kebersihan dan kesehetan pribadi dengan baik
Hidup sehat dimulai dari "diri sendiri". Dapat dikatakan bahwa kesehatan yang kita miliki adalah karena "upaya" kita sendiri. Oleh sebab itu kesehatan perorangan atau kesehatan pribadi memegang peranan penting. Kesehatan pribadi adalah kesehatan bagian-bagian tubuh kita masing-masing yaitu meliputi ; kesehatan kulit rambut dan kuku kesehatan mata, hidung, telinga mulut dan gigi, tangan dan kaki, memakai pakaian yang bersih serta melakukan gerak dan istirahat. Berbagai macam penyakit dapat dicegah dengan menjaga kebersihan. Oleh sebab itu, memelihara kesehatan pribadi dimulai dengan memelihara kebersihan bagian-bagian tubuh kita.
2. Makan makanan sehat
Makan merupakan kebutuhan penting, tidak saja bagi penyediaan energi untuk tubuh kita, tetapi juga merupakan kebutuhan penting untuk kesehatan dan kelangsungan hidup. Makanan menyediakan zat-zat gizi yang diperlukan untuk berbagai proses didalam tubuh kita. Perlu diketahui, bahwa tidak ada makanan yang mengandung semua zat gizi secara komplit. Oleh sebab itu, kita perlu mengkonsumsi aneka ragam makanan untuk menjamin terpenuhinya kecukupan zat-zat gizi yang kita butuhkan, yaitu zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur.
3. Memelihara Kesehatan Lingkungan
Hidup sehat memerlukan situasi, kondisi, dan lingkungan yang sehat. Oleh karena itu, kondisi lingkungan perlu benar-benar diperhatikan agar tidak merusak kesehatan. Kesehatan lingkungan harus dipelihara agar mendukung kesehatan setiap orang yang hidup di sekitarnya. Memelihara berarti menjaga kebersihannya. Lingkungan kotor dapat menjadi sumber penyakit.
Dalam memelihara kebersihan dan kesehatan lingkungan ada 3 faktor yang harus- pertama-tama diperhatikan, yaitu :
a. Tersedianya air bersih
b. Pembuangan sampah dan air limbah
c. Menjaga kebersihan dan kesehatan kamar mandi, jamban atau WC .
Selain faktor tersebut, kualitas udara perlu juga mendapat perhatian. Karena kualitas udara dalam suatu ruangan merupakan ukuran dari keamanan setiap orang yang berada atau bekerja di ruangan tersebut.
4. Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala
Selain hal-hal yang perlu kita lakukan dalam rangka memelihara kesehatan diri kita sendiri, ada satu hal yang perlu kita lakukan juga, yaitu pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan pemeriksaan kesehatan ini maka kemungkinan adanya gangguan kesehatan atau gangguan penyakit akan diketahui lebih dini atau lebih awal. Sehingga pengobatannya akan lebih mudah daripada bila penyakitnya sudah parah. Pemeriksaan kesehatan berkala dapat dilakukan melalui :
a. Pemeriksaan kesehatan berkala mandiri yang dilakukan oleh diri sendiri.
b. Pemeriksaan kesehatan berkala dengan memeriksakan diri pada tempat-tempat pelayanan kesehatan yang ada (rumah sakit, klinik)
5. Menghindari kebiasaan buruk yang merugikan kesehatan
Beberapa kebiasaan buruk yang perlu dlhlndarl adalah
a. Merokok
b. Minum alkohol dan obat terlarang (narkotika dan zat adiktif)
c. Kebiasaan yang memungkinkan tertularnya penyakit
C. Penutup
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan adalah semboyan yang paling tepat dalam usaha kesehatan masyarakat sekaligus dalam meningkatkan status kesehatan. Salah satu upaya dalam meningkatkan kesehatan adalah melalui pendidikan kesehatan dan penerapan pola hidup sehat. Pendidikan kesehatan dan penerapan pola hidup sehat yang sudah dibina sejak dini pada setiap manusia Indonesia akan menghasilkan generasi masa depan yang berkualitas, baik mental maupun fisik,seperti kata pepatah .”Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat"'.
Saat ini, sudah saatnyalah kita menanamkan pola pikir paradigma sehat, seperti yang diinginkan oleh visi pembangunan kesehatan masa depan, pada seluruh masyarakat, khususnya penentu kebijakan.
Menurut H .L.Blum ada 4 faktor yang mempengaruhi status kesehatan derajat kesehatan masyarakat atau perorangan. Faktor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
Dari gambar diatas jelas terlihat betapa besar peran perilaku hidup sehat dalam mempengaruhi status kesehatan. Jika kita analisa, lingkungan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan dapat dikendalikan melalui perilaku. Terciptanya lingkungan sehat, seperti pembuangan sampah, saran air minum dan jamban keluarga (SAMIJAGA), saluran pembuangan air limbah (SPAL) yang memenuhi syarat kesehatan, dan lainnya tidak akan terlepas dari kontribusi perilaku manusia.
Demikian pula pelayanan kesehatan, tidak akan berhasil bila tidak ada perubahan perilaku, walaupun didirikan institusi pelayanan kesehatan seperti posyandu, polindes dan sebagainya, jika tidak ada partisipasi dari masyarakat dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan tersebut, maka program pelayanan kesehatan tersebut akan gagal.
Ketiadaan partisipasi dari masyarakat ini mungkin disebabkan karena belum adanya kesadaran, dan kesadaran tersebut diakibatkan belum adanya pengetahuan tentang manfaat dari penggunaan pelayanan kesehatan bagi peningkatan derajat kesehatan mereka.
Meningkatnya prevalensi kanker, jantung dan stroke juga tidak terlepas dengan pola makan yang tidak sehat. Berkembangnya penyakit AIDS yang dewasa Ini merupakan penyakit menular yang paling ditakut, dan penyakit hubungan seksual lainnya juga diakibatkan perilaku seksual yang menyimpang. Di tambah lagi dengan semakin meningkatnya jumlah korban Narkoba di kalangan remaja, juga tidak terlepas dari perilaku yang merugikan kesehatan.
Maka, tidaklah mengherankan jika perilaku sehat masuk dalam tema Hari Kesehatan Nasional yang ke -35 yang jatuh pada tanggal 12 November 1999 yang lalu. Dan didukung pula dengan paradigma baru dalam pembangunan kesehatan yaitu paradigma sehat, yang secara makro berarti bahwa pembangunan pelbagai sektor harus memberi dampak positif pada lingkungan dan perilaku sehat.
Begitu seriusnya pemerintah dalam mencanangkan perilaku sehat ini hingga juga tertuang dalam visi pembangunan kesehatan yaitu "Indonesia Sehat 2010” yaitu: masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh wilayah nusantara.
Perilaku sehat adalah segala tindakan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Becker 1979). Perilaku sendiri dapat dikategorikan dengan perilaku terselubung ( covert behavior) dan perilaku tidak terselubung (Overt behavior). Perilaku terselubung tersebut berupa pengetahuan dan sikap seseorang terhadap suatu objek sedangkan perilaku tidak terselubung adalah perilaku yang sudah merupakan aksi atau tindakan. Usaha yang paling efektif dalam mengubah perilaku, dari perilaku yang merugikan kesehatan ke arah perilaku yang menguntungkan kesehatan adalah melalui pendidikan kesehatan.
B. Pembahasan
Telah dikemukakan diatas bahwa salah satu faktor untuk mendapatkan perilaku yang menguntungkan kesehatan adalah melalui pendidikan kesehatan. Sebelum kita masuk kedalam arti mengenai pendidikan kesehatan, kita terlebih dahulu harus mengetahui arti pendidikan itu sendiri. Pendidikan adalah usaha yang sengaja (terencana, terkontrol, dengan sadar dan dengan tara yang sistematis) diberikan pada anak didik oleh pendidik agar individunya yang potensial itu lebih berkembang terarah kepada tujuan tertentu. Jadi, didalam pengertian pendidikan tersebut harus terdapat unsur-unsur sebagai berikut : Adanya bentuk pendidikan itu (apakah berbentuk usaha, pertolongan, bantuan, bimbingan, pelayanan atau pembinaan); adanya pelaku pendidikan (orang dewasa, pendidik, orang tua, pemuka agama, pemuka masyarakat, ataupun pimpinan organisasi); adanya sasaran pendidikan (orang yang belum dewasa, anak didik, peserta didik); adanya sifat pelaksanaan pendidikan (dengan sadar, dengan sengaja, dengan sistematis, dengan atau secara terencana); adanya tujuan yang ingin dicapai (manusia susila, kedewasaan, manusia yang patriot atau warga negara yang bertanggung jawab).
Proses pendidikan tersebut berlangsung didalam suatu lingkungan pendidikan atau tempat dimana pendidikan itu berlangsung, biasanya dibedakan menjadi tiga yaitu tri pusat pendidikan yaitu didalam keluarga (pendidikan informal), didalam sekolah (pendidikan formal), dan didalam masyarakat.
Proses pendidikan kesehatan juga mengikuti proses tersebut, dan unsur-unsurnya pun sama. Yang bertindak selaku pendidik kesehatan disini adalah semua petugas kesehatan dan siapa saja yang berusaha untuk mempengaruhi individu atau masyarakat guna meningkatkan kesehatan mereka. Karena itu individu, kelompok ataupun masyarakat, disamping dianggap sebagai sasaran (obyek) pendidikan, juga dapat berlaku sebagai subyek(pelaku) pendidikan kesehatan masyarakat apabila mereka di ikutsertakan didalam usaha kesehatan masyarakat. Yang diartikan anak didik atau sasaran pendidikan adalah masyarakat atau individu, baik yang sakit maupun yang tidak belum sakit, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Jadi, lingkungan pendidikan kesehatan juga mengikuti tri pusat pendidikan, yaitu :
1. Pendidikan kesehatan didalam keluarga yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab para orangtua, dengan menitikberatkan pada penanaman kebiasaan-kebiasaan, norma-norma, dan sikap hidup sehat.
2. Pendidikan kesehatan didalam sekolah adalah tanggung jawab para guru sekolah. Hal inl terwujud dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Tujuan pendidikan kesehatan disekolah, disamping melanjutkan penanaman kebiasaan dan norma-norma hidup sehat kepada murid, juga memberikan pengetahuan kesehatan
3. Pendidikan kesehatan di masyarakat, yang dapat dilakukan melalui berbagai lembaga dan organisasi masyarakat.Jadi, pendidikan kesehatan adalah suatu penerapan konsep pendidikan didalam bidang kesehatan, maka pendidikan kesehatan dapat didefenisikan sebagai usaha atau kegiatan untuk membantu individu, kelompok atau masyarakat dalam meningkatkan kemampuan (perilakunya), untuk mencapai kesehatan secara optimal.
Adapun hasil dari pendidikan kesehatan tersebut,yaitu dalam bentuk perilaku yang menguntungkan kesehatan. Baik dalam bentuk pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan, yang diikuti dengan adanya kesadaran yaitu sikap yang positif terhadap kesehatan, yang akhirnya diterapkan dalam tindakan-tindakan yang menguntungkan kesehatan. Salah satu pelaksanaan pendidikan kesehatan adalah dengan jalan penerapan pola hidup sehat. Pola hidup sehat ini diikuti oleh setiap individu guna meningkatkan status kesehatannya. Yang dimaksud dengan pola hidup sehat adalah segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
Hal-hal yang Mempengaruhi Pendidikan dan Kesehatan
1. Memelihara kebersihan dan kesehetan pribadi dengan baik
Hidup sehat dimulai dari "diri sendiri". Dapat dikatakan bahwa kesehatan yang kita miliki adalah karena "upaya" kita sendiri. Oleh sebab itu kesehatan perorangan atau kesehatan pribadi memegang peranan penting. Kesehatan pribadi adalah kesehatan bagian-bagian tubuh kita masing-masing yaitu meliputi ; kesehatan kulit rambut dan kuku kesehatan mata, hidung, telinga mulut dan gigi, tangan dan kaki, memakai pakaian yang bersih serta melakukan gerak dan istirahat. Berbagai macam penyakit dapat dicegah dengan menjaga kebersihan. Oleh sebab itu, memelihara kesehatan pribadi dimulai dengan memelihara kebersihan bagian-bagian tubuh kita.
2. Makan makanan sehat
Makan merupakan kebutuhan penting, tidak saja bagi penyediaan energi untuk tubuh kita, tetapi juga merupakan kebutuhan penting untuk kesehatan dan kelangsungan hidup. Makanan menyediakan zat-zat gizi yang diperlukan untuk berbagai proses didalam tubuh kita. Perlu diketahui, bahwa tidak ada makanan yang mengandung semua zat gizi secara komplit. Oleh sebab itu, kita perlu mengkonsumsi aneka ragam makanan untuk menjamin terpenuhinya kecukupan zat-zat gizi yang kita butuhkan, yaitu zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur.
3. Memelihara Kesehatan Lingkungan
Hidup sehat memerlukan situasi, kondisi, dan lingkungan yang sehat. Oleh karena itu, kondisi lingkungan perlu benar-benar diperhatikan agar tidak merusak kesehatan. Kesehatan lingkungan harus dipelihara agar mendukung kesehatan setiap orang yang hidup di sekitarnya. Memelihara berarti menjaga kebersihannya. Lingkungan kotor dapat menjadi sumber penyakit.
Dalam memelihara kebersihan dan kesehatan lingkungan ada 3 faktor yang harus- pertama-tama diperhatikan, yaitu :
a. Tersedianya air bersih
b. Pembuangan sampah dan air limbah
c. Menjaga kebersihan dan kesehatan kamar mandi, jamban atau WC .
Selain faktor tersebut, kualitas udara perlu juga mendapat perhatian. Karena kualitas udara dalam suatu ruangan merupakan ukuran dari keamanan setiap orang yang berada atau bekerja di ruangan tersebut.
4. Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala
Selain hal-hal yang perlu kita lakukan dalam rangka memelihara kesehatan diri kita sendiri, ada satu hal yang perlu kita lakukan juga, yaitu pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan pemeriksaan kesehatan ini maka kemungkinan adanya gangguan kesehatan atau gangguan penyakit akan diketahui lebih dini atau lebih awal. Sehingga pengobatannya akan lebih mudah daripada bila penyakitnya sudah parah. Pemeriksaan kesehatan berkala dapat dilakukan melalui :
a. Pemeriksaan kesehatan berkala mandiri yang dilakukan oleh diri sendiri.
b. Pemeriksaan kesehatan berkala dengan memeriksakan diri pada tempat-tempat pelayanan kesehatan yang ada (rumah sakit, klinik)
5. Menghindari kebiasaan buruk yang merugikan kesehatan
Beberapa kebiasaan buruk yang perlu dlhlndarl adalah
a. Merokok
b. Minum alkohol dan obat terlarang (narkotika dan zat adiktif)
c. Kebiasaan yang memungkinkan tertularnya penyakit
C. Penutup
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan adalah semboyan yang paling tepat dalam usaha kesehatan masyarakat sekaligus dalam meningkatkan status kesehatan. Salah satu upaya dalam meningkatkan kesehatan adalah melalui pendidikan kesehatan dan penerapan pola hidup sehat. Pendidikan kesehatan dan penerapan pola hidup sehat yang sudah dibina sejak dini pada setiap manusia Indonesia akan menghasilkan generasi masa depan yang berkualitas, baik mental maupun fisik,seperti kata pepatah .”Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat"'.
Saat ini, sudah saatnyalah kita menanamkan pola pikir paradigma sehat, seperti yang diinginkan oleh visi pembangunan kesehatan masa depan, pada seluruh masyarakat, khususnya penentu kebijakan.
Label:
Pendidikan
Senin, 28 Desember 2009
PEMANASAN LAUT
BAB I
PENDAHULUAN
Tidak semua ilmuwan setuju tentang keadaan dan akibat dari pemanasan global. Beberapa pengamat masih mempertanyakan apakah temperatur benar-benar meningkat. Yang lainnya mengakui perubahan yang telah terjadi tetapi tetap membantah bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang keadaan di masa depan. Kritikan seperti ini juga dapat membantah bukti-bukti yang menunjukkan kontribusi manusia terhadap pemanasan global dengan berargumen bahwa siklus alami dapat juga meningkatkan temperatur. Mereka juga menunjukkan fakta-fakta bahwa pemanasan berkelanjutan dapat menguntungkan di beberapa daerah.
Para ilmuwan yang mempertanyakan pemanasan global cenderung menunjukkan tiga perbedaan yang masih dipertanyakan antara prediksi model pemanasan global dengan perilaku sebenarnya yang terjadi pada iklim. Pertama, pemanasan cenderung berhenti selama tiga dekade pada pertengahan abad ke-20; bahkan ada masa pendinginan sebelum naik kembali pada tahun 1970-an. Kedua, jumlah total pemanasan selama abad ke-20 hanya separuh dari yang diprediksi oleh model. Ketiga, troposfer, lapisan atmosfer terendah, tidak memanas secepat prediksi model. Akan tetapi, pendukung adanya pemanasan global yakin dapat menjawab dua dari tiga pertanyaan tersebut.
BAB II
PEMANASAN LAUT
2.1. Pengertian.
Pemanasan laut adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
2.2. Pemanasan Laut Picu Penyusutan Es di Samudra Kutub Utara
Sekelompok peneliti, mengatakan penyusutan drastis lapisan es di Samudra Kutub Utara dari 1997 sampai 1998, dipicu oleh oleh arus air hangat ke daerah itu dari Samudra Pasifik, bukan akibat dampak atmosfir sebagaimana diperkirakan sebelumnya.
Para ilmuwan mulanya percaya bahwa perubahan dalam pembagian tekanan atmosfir mendorong makin banyak lapisan es ke Samudra Kutub Utara, tapi yang lain mempertanyakan teori tersebut karena lapisan es tak pernah bertambah bahkan setelah pembagian atmosfir mengalami perubahan sejak itu.
Kelompok tersebut menyatakan temperatur air di Samudra Kutub Utara di pantai Alaska utara naik sekitar 4 derajat Celsius dari tahun sebelumnya, selama priode Agustus-Desember 1997, sekitar masa yang sama dengan ketika lapisan es menyusut drastis. Air dari Samudra Pasifik memanas di bagian timur Laut Bering, akibat terjadinya fenomena El Nino saat itu, kata kelompok tersebut.
Kelompok itu menyimpulkan, bahwa arus air hangat tersebut merupakan penyebab penyusutan lapisan es karena itu hanya menjadi bukti di daerah tempat air laut yang hangat mengalir masuk.
Segera setelah lapisan es menyusut, peristiwa tersebut akan menambah kuat arus laut yang membawa air hangat Pasifik ke bagian tengah Semudra Kutub Utara, sehingga memperpanjang keadaan yang menambah sulit pembentukan lapisan es. Karena itu lah, jumlah lapisan es belum pulih sampai sekarang, kata kelompok tersebut.
"Selama lapisan es tak pulih, keadaan itu akan mengubah pembagian tekanan atmosfir di atasnya, dan takkan membawa udara dingin bahkan pada musim dingin, kejadian yang mungkin berdampak pada cuaca di Jepang," kata Shimada.
2.3. Penyebab Pemanasan Laut (Global).
a. Efek rumah kaca.
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
b. Efek umpan balik.
Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.
Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.
Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.
2.4. Mengukur Pemanasan Laut (Global).
Hasil pengukuran konsentrasi CO2 di Mauna Loa
Pada awal 1896, para ilmuan beranggapan bahwa membakar bahan bakar fosil akan mengubah komposisi atmosfer dan dapat meningkatkan temperatur rata-rata global. Hipotesis ini dikonfirmasi tahun 1957 ketika para peneliti yang bekerja pada program penelitian global yaitu International Geophysical Year, mengambil sampel atmosfer dari puncak gunung Mauna Loa di Hawai.
Hasil pengukurannya menunjukkan terjadi peningkatan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer. Setelah itu, komposisi dari atmosfer terus diukur dengan cermat. Data-data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa memang terjadi peningkatan konsentrasi dari gas-gas rumah kaca di atmosfer.
Para ilmuan juga telah lama menduga bahwa iklim global semakin menghangat, tetapi mereka tidak mampu memberikan bukti-bukti yang tepat. Temperatur terus bervariasi dari waktu ke waktu dan dari lokasi yang satu ke lokasi lainnya. Perlu bertahun-tahun pengamatan iklim untuk memperoleh data-data yang menunjukkan suatu kecenderungan (trend) yang jelas. Catatan pada akhir 1980-an agak memperlihatkan kecenderungan penghangatan ini, akan tetapi data statistik ini hanya sedikit dan tidak dapat dipercaya.
2.5. Dampak Pemanasan Laut (Global).
Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.
2.6. Peningkatan Permukaan Laut.
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.
Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.
2.7. Pemanasan Global Rusak Jaringan Makanan Di Laut
Pemanasan global menaikkan tingkat "keasaman samudra" dan merusak sebagian organisme hidup paling penting dalam jaringan makanan di laut, demikian peringatan beberapa ilmuwan AS.
Lautan di dunia sekarang menyerap jutaan ton gas pemanasan global setiap tahun, sehingga membantu memperlambat langkah perubahan iklim, tapi manfaat itu kini jauh tertekan oleh perubahan ekstrem yang merusak dalam susunan kimia air akibat pemanasan global, demikian antara lain isi dua studi yang disiarkan di dalam jurnal Science di Los Angeles.
"Meskipun perubahan tersebut menakutkan, hampir tidak mungkin untuk meramalkan bagaimana peningkatan keasaman yang tak pernah terjadi sebelumnya ini akan mempengaruhi seluruh ekosistem," kata Ken Caldeira, ahli atmosfir dari Departmen of Global Ecology di Carnegie Institute, Stanford.
Kemudian, saat gas itu bercampur dengan air laut, gas tersebut berubah jadi karbon asid, dan ketika keasaman air menjadi cukup kuat, itu dapat melarutkan sel-sel kalsium karbonat dari banyak hewan paling penting di laut.
Asam itu dapat membahayakan semua jenis hewan laut, dari kerang plankton mikroskopik hingga paruh cumi-cumi raksasa.
Beberapa ilmuwan sudah melaporkan kerusakan parah yang diakibatkan oleh keamanan air laut pada karang, baik karang laut dangkal di daerah tropis hingga karang laut dalam yang tak banyak diketahui di samudra udara --yang juga memerlukan kalsium karbonat untuk membangun rumah kerangka tulangnya.
2.8. Pemanasan Laut Merusak Terumbu Karang.
Suhu Laut Karibia telah mencapai titik tertinggi tahunannya dua bulan sebelum waktunya - sebuah sinyal terumbu karang kemungkinan mengalami gangguan akibat meluasnya kerusakan yang sama tahun lalu.
Peneliti khawatir musim panas lainnya dapat mengganggu terumbu karang yang sedang merecover dirinya dari tahun lalu, ketika lebih dari 40 persen terumbu karang mati dalam pemanasan yang abnormal sekitar Pulau Virgin, AS.
Suhu lautan yang tinggi akan membuat terumbu karang stress, dan mendorong kematian dini. Kalangan ilmuwan sendiri tidak mencatat apa yang ada di balik pemanasan suhu lautan itu namun beberapa diantara mereka berspekulasi bahwa hal itu disebabkan oleh kemanasan global.
Terumbu karang merupakan habitat untuk ikan, udang dan binatang lain. Mereka juga bisa berlindung dari arus laut Karibia sehingga tidak dihempaskan ke pantai. Sebuah catatan sembilan persen elkhorn coral - sangat penting bagi terumbu karang - mati tahun lalu di Kepulauan Virgin, dan kebanyakan lainnya mengalami kerusakan. Elshorn merupakan satu-satunya coral yang mengalami pertumbuhan paling cepat yaitu 8 inchi per tahun, berbeda dengan varietas lain yang kurang dari seinchi setahun.
Jutaan orang mengunjungi Karibia setiap tahunnya untuk melakukan selam di sepanjang terumbu karang, yang merupakan bagian dari industri pariwisata multi-miliar dolar.
2.9. Pemanasan Global Membuat Laut Tidak Asin Lagi
Semua orang tahu bahwa air laut tidak enak diminum langsung karena asin. Tapi tanpa kita sadari kandungan garam di lautan sebenarnya sedang menurun. Ini merupakan tanda-tanda yang bisa berakibat buruk, yang sejauh ini belum bisa diramalkan secara pasti.
Sejak akhir tahun 1960-an, sebagian besar air Samudra Atlantik Utara menjadi kurang asin. Penyebabnya adalah peningkatan jumlah air tawar yang masuk ke laut akibat pemanasan global. Kini untuk pertama kalinya para peneliti mengukur aliran air tawar yang masuk, memungkinkan mereka untuk memperkirakan efek jangka panjang terhadap lautan dunia.
Menurut para peneliti, perubahan iklim di belahan Bumi utara telah melelehkan gletser dan membawa lebih banyak hujan. Ini menyebabkan lebih banyak air tawar mengalir ke laut. Akibat langsungnya adalah kenaikan permukaan air laut dan tenggelamnya wilayah pesisir. Tetapi itu belum semua. Masih ada efek samping lainnya. "Hujan dan aliran air di wilayah tinggi telah meningkat," kata Ruth Curry dari Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI). "Selama dekade terakhir, air tawar telah terkumpul di lapisan Laut Nordic bagian atas, terutama hingga kedalaman 1.000 meter. Ini adalah sesuatu yang harus diwaspadai."
Karena air dengan kadar garam rendah itu kurang padat, maka menambahkan air tawar ke laut bisa mempengaruhi alirannya - seperti sistem arus Atlantik yang mempertemukan air dingin dari wilayah Artik dengan air hangat dari daerah tropis.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada.
3.2. Saran.
Dengan adanya makalah ini semoga dapat membantu mahasiswa/i dalam menyelesaikan masalah pemanasan laut serta menjaga kelestarian laut dan apapun yang ada di permukaan bumi ini.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.geografiana.com/dunia/fisik/ilmuwan-pemanasan-laut-merusak-terumbu-karang
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
http://www.antara.co.id/arc/2008/7/5/ilmuwan-pemanasan-global-rusak-jaringan-makanan-di-laut/
http://www.geografiana.com/dunia/fisik/ilmuwan-pemanasan-laut-merusak-terumbu-karang
PENDAHULUAN
Tidak semua ilmuwan setuju tentang keadaan dan akibat dari pemanasan global. Beberapa pengamat masih mempertanyakan apakah temperatur benar-benar meningkat. Yang lainnya mengakui perubahan yang telah terjadi tetapi tetap membantah bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang keadaan di masa depan. Kritikan seperti ini juga dapat membantah bukti-bukti yang menunjukkan kontribusi manusia terhadap pemanasan global dengan berargumen bahwa siklus alami dapat juga meningkatkan temperatur. Mereka juga menunjukkan fakta-fakta bahwa pemanasan berkelanjutan dapat menguntungkan di beberapa daerah.
Para ilmuwan yang mempertanyakan pemanasan global cenderung menunjukkan tiga perbedaan yang masih dipertanyakan antara prediksi model pemanasan global dengan perilaku sebenarnya yang terjadi pada iklim. Pertama, pemanasan cenderung berhenti selama tiga dekade pada pertengahan abad ke-20; bahkan ada masa pendinginan sebelum naik kembali pada tahun 1970-an. Kedua, jumlah total pemanasan selama abad ke-20 hanya separuh dari yang diprediksi oleh model. Ketiga, troposfer, lapisan atmosfer terendah, tidak memanas secepat prediksi model. Akan tetapi, pendukung adanya pemanasan global yakin dapat menjawab dua dari tiga pertanyaan tersebut.
BAB II
PEMANASAN LAUT
2.1. Pengertian.
Pemanasan laut adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
2.2. Pemanasan Laut Picu Penyusutan Es di Samudra Kutub Utara
Sekelompok peneliti, mengatakan penyusutan drastis lapisan es di Samudra Kutub Utara dari 1997 sampai 1998, dipicu oleh oleh arus air hangat ke daerah itu dari Samudra Pasifik, bukan akibat dampak atmosfir sebagaimana diperkirakan sebelumnya.
Para ilmuwan mulanya percaya bahwa perubahan dalam pembagian tekanan atmosfir mendorong makin banyak lapisan es ke Samudra Kutub Utara, tapi yang lain mempertanyakan teori tersebut karena lapisan es tak pernah bertambah bahkan setelah pembagian atmosfir mengalami perubahan sejak itu.
Kelompok tersebut menyatakan temperatur air di Samudra Kutub Utara di pantai Alaska utara naik sekitar 4 derajat Celsius dari tahun sebelumnya, selama priode Agustus-Desember 1997, sekitar masa yang sama dengan ketika lapisan es menyusut drastis. Air dari Samudra Pasifik memanas di bagian timur Laut Bering, akibat terjadinya fenomena El Nino saat itu, kata kelompok tersebut.
Kelompok itu menyimpulkan, bahwa arus air hangat tersebut merupakan penyebab penyusutan lapisan es karena itu hanya menjadi bukti di daerah tempat air laut yang hangat mengalir masuk.
Segera setelah lapisan es menyusut, peristiwa tersebut akan menambah kuat arus laut yang membawa air hangat Pasifik ke bagian tengah Semudra Kutub Utara, sehingga memperpanjang keadaan yang menambah sulit pembentukan lapisan es. Karena itu lah, jumlah lapisan es belum pulih sampai sekarang, kata kelompok tersebut.
"Selama lapisan es tak pulih, keadaan itu akan mengubah pembagian tekanan atmosfir di atasnya, dan takkan membawa udara dingin bahkan pada musim dingin, kejadian yang mungkin berdampak pada cuaca di Jepang," kata Shimada.
2.3. Penyebab Pemanasan Laut (Global).
a. Efek rumah kaca.
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
b. Efek umpan balik.
Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.
Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.
Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.
2.4. Mengukur Pemanasan Laut (Global).
Hasil pengukuran konsentrasi CO2 di Mauna Loa
Pada awal 1896, para ilmuan beranggapan bahwa membakar bahan bakar fosil akan mengubah komposisi atmosfer dan dapat meningkatkan temperatur rata-rata global. Hipotesis ini dikonfirmasi tahun 1957 ketika para peneliti yang bekerja pada program penelitian global yaitu International Geophysical Year, mengambil sampel atmosfer dari puncak gunung Mauna Loa di Hawai.
Hasil pengukurannya menunjukkan terjadi peningkatan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer. Setelah itu, komposisi dari atmosfer terus diukur dengan cermat. Data-data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa memang terjadi peningkatan konsentrasi dari gas-gas rumah kaca di atmosfer.
Para ilmuan juga telah lama menduga bahwa iklim global semakin menghangat, tetapi mereka tidak mampu memberikan bukti-bukti yang tepat. Temperatur terus bervariasi dari waktu ke waktu dan dari lokasi yang satu ke lokasi lainnya. Perlu bertahun-tahun pengamatan iklim untuk memperoleh data-data yang menunjukkan suatu kecenderungan (trend) yang jelas. Catatan pada akhir 1980-an agak memperlihatkan kecenderungan penghangatan ini, akan tetapi data statistik ini hanya sedikit dan tidak dapat dipercaya.
2.5. Dampak Pemanasan Laut (Global).
Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.
2.6. Peningkatan Permukaan Laut.
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.
Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.
2.7. Pemanasan Global Rusak Jaringan Makanan Di Laut
Pemanasan global menaikkan tingkat "keasaman samudra" dan merusak sebagian organisme hidup paling penting dalam jaringan makanan di laut, demikian peringatan beberapa ilmuwan AS.
Lautan di dunia sekarang menyerap jutaan ton gas pemanasan global setiap tahun, sehingga membantu memperlambat langkah perubahan iklim, tapi manfaat itu kini jauh tertekan oleh perubahan ekstrem yang merusak dalam susunan kimia air akibat pemanasan global, demikian antara lain isi dua studi yang disiarkan di dalam jurnal Science di Los Angeles.
"Meskipun perubahan tersebut menakutkan, hampir tidak mungkin untuk meramalkan bagaimana peningkatan keasaman yang tak pernah terjadi sebelumnya ini akan mempengaruhi seluruh ekosistem," kata Ken Caldeira, ahli atmosfir dari Departmen of Global Ecology di Carnegie Institute, Stanford.
Kemudian, saat gas itu bercampur dengan air laut, gas tersebut berubah jadi karbon asid, dan ketika keasaman air menjadi cukup kuat, itu dapat melarutkan sel-sel kalsium karbonat dari banyak hewan paling penting di laut.
Asam itu dapat membahayakan semua jenis hewan laut, dari kerang plankton mikroskopik hingga paruh cumi-cumi raksasa.
Beberapa ilmuwan sudah melaporkan kerusakan parah yang diakibatkan oleh keamanan air laut pada karang, baik karang laut dangkal di daerah tropis hingga karang laut dalam yang tak banyak diketahui di samudra udara --yang juga memerlukan kalsium karbonat untuk membangun rumah kerangka tulangnya.
2.8. Pemanasan Laut Merusak Terumbu Karang.
Suhu Laut Karibia telah mencapai titik tertinggi tahunannya dua bulan sebelum waktunya - sebuah sinyal terumbu karang kemungkinan mengalami gangguan akibat meluasnya kerusakan yang sama tahun lalu.
Peneliti khawatir musim panas lainnya dapat mengganggu terumbu karang yang sedang merecover dirinya dari tahun lalu, ketika lebih dari 40 persen terumbu karang mati dalam pemanasan yang abnormal sekitar Pulau Virgin, AS.
Suhu lautan yang tinggi akan membuat terumbu karang stress, dan mendorong kematian dini. Kalangan ilmuwan sendiri tidak mencatat apa yang ada di balik pemanasan suhu lautan itu namun beberapa diantara mereka berspekulasi bahwa hal itu disebabkan oleh kemanasan global.
Terumbu karang merupakan habitat untuk ikan, udang dan binatang lain. Mereka juga bisa berlindung dari arus laut Karibia sehingga tidak dihempaskan ke pantai. Sebuah catatan sembilan persen elkhorn coral - sangat penting bagi terumbu karang - mati tahun lalu di Kepulauan Virgin, dan kebanyakan lainnya mengalami kerusakan. Elshorn merupakan satu-satunya coral yang mengalami pertumbuhan paling cepat yaitu 8 inchi per tahun, berbeda dengan varietas lain yang kurang dari seinchi setahun.
Jutaan orang mengunjungi Karibia setiap tahunnya untuk melakukan selam di sepanjang terumbu karang, yang merupakan bagian dari industri pariwisata multi-miliar dolar.
2.9. Pemanasan Global Membuat Laut Tidak Asin Lagi
Semua orang tahu bahwa air laut tidak enak diminum langsung karena asin. Tapi tanpa kita sadari kandungan garam di lautan sebenarnya sedang menurun. Ini merupakan tanda-tanda yang bisa berakibat buruk, yang sejauh ini belum bisa diramalkan secara pasti.
Sejak akhir tahun 1960-an, sebagian besar air Samudra Atlantik Utara menjadi kurang asin. Penyebabnya adalah peningkatan jumlah air tawar yang masuk ke laut akibat pemanasan global. Kini untuk pertama kalinya para peneliti mengukur aliran air tawar yang masuk, memungkinkan mereka untuk memperkirakan efek jangka panjang terhadap lautan dunia.
Menurut para peneliti, perubahan iklim di belahan Bumi utara telah melelehkan gletser dan membawa lebih banyak hujan. Ini menyebabkan lebih banyak air tawar mengalir ke laut. Akibat langsungnya adalah kenaikan permukaan air laut dan tenggelamnya wilayah pesisir. Tetapi itu belum semua. Masih ada efek samping lainnya. "Hujan dan aliran air di wilayah tinggi telah meningkat," kata Ruth Curry dari Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI). "Selama dekade terakhir, air tawar telah terkumpul di lapisan Laut Nordic bagian atas, terutama hingga kedalaman 1.000 meter. Ini adalah sesuatu yang harus diwaspadai."
Karena air dengan kadar garam rendah itu kurang padat, maka menambahkan air tawar ke laut bisa mempengaruhi alirannya - seperti sistem arus Atlantik yang mempertemukan air dingin dari wilayah Artik dengan air hangat dari daerah tropis.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada.
3.2. Saran.
Dengan adanya makalah ini semoga dapat membantu mahasiswa/i dalam menyelesaikan masalah pemanasan laut serta menjaga kelestarian laut dan apapun yang ada di permukaan bumi ini.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.geografiana.com/dunia/fisik/ilmuwan-pemanasan-laut-merusak-terumbu-karang
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
http://www.antara.co.id/arc/2008/7/5/ilmuwan-pemanasan-global-rusak-jaringan-makanan-di-laut/
http://www.geografiana.com/dunia/fisik/ilmuwan-pemanasan-laut-merusak-terumbu-karang
Label:
Pendidikan
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI INTEGRAL (TERBUKA)
A. Arti Ideologi Terbuka
Ciri khas ideologi terbuka ialah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya sendiri. Dasarnya dari konsensus masyarakat, tidak diciptakan oleh negara, melainkan ditemukan dalam masyarakatnya sendiri. Oleh sebab itu, ideologi terbuka adalah milik dari semua rakyat dan masyarakat dapat menemukan dirinya di dalamnya. Ideologi terbuka bukan hanya dapat dibenarkan melainkan dibutuhkan. Nilai-nilai dasar menurut pandangan negara modern bahwa negara modern hidup dari nilai-nilai dan sikap-sikap dasarnya.
Ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal. Sumber semangat ideologi terbuka itu sebenarnya terdapat dalam Penjelasan Umum UUD 1945, yang menyatakan, “... terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnya dan mencabutnya“.
Selanjutnya dinyatakan, “... yang sangat penting dalam pemerintahan dan dalam hidupnya bernegara ialah semangat, semangat para penyelenggara negara, semangat para pemimpin pemerintahan“. Sehingga Hatta pernah berpendapat bahwa elite bangsa sendiri akan bisa lebih kejam daripada penjajah bila tidak dikontrol dengan demokrasi. Apakah di Indonesia sudah berjalan demokrasi yang kita dambakan ?.
Suatu ideologi yang wajar ialah bersumber dan berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafah hidup bangsa. Dengan demikian, ideologi tersebut akan dapat berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kecerdasan kehidupan bangsa. Hal ini adalah suatu prasyarat bagi suatu ideologi. Berbeda halnya dengan ideologi yang diimpor, yang akan bersifat tidak wajar (artifisial) dan sedikit banyak memerlukan pemaksaan oleh sekelompok kecil manusia (minoritas) yang mengimpor ideologi tersebut. Dengan demikian, ideologi tersebut menjadi bersifat tertutup.
Pancasila berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafah bangsa, sehingga memenuhi prasyarat sebagai suatu ideologi terbuka. Sekalipun suatu ideologi itu bersifat terbuka, tidak berarti bahwa keterbukaannya adalah sebegitu rupa sehingga dapat memusnahkan atau meniadakan ideologi itu sendiri, yang merupakan suatu yang tidak logis. Suatu ideologi sebagai suatu rangkuman gagasan-gagasan dasar yang terpadu dan bulat tanpa kontradiksi atau saling bertentangan dalam aspek-aspeknya. Pada hakikatnya berupa suatu tata nilai, dimana nilai dapat kita rumuskan sebagai hal ikhwal buruk baiknya sesuatu. Yang dalam hal ini ialah apa yang dicita-citakan.
Pancasila dilihat dari sifat- sifat dasarnya, dapat dikatakan sebagai ideologi terbuka. Pancasila Sebagai ideologi terbuka memiliki dimensi- dimensi idealitas, normatif dan realitas. Rumusan- rumusan pancasila sebagai ideologi terbuka bersifat umum, universal, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUd 1945.
B. Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Pancasila
Faktor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi Pancasila adalah sebagai berikut :
1. Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat.
2. Kenyataan menunjukkan, bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
3. Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau.
4. Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional
Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual dalam dunia modern. Kita mengenal ada tiga tingkat nilai, yaitu nilai dasar yang tidak berubah, nilai instrumental sebagai sarana mewujudkan nilai dasar yang dapat berubah sesuai keadaan dan nilai praktis berupa pelaksanaan secara nyata yang sesungguhnya. Nilai-nilai Pancasila dijabarkan dalam norma - norma dasar Pancasila yang terkandung dan tercermin dalam Pembukaan UUD 1945.
Nilai atau norma dasar yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 ini tidak boleh berubah atau diubah. Karena itu adalah pilihan dan hasil konsensus bangsa yang disebut kaidah pokok dasar negara yang fundamental (Staatsfundamentealnorm). Perwujudan atau pelaksanaan nilai-nilai instrumental dan nilai-nilai praktis harus tetap mengandung jiwa dan semangat yang sama dengan nilai dasarnya.
Kebenaran pola pikir seperti yang terurai di atas adalah sesuai dengan ideologi yang memiliki tiga dimensi penting yaitu Dimensi Realitas, Dimensi Idealisme dan Dimensi Fleksibilitas.
C. Batas-batas Keterbukaan Ideologi Pancasila
Sungguhpun demikian, keterbukaan ideologi Pancasila ada batas-batasnya yang tidak boleh dilanggar, yaitu sebagai berikut :
1. Stabilitas nasional yang dinamis.
2. Larangan terhadap ideologi marxisme, leninisme dan komunisme.
3. Mencegah berkembangnya paham liberal.
4. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang mengelisahkan kehidupan masyarakat.
5. Penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus.
D. Ciri-ciri Ideologi Terbuka
Ciri-ciri ideologi terbuka :
a. merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
b. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
c. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
d. Bersifat dinamis dan reformis.
E. Nilai-nilai yang Terkandung dalam Ideologi Terbuka
Menurut Kaelan, nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut :
a. Nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila.
b. Nilai instrumental, yang merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaanya.
c. Nilai praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.
Jadi, setiap negara berhak dalam memilih sistem pemerintahannya sendiri, Indonesia juga pernah menerapkan beberapa sistem pemerintahan. Namun, yang paling cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia adalah ideologi terbuka karena sinkron dengan sistem pemerintahan yang demokratis yang menjamin kebebasan warga negaranya dalam mengeluarkan pendapat sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 pasal 28.
F. Kesimpulan
Dari penjabaran pemahaman kerangka berfikir terhadap Pancasila ditinjau dari segi Ideologi Terbuka diatas, patutlah kiranya diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Pancasila sebagai ideologi nasional dapat diartikan sebagai suatu pemikiran yang memuat pandangan dasar dan cita-cita mengenai sejarah, manusia, masyarakat, recht dan negara Indonesia, yang bersumber dari kebudayaan Indonesia.
2. Pancasila merupakan nilai dan cita bangsa Indonesia yang tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat kita sendiri.
3. Sumber semangat ideologi terbuka itu sebenarnya terdapat dalam Penjelasan Umum UUD 1945.
4. Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual dalam dunia modern.
5. Sungguhpun demikian, keterbukaan ideologi Pancasila ada batas-batasnya yang tidak boleh dilanggar. Sehingga ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka sebenarnya sangat relevan dengan suasana pemikiran di alam reformasi ini yang menuntuk transparansi di segala bidang namun masih tetap menjunjung kaidah nilai dan norma kita sebagai bangsa timur yang beradab. Namun dalam kenyatannya di masyarakat masih ada yang berfikir seperti orde lama atau orde baru dikarenakan masih kuatnya doktrin dari penguasa terdahulu, bahkan tidak sedikit yang acuh terhadapnya.
DAFTAR PUSTAKA
http://mjieschool.multiply.com/journal/item/25/Pancasila_Sebagai_Ideologi_Terbuka_1
http://chocochipz.co.cc/education/pancasila-sebagai-ideologi-terbuka
http://khazanna032.wordpress.com/2009/07/16/pancasila-sebagai-ideologi-terbuka/
http://mukhtarom-ali.blogspot.com/2008/02/relevansi-pancasila-sebagai-ideologi.html
Ciri khas ideologi terbuka ialah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya sendiri. Dasarnya dari konsensus masyarakat, tidak diciptakan oleh negara, melainkan ditemukan dalam masyarakatnya sendiri. Oleh sebab itu, ideologi terbuka adalah milik dari semua rakyat dan masyarakat dapat menemukan dirinya di dalamnya. Ideologi terbuka bukan hanya dapat dibenarkan melainkan dibutuhkan. Nilai-nilai dasar menurut pandangan negara modern bahwa negara modern hidup dari nilai-nilai dan sikap-sikap dasarnya.
Ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal. Sumber semangat ideologi terbuka itu sebenarnya terdapat dalam Penjelasan Umum UUD 1945, yang menyatakan, “... terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnya dan mencabutnya“.
Selanjutnya dinyatakan, “... yang sangat penting dalam pemerintahan dan dalam hidupnya bernegara ialah semangat, semangat para penyelenggara negara, semangat para pemimpin pemerintahan“. Sehingga Hatta pernah berpendapat bahwa elite bangsa sendiri akan bisa lebih kejam daripada penjajah bila tidak dikontrol dengan demokrasi. Apakah di Indonesia sudah berjalan demokrasi yang kita dambakan ?.
Suatu ideologi yang wajar ialah bersumber dan berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafah hidup bangsa. Dengan demikian, ideologi tersebut akan dapat berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kecerdasan kehidupan bangsa. Hal ini adalah suatu prasyarat bagi suatu ideologi. Berbeda halnya dengan ideologi yang diimpor, yang akan bersifat tidak wajar (artifisial) dan sedikit banyak memerlukan pemaksaan oleh sekelompok kecil manusia (minoritas) yang mengimpor ideologi tersebut. Dengan demikian, ideologi tersebut menjadi bersifat tertutup.
Pancasila berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafah bangsa, sehingga memenuhi prasyarat sebagai suatu ideologi terbuka. Sekalipun suatu ideologi itu bersifat terbuka, tidak berarti bahwa keterbukaannya adalah sebegitu rupa sehingga dapat memusnahkan atau meniadakan ideologi itu sendiri, yang merupakan suatu yang tidak logis. Suatu ideologi sebagai suatu rangkuman gagasan-gagasan dasar yang terpadu dan bulat tanpa kontradiksi atau saling bertentangan dalam aspek-aspeknya. Pada hakikatnya berupa suatu tata nilai, dimana nilai dapat kita rumuskan sebagai hal ikhwal buruk baiknya sesuatu. Yang dalam hal ini ialah apa yang dicita-citakan.
Pancasila dilihat dari sifat- sifat dasarnya, dapat dikatakan sebagai ideologi terbuka. Pancasila Sebagai ideologi terbuka memiliki dimensi- dimensi idealitas, normatif dan realitas. Rumusan- rumusan pancasila sebagai ideologi terbuka bersifat umum, universal, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUd 1945.
B. Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Pancasila
Faktor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi Pancasila adalah sebagai berikut :
1. Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat.
2. Kenyataan menunjukkan, bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
3. Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau.
4. Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional
Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual dalam dunia modern. Kita mengenal ada tiga tingkat nilai, yaitu nilai dasar yang tidak berubah, nilai instrumental sebagai sarana mewujudkan nilai dasar yang dapat berubah sesuai keadaan dan nilai praktis berupa pelaksanaan secara nyata yang sesungguhnya. Nilai-nilai Pancasila dijabarkan dalam norma - norma dasar Pancasila yang terkandung dan tercermin dalam Pembukaan UUD 1945.
Nilai atau norma dasar yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 ini tidak boleh berubah atau diubah. Karena itu adalah pilihan dan hasil konsensus bangsa yang disebut kaidah pokok dasar negara yang fundamental (Staatsfundamentealnorm). Perwujudan atau pelaksanaan nilai-nilai instrumental dan nilai-nilai praktis harus tetap mengandung jiwa dan semangat yang sama dengan nilai dasarnya.
Kebenaran pola pikir seperti yang terurai di atas adalah sesuai dengan ideologi yang memiliki tiga dimensi penting yaitu Dimensi Realitas, Dimensi Idealisme dan Dimensi Fleksibilitas.
C. Batas-batas Keterbukaan Ideologi Pancasila
Sungguhpun demikian, keterbukaan ideologi Pancasila ada batas-batasnya yang tidak boleh dilanggar, yaitu sebagai berikut :
1. Stabilitas nasional yang dinamis.
2. Larangan terhadap ideologi marxisme, leninisme dan komunisme.
3. Mencegah berkembangnya paham liberal.
4. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang mengelisahkan kehidupan masyarakat.
5. Penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus.
D. Ciri-ciri Ideologi Terbuka
Ciri-ciri ideologi terbuka :
a. merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
b. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
c. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
d. Bersifat dinamis dan reformis.
E. Nilai-nilai yang Terkandung dalam Ideologi Terbuka
Menurut Kaelan, nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut :
a. Nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila.
b. Nilai instrumental, yang merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaanya.
c. Nilai praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.
Jadi, setiap negara berhak dalam memilih sistem pemerintahannya sendiri, Indonesia juga pernah menerapkan beberapa sistem pemerintahan. Namun, yang paling cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia adalah ideologi terbuka karena sinkron dengan sistem pemerintahan yang demokratis yang menjamin kebebasan warga negaranya dalam mengeluarkan pendapat sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 pasal 28.
F. Kesimpulan
Dari penjabaran pemahaman kerangka berfikir terhadap Pancasila ditinjau dari segi Ideologi Terbuka diatas, patutlah kiranya diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Pancasila sebagai ideologi nasional dapat diartikan sebagai suatu pemikiran yang memuat pandangan dasar dan cita-cita mengenai sejarah, manusia, masyarakat, recht dan negara Indonesia, yang bersumber dari kebudayaan Indonesia.
2. Pancasila merupakan nilai dan cita bangsa Indonesia yang tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat kita sendiri.
3. Sumber semangat ideologi terbuka itu sebenarnya terdapat dalam Penjelasan Umum UUD 1945.
4. Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual dalam dunia modern.
5. Sungguhpun demikian, keterbukaan ideologi Pancasila ada batas-batasnya yang tidak boleh dilanggar. Sehingga ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka sebenarnya sangat relevan dengan suasana pemikiran di alam reformasi ini yang menuntuk transparansi di segala bidang namun masih tetap menjunjung kaidah nilai dan norma kita sebagai bangsa timur yang beradab. Namun dalam kenyatannya di masyarakat masih ada yang berfikir seperti orde lama atau orde baru dikarenakan masih kuatnya doktrin dari penguasa terdahulu, bahkan tidak sedikit yang acuh terhadapnya.
DAFTAR PUSTAKA
http://mjieschool.multiply.com/journal/item/25/Pancasila_Sebagai_Ideologi_Terbuka_1
http://chocochipz.co.cc/education/pancasila-sebagai-ideologi-terbuka
http://khazanna032.wordpress.com/2009/07/16/pancasila-sebagai-ideologi-terbuka/
http://mukhtarom-ali.blogspot.com/2008/02/relevansi-pancasila-sebagai-ideologi.html
OLAHRAGA
I. Nama-nama cabang olahraga
1. Anggar
2. Atletik
3. Baseball
4. Berkuda
5. Berlayar
6. Billiar
7. Binaraga
8. Bola Basket
9. Bola Voli
10. Boling
11. Bulu Tangkis
12. Catur
13. Dayung
14. Judo
15. Karate
16. Kempo
17. Menembak
18. Motor
19. Olahraga Air
20. Olahraga KORPRI
21. Olahraga Mahasiswa
22. Olahraga Pelajar
23. Olahraga Sepeda
24. Olahraga Wanita
25. Panahan
26. Panjat Tebing
27. Pencak Silat
28. Selam
29. Senam
30. Sepak Takraw
31. Sepakbola
32. Taekwondo
33. Tarung Derajat
34. Tenis
35. Tenis Meja
36. Tinju
37. Wartawan Olahraga
Pengertian Olahraga
Makna olahraga menurut ensiklopedia Indonesia adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan. Sedangkan dalam Webster’s New Collegiate Dictonary (1980) yaitu ikut serta dalam aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan, dan aktivitas khusus seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan (athletic games di Amerika Serikat).
Menurut Cholik Mutohir olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan, dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.
Untuk penjelasan pengertian olahraga menurut Edward (1973) olahraga harus bergerak dari konsep bermain, games, dan sport. Ruang lingkup bermain mempunyai karakteristik antara lain :
a. terpisah dari rutinitas,
b. bebas
c. tidak produktif
d. menggunakan peraturan yang tidak baku.
Ruang lingkup pada games mempunyai karakteristik :
a. ada kompetisi
b. hasil ditentukan oleh keterampilan fisik, strategi, kesempatan
Sedangkan ruang lingkup sport; permainan yang dilembagakan.
Bermain dan Olahraga
Olahraga di pihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif. Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-mata suatu bentuk permainan yang terorganisasi, yang menempatkannya lebih dekat dengan istilah pendidikan jasmani. Akan tetapi, pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional, olahraga melibatkan aktivitas kompetitif.
Olahraga adalah aktivitas kompetitif. Kita tidak dapt mengartikan olahraga tanpa memikirkan kompetisi, sehingga tanpa kompetisi itu, olahraga berubah menjadi semata-mata bermain atau rekreasi. Bermain, karenanya pada satu saat menjadi olahraga, tetapi sebaliknya, olahraga tidak pernah hanya semata-mata bermain; karena aspek kompetitif teramat penting dalam hakikatnya.
Bermain, olahraga dan pendidikan jasmani melibatkan bentuk-bentuk gerakan, dan ketiganya dapat melumat secara pas dalam konteks pendidikan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kependidikan. Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan, seperti juga olahraga tetap eksis tanpa ada tujuan kependidikan. Misalnya, olahraga profesional (di Amerika umumnya disebut Athletics) dianggap tidak punya misi kependidikan apa-apa, tetapi tetap disebut sebagai olahraga. Olahraga dan bermain dapat eksis meskipun secara murni untuk kepentingan kesenangan, untuk kepentingan pendidikan, atau untuk kombinasi keduanya. Kesenangan dan pendidikan tidak harus dipisahkan secara ekslusif, keduanya dapat dan harus beriringan bersama.
Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotorik, kognitif, dan afektif setiap siswa.
II. Nama Organisasi Cabang Olahraga
1. FASI = Federasi Aero Sport Indonesia
2. IKASI = Persatuan Anggar Seluruh Indonesia
3. PASI = Persatuan Atletik Seluruh Indonesia
4. PERBASASI = Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia
5. PORDASI = Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia
6. PORLASI = Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia
7. POBSI = Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia
8. PABBSI = Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia
9. PERBASI = Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia
10. PBVSI = Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia
11. PBI = Persatuan Boling Indonesia
12. PBSI = Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia
13. PERCASI = Persatuan Catur Seluruh Indonesia
14. PODSI = Persatuan Olahraga Duyung Seluruh Indonesia
15. PDBI = Persatuan Drum Band Indonesia
16. PGI = Persatuan Golf Indonesia
17. PGSI = Persatuan Gulat Amatir Seluruh Indonesia
18. PJSI = Persatuan Judo Seluruh Indonesia
19. FORKI = Federasi Olahraga Karate-do Indonesia
20. GABSI = Gabungan Bridge Seluruh Indonesia
21. PERKEMI = Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia
22. KORI = Kesehatan Olahraga Seluruh Indonesia
23. PLBSI = Persatuan Liong & Barongsai Seluruh Indonesia
24. PERBAKIN = Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia
25. IMI = Ikatan Motor Indonesia
26. PRSI = Persatuan Renang Seluruh Indonesia
27. BPOC = Badan Pembina Olahraga Cacat
28. BAPOR KORPRI = Badan Pembina Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia
29. BAPOMI = Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia
30. BAPOPSI = Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia
31. ISSI = Ikatan Sport Sepeda Indonesia
32. PERWOSi = ersatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia
33. PERPANI = Persatuan Panahan Indonesia
34. FPTI = Federasi Panjat Tebing Indonesia
35. IPSI = Ikatan Pencak Silat Indonesia
36. POSSI = Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia
37. PERSANI = Persatuan Senam Indonesia
38. PSTI = Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia
39. PSSI = Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia
40. PERSEROSI = Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia
41. PSASI = Persatuan Ski Air Seluruh Indonesia
42. IODI = Ikatan Olahraga Dansa Indonesia
43. PSI = Persatuan Squash Indonesia
44. TI = Taekwondo Indonesia
45. KODRAT = Keluarga Olahraga Tarung Derajat
46. PELTI = Persatuan Tennis Lapangan Seluruh Indonesia
47. PTMSI = Persatuan Teis Meja Seluruh Indonesia
48. PERTINA = Persatuan Tinju Amatir Indonesia
49. SIWO PWI = Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia
III. Sejarah
1946
- Top organisasi olahraga membentuk Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) di Solo dengan Ketua Widodo Sosrodiningrat.
1947
- Organisasi olahraga membentuk Komite Olympiade Republik Indonesia (KORI) dengan Ketua Sri Sultan hamengkubuwono IX.
- KORI berubah menjadi Komite Olimpiade Indonesia (KOI)
1951
- PORI melebur ke dalam KOI
1952
- KOI diterima menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada tanggal 11 Maret.
1959
- Pemerintah membentuk Dewan Asian Games Indonesia (DAGI) untuk mempersiapkan penyelenggaraan Asian Games IV 1962, KOI sebagai badan pembantu DAGI dalam hubungan internasional.
1961
- Pemerintah membentuk Komite Gerakan Olahraga (KOGOR) untuk mempersiapkan pembentukan tim nasional Indonesia, top organisasi olahraga sebagai pelaksana teknis cabang olahraga yang bersangkutan.
1962
- Pemerintah membantu Departemen Olahraga (Depora) dengan menteri Maladi.
1964
- Pemerintah membentuk Dewan Olahraga Republik Indonesia (DORI), semua organisasi KOGOR, KOI, top organisasi dilebur ke dalam DORI.
1965
- Seketariat Bersama Top-top Organisasi Cabang Olahraga dibentuk pada tanggal 25 Desember, mengusulkan mengganti DORI menjadi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang mandiri dan bebas dari pengaruh politik.
1966
- Presiden Soekarno menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 143 A dan 156 A Tahun 1966 tentang pembentukan KONI sebagai ganti DORI, tetapi tidak dapat berfungsi karena tidak didukung oleh induk organisasi olahraga berkenaan situasi politik saat itu.
- Presiden Soeharto membubarkan Depora dan membentuk Direktorat Jenderal Olahraga dibawah Kementerian Pendidikan dan Kbudayaan.
- Induk organisasi olahraga membentuk KONI pada 31 Desember dengan Ketua Umum Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
- KOI diketuai oleh Sri Paku Alam VIII.
1967
- Presiden Soeharto mengukuhkan KONI dengan keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1967.
- Sri Paku Alam VIII mengundurkan diri sebagai ketua KOI, Jabatan Ketua KOI kemudian dirangkap oleh Ketua Umum KONI Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI M.F. Siregar dan Sekretaris KOI Soeworo.
- Soeworo meninggal, jabatan Sekretaris KOI dirangkap oleh Sekjen KONI M. F. Siregar. Sejak itu dalam AD/ART KONI yang disepakai dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas), KONI ibarat sekeping mata uang dua sisi yang ke dalam menjalankan tugasnya sebagai KONI dan ke luar berstatus sebagai KOI. IOC kemudian mengakui KONI sebagai NOC Indonesia.
2005
- Pemerintah dan DPR menerbitkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan memecah KONI menjadi KON dan KOI.
2007
- Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 16, 17 dan 18 Tahun 2007 sebagai peraturan pelaksanaan UU No. 3 Tahun 2005.
- KONI menyelenggarakan Musornas Luar Biasa (Musornaslub) pada 30 Juli yang membentuk Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan menyerahkan fungsi sebagai NOC Indonesia dari KONI kepada KOI kembali. Nama KONI tetap dipertahankan dan tidak diubah menjadi KON.
IV. Beberapa Macam Olahraga Yang Ada
A. Olahraga Modern
Beberapa cabang olahraga modern itu, misalnya :
1. Aggar
2. Angkat besi
3. Bulu tangkis.
4. Catur
5. Golf
6. Loncat indah
7. Menembak
8. Sepak Bola
9. Tenis
10. Tinju, dll
B. Olahraga Tradisional
Sejauh ini hanya di Indonesia yang mengenalkan jenis olahraga tradisional kepada public dalam negeri. Yang dimaksud tradisional adalah jenis olahraga yang timbul berdasar permainan dari masing-masing suku dan etnis yang ada di Indonesia. Dan cabang-cabang ini tidak semuanya dilombakan baik secara nasional maupun internasional.
Adapun cabang-cabang didalamnya adalah :
1. Sepak Takraw
2. Pencak silat
3. Karapan sapi
4. Egrang, dll
V. Berdasarkan Organ Tubuh
A. Olahraga Fisik/Otot
Sesuai dengan porsi dan latihan yang dilakukan, olahraga fisik atau otot ini lebih menitikberatkan pada ketahanan fisik dan kekuatan otot pelaku dimana sebelumnya mereka telah berlatih membentuk ketahanan dan kekuatan tubuh dimasing-masing cabang olahraga ini.
Banyak contoh dari olahraga ini yang banyak digemari, salah satunya binaraga. Dimana pelaku diharuskan berkelanjutan memperkuat otot dengan kombinasi olahraga angkat besi, lari, dan diimbangi dengan makanan bernutrisi.
Namun secara umum, olahraga jenis ini tentu saja akan menguras banyak tenaga.
B. Olahraga Psikis
Sejak awal, cabang-cabang olahraga psikis atau olahraga otak ini mengindikasikan latihan untuk memperbagus fungsi kerja otak. Baik dari segi berpikir strategi maupun tingkat kesabaran pemain. Cukup sedikit cabang olahraga otak ini.
Beberapa yang terkenal adalah catur yang banyak diminati karena pola permainannya yang mengandalkan pemilihan strategi menyerang dan bertahan juga melatih kesabaran pemain. Ada pula memancing yang menstimulasi tingkat kesabaran juga adrenalin para peminatnya.
VI. Induk Organisasi Olahraga Internasional
Contohnya adalah :
A. FIFA
Tidak ada yang lebih besar dari induk organisasi olahraga sepak bola yang lebih tua dan besar selain FIFA (Federation International of Football Association). Berdirinya induk olahraga ini bertujuan untuk menjadi satu wadah yang terorganisir yang dapat memantau perkembangan keolahragaan dunia khusus cabang sepak bola.
Ditemukan di Kota Paris tanggal 21 Mei 1904 menggunakan nama dalam ejaan Bahasa Perancis dengan mengangkat Robert Guerin sebagai presiden pertamanya. Empat tahun setelah kelahirannya, FIGA sudah menggelar kompetisi debut akbarnya pada Olimpiade tahun 1908 di London, Inggris.
B. FIA
Sejak kelahiran pada tahun 1904, Federation Internationale de I’automobile (FIA) telah mendedikasikan kebijakannya untuk mengkoordinir segala sesuatu yang berhubungan dengan organisasi motor dan peminatnya diseluruh dunia.
1. Anggar
2. Atletik
3. Baseball
4. Berkuda
5. Berlayar
6. Billiar
7. Binaraga
8. Bola Basket
9. Bola Voli
10. Boling
11. Bulu Tangkis
12. Catur
13. Dayung
14. Judo
15. Karate
16. Kempo
17. Menembak
18. Motor
19. Olahraga Air
20. Olahraga KORPRI
21. Olahraga Mahasiswa
22. Olahraga Pelajar
23. Olahraga Sepeda
24. Olahraga Wanita
25. Panahan
26. Panjat Tebing
27. Pencak Silat
28. Selam
29. Senam
30. Sepak Takraw
31. Sepakbola
32. Taekwondo
33. Tarung Derajat
34. Tenis
35. Tenis Meja
36. Tinju
37. Wartawan Olahraga
Pengertian Olahraga
Makna olahraga menurut ensiklopedia Indonesia adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan. Sedangkan dalam Webster’s New Collegiate Dictonary (1980) yaitu ikut serta dalam aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan, dan aktivitas khusus seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan (athletic games di Amerika Serikat).
Menurut Cholik Mutohir olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan, dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.
Untuk penjelasan pengertian olahraga menurut Edward (1973) olahraga harus bergerak dari konsep bermain, games, dan sport. Ruang lingkup bermain mempunyai karakteristik antara lain :
a. terpisah dari rutinitas,
b. bebas
c. tidak produktif
d. menggunakan peraturan yang tidak baku.
Ruang lingkup pada games mempunyai karakteristik :
a. ada kompetisi
b. hasil ditentukan oleh keterampilan fisik, strategi, kesempatan
Sedangkan ruang lingkup sport; permainan yang dilembagakan.
Bermain dan Olahraga
Olahraga di pihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif. Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-mata suatu bentuk permainan yang terorganisasi, yang menempatkannya lebih dekat dengan istilah pendidikan jasmani. Akan tetapi, pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional, olahraga melibatkan aktivitas kompetitif.
Olahraga adalah aktivitas kompetitif. Kita tidak dapt mengartikan olahraga tanpa memikirkan kompetisi, sehingga tanpa kompetisi itu, olahraga berubah menjadi semata-mata bermain atau rekreasi. Bermain, karenanya pada satu saat menjadi olahraga, tetapi sebaliknya, olahraga tidak pernah hanya semata-mata bermain; karena aspek kompetitif teramat penting dalam hakikatnya.
Bermain, olahraga dan pendidikan jasmani melibatkan bentuk-bentuk gerakan, dan ketiganya dapat melumat secara pas dalam konteks pendidikan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kependidikan. Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan, seperti juga olahraga tetap eksis tanpa ada tujuan kependidikan. Misalnya, olahraga profesional (di Amerika umumnya disebut Athletics) dianggap tidak punya misi kependidikan apa-apa, tetapi tetap disebut sebagai olahraga. Olahraga dan bermain dapat eksis meskipun secara murni untuk kepentingan kesenangan, untuk kepentingan pendidikan, atau untuk kombinasi keduanya. Kesenangan dan pendidikan tidak harus dipisahkan secara ekslusif, keduanya dapat dan harus beriringan bersama.
Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotorik, kognitif, dan afektif setiap siswa.
II. Nama Organisasi Cabang Olahraga
1. FASI = Federasi Aero Sport Indonesia
2. IKASI = Persatuan Anggar Seluruh Indonesia
3. PASI = Persatuan Atletik Seluruh Indonesia
4. PERBASASI = Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia
5. PORDASI = Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia
6. PORLASI = Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia
7. POBSI = Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia
8. PABBSI = Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia
9. PERBASI = Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia
10. PBVSI = Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia
11. PBI = Persatuan Boling Indonesia
12. PBSI = Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia
13. PERCASI = Persatuan Catur Seluruh Indonesia
14. PODSI = Persatuan Olahraga Duyung Seluruh Indonesia
15. PDBI = Persatuan Drum Band Indonesia
16. PGI = Persatuan Golf Indonesia
17. PGSI = Persatuan Gulat Amatir Seluruh Indonesia
18. PJSI = Persatuan Judo Seluruh Indonesia
19. FORKI = Federasi Olahraga Karate-do Indonesia
20. GABSI = Gabungan Bridge Seluruh Indonesia
21. PERKEMI = Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia
22. KORI = Kesehatan Olahraga Seluruh Indonesia
23. PLBSI = Persatuan Liong & Barongsai Seluruh Indonesia
24. PERBAKIN = Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia
25. IMI = Ikatan Motor Indonesia
26. PRSI = Persatuan Renang Seluruh Indonesia
27. BPOC = Badan Pembina Olahraga Cacat
28. BAPOR KORPRI = Badan Pembina Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia
29. BAPOMI = Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia
30. BAPOPSI = Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia
31. ISSI = Ikatan Sport Sepeda Indonesia
32. PERWOSi = ersatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia
33. PERPANI = Persatuan Panahan Indonesia
34. FPTI = Federasi Panjat Tebing Indonesia
35. IPSI = Ikatan Pencak Silat Indonesia
36. POSSI = Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia
37. PERSANI = Persatuan Senam Indonesia
38. PSTI = Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia
39. PSSI = Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia
40. PERSEROSI = Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia
41. PSASI = Persatuan Ski Air Seluruh Indonesia
42. IODI = Ikatan Olahraga Dansa Indonesia
43. PSI = Persatuan Squash Indonesia
44. TI = Taekwondo Indonesia
45. KODRAT = Keluarga Olahraga Tarung Derajat
46. PELTI = Persatuan Tennis Lapangan Seluruh Indonesia
47. PTMSI = Persatuan Teis Meja Seluruh Indonesia
48. PERTINA = Persatuan Tinju Amatir Indonesia
49. SIWO PWI = Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia
III. Sejarah
1946
- Top organisasi olahraga membentuk Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) di Solo dengan Ketua Widodo Sosrodiningrat.
1947
- Organisasi olahraga membentuk Komite Olympiade Republik Indonesia (KORI) dengan Ketua Sri Sultan hamengkubuwono IX.
- KORI berubah menjadi Komite Olimpiade Indonesia (KOI)
1951
- PORI melebur ke dalam KOI
1952
- KOI diterima menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada tanggal 11 Maret.
1959
- Pemerintah membentuk Dewan Asian Games Indonesia (DAGI) untuk mempersiapkan penyelenggaraan Asian Games IV 1962, KOI sebagai badan pembantu DAGI dalam hubungan internasional.
1961
- Pemerintah membentuk Komite Gerakan Olahraga (KOGOR) untuk mempersiapkan pembentukan tim nasional Indonesia, top organisasi olahraga sebagai pelaksana teknis cabang olahraga yang bersangkutan.
1962
- Pemerintah membantu Departemen Olahraga (Depora) dengan menteri Maladi.
1964
- Pemerintah membentuk Dewan Olahraga Republik Indonesia (DORI), semua organisasi KOGOR, KOI, top organisasi dilebur ke dalam DORI.
1965
- Seketariat Bersama Top-top Organisasi Cabang Olahraga dibentuk pada tanggal 25 Desember, mengusulkan mengganti DORI menjadi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang mandiri dan bebas dari pengaruh politik.
1966
- Presiden Soekarno menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 143 A dan 156 A Tahun 1966 tentang pembentukan KONI sebagai ganti DORI, tetapi tidak dapat berfungsi karena tidak didukung oleh induk organisasi olahraga berkenaan situasi politik saat itu.
- Presiden Soeharto membubarkan Depora dan membentuk Direktorat Jenderal Olahraga dibawah Kementerian Pendidikan dan Kbudayaan.
- Induk organisasi olahraga membentuk KONI pada 31 Desember dengan Ketua Umum Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
- KOI diketuai oleh Sri Paku Alam VIII.
1967
- Presiden Soeharto mengukuhkan KONI dengan keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1967.
- Sri Paku Alam VIII mengundurkan diri sebagai ketua KOI, Jabatan Ketua KOI kemudian dirangkap oleh Ketua Umum KONI Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI M.F. Siregar dan Sekretaris KOI Soeworo.
- Soeworo meninggal, jabatan Sekretaris KOI dirangkap oleh Sekjen KONI M. F. Siregar. Sejak itu dalam AD/ART KONI yang disepakai dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas), KONI ibarat sekeping mata uang dua sisi yang ke dalam menjalankan tugasnya sebagai KONI dan ke luar berstatus sebagai KOI. IOC kemudian mengakui KONI sebagai NOC Indonesia.
2005
- Pemerintah dan DPR menerbitkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan memecah KONI menjadi KON dan KOI.
2007
- Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 16, 17 dan 18 Tahun 2007 sebagai peraturan pelaksanaan UU No. 3 Tahun 2005.
- KONI menyelenggarakan Musornas Luar Biasa (Musornaslub) pada 30 Juli yang membentuk Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan menyerahkan fungsi sebagai NOC Indonesia dari KONI kepada KOI kembali. Nama KONI tetap dipertahankan dan tidak diubah menjadi KON.
IV. Beberapa Macam Olahraga Yang Ada
A. Olahraga Modern
Beberapa cabang olahraga modern itu, misalnya :
1. Aggar
2. Angkat besi
3. Bulu tangkis.
4. Catur
5. Golf
6. Loncat indah
7. Menembak
8. Sepak Bola
9. Tenis
10. Tinju, dll
B. Olahraga Tradisional
Sejauh ini hanya di Indonesia yang mengenalkan jenis olahraga tradisional kepada public dalam negeri. Yang dimaksud tradisional adalah jenis olahraga yang timbul berdasar permainan dari masing-masing suku dan etnis yang ada di Indonesia. Dan cabang-cabang ini tidak semuanya dilombakan baik secara nasional maupun internasional.
Adapun cabang-cabang didalamnya adalah :
1. Sepak Takraw
2. Pencak silat
3. Karapan sapi
4. Egrang, dll
V. Berdasarkan Organ Tubuh
A. Olahraga Fisik/Otot
Sesuai dengan porsi dan latihan yang dilakukan, olahraga fisik atau otot ini lebih menitikberatkan pada ketahanan fisik dan kekuatan otot pelaku dimana sebelumnya mereka telah berlatih membentuk ketahanan dan kekuatan tubuh dimasing-masing cabang olahraga ini.
Banyak contoh dari olahraga ini yang banyak digemari, salah satunya binaraga. Dimana pelaku diharuskan berkelanjutan memperkuat otot dengan kombinasi olahraga angkat besi, lari, dan diimbangi dengan makanan bernutrisi.
Namun secara umum, olahraga jenis ini tentu saja akan menguras banyak tenaga.
B. Olahraga Psikis
Sejak awal, cabang-cabang olahraga psikis atau olahraga otak ini mengindikasikan latihan untuk memperbagus fungsi kerja otak. Baik dari segi berpikir strategi maupun tingkat kesabaran pemain. Cukup sedikit cabang olahraga otak ini.
Beberapa yang terkenal adalah catur yang banyak diminati karena pola permainannya yang mengandalkan pemilihan strategi menyerang dan bertahan juga melatih kesabaran pemain. Ada pula memancing yang menstimulasi tingkat kesabaran juga adrenalin para peminatnya.
VI. Induk Organisasi Olahraga Internasional
Contohnya adalah :
A. FIFA
Tidak ada yang lebih besar dari induk organisasi olahraga sepak bola yang lebih tua dan besar selain FIFA (Federation International of Football Association). Berdirinya induk olahraga ini bertujuan untuk menjadi satu wadah yang terorganisir yang dapat memantau perkembangan keolahragaan dunia khusus cabang sepak bola.
Ditemukan di Kota Paris tanggal 21 Mei 1904 menggunakan nama dalam ejaan Bahasa Perancis dengan mengangkat Robert Guerin sebagai presiden pertamanya. Empat tahun setelah kelahirannya, FIGA sudah menggelar kompetisi debut akbarnya pada Olimpiade tahun 1908 di London, Inggris.
B. FIA
Sejak kelahiran pada tahun 1904, Federation Internationale de I’automobile (FIA) telah mendedikasikan kebijakannya untuk mengkoordinir segala sesuatu yang berhubungan dengan organisasi motor dan peminatnya diseluruh dunia.
Label:
Pendidikan
MUSIK ASIA DAN MANCANEGARA
BAB I
MUSIK ASIA
A. Musik Cina
1. Perkembangan Musik
Bangsa Cina memiliki kekayaan budaya musikal yang telah tumbuh dan berkembang sejak dulu. Pada tahun 1999 ditemukan suling ji’ahu. Instrumen musik tertua didunia yang terbuat dari tulang yang dibuat kira-kira pada 7000 Tahun SM. Contoh lainnya adalah sebuah koleksi lonceng, drum, alat musik dawai dari perunggu pada makan bangsawan Yi dari Zeng (Abad SM).
Bangsa Cina mempercayai suatu strategi bahwa bunyi nada yang harmonis merupakan keselarasan alam semesta. Selama lebih 2000 tahun Cina dikuasai oleh pengajaran ahli filsafat confusius yang percaya bahwa musik merupakan gambaran sosial budaya masyarakat dan peribadatan suatu agama yang dianut.
Sekitar abad ke-19 tradisi musik Cina mulai terpengaruh tradisi musik Eropa. Mereka mulai diperkenalkan instrument musik barat, orkes, simponi dan konser opera barat. Berbagai gedung petunjuk mulai tumbuh di Cina, sehingga masuklah bangsa Cina dalam modernisasi musik. Saat ini musik tradisional Cina dimainkan seiring dengan komposisi modern musik kontemporer populer.
2. Ragam Musik
Menurut perkembangannya, musik Cina dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu : musik tradisional dan musik modern.
a. Musik tradisional
Musik tradisional Cina secara mayoritas menggunakan bahasa Cina, meliputi nyanyian rakyat, nyanyian bercerita, dan opera. Lebih dari 400 opera lokal dan 300 nyanyian bercerita yang dipengaruhi oleh budaya lokal. Ragam musik tradisional adalah kepahlawanan, cinta, anak-anak dan regilius menjadi bagian dari perkawinan.
b. Musik modern
Pembukaan abad ke-19 musik Eropa mulai masuk didirikan pada tahun 1920 dengan tujuan untuk melestarikan musik Cina, Eropa. Gaya tradisional dan estetika ke dalam harmonis dan ankentrasi.
3. Sistem Nada
Menurut teori musik Cina (kira-kira 2700 SM) satu oktaf dibagi menjadi 12 nada, tetapi dalam permainan musiknya menggunakan 5 nada yang disebut pentatonic (penta = 5, tonik/tone –nada).
4. Instrumen Musik
Instrumen tradisional musik Cina diantaranya ialah :
a. Organ mulut (sheng)
b. Flute (dici, ti tcu, tche)
c. Kecapi berleher luruh (che, p’ip’a, yuch ch’in, dun sang hsien)
d. Silar panjang
e. Perkusi, seperti lonceng (qin), drum (qu), gong (luo) dan bel (chong)
B. Musik Jepang
1. Perkembangan Musik
Musik Jepang pada zaman dahulu sangat terpengaruh perkembangan musik dari daratan Cina dan Semenanjung Korea. Sifat dan tersendiri. Abad ke-8 orkes Gagaku terdiri dari 17 musisi yang bermain intrumen sedangkan instrument perkusi terdiri dari gong kecil (shoko) dan drum besar.
2. Ragam Musik
Musik Jepang dikelompokkan dalam dua kategori yaitu :
a. Musik tradisional
Jepang pada umumnya berbentuk musik festival religius, nyanyian bekerja dan panggung tarian. Tarian rakyat merupakan bagian tuk terpisah dalam musik tradisional.
b. Musik modern
Musik modern Jepang dimulai pada tahun 1867 setelah Mutsuhito Meiji menjadi kaisar Jepang. Eropa adalah Suzuki Shin-Ich, beliau menemukan metode pengajaran biola untuk anak-anak yang diadopsi dari sekolah musik di Amerika Serikat.
3. Instrumen Musik
Instrumen musik Jepang, antara lain :
a. Lute pengiring (heikebiwa)
b. Perkusi (shoko, ko isucumi, o dan taiko)
c. Harmonika mulut (sho)
d. Flute (iyuteki), nokan, shakunachi
e. Kecapi (sha misen, koto, biwa)
f. Aboe (hichitiki)
C. Musik India
1. Perkembangan Musik
Perkembangan musik India dimulai kira-kira semenjak abad ke-2 SM. Bangsa Arya yang bermigrasi ke India mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan musik di India. Musik bangsa India mempunyai musik sendiri yang sangat besar pengaruhnya pada magisi regilius, kesusasteraan, ilmu dan seni lainnya. Musik India adalah suatu mozaik dari gaya yang berbeda dan mencerminkan tingkat sosial yang berbeda. Musik klasik banyak dipertunjukkan di kota-kota untuk perkembangan artistic sedangkan musik rakyat banyak ditampilkan di pedesaan menemani jalan kehidupan dan upacara agrikultur.
2. Ragam Musik
a. Musik Klasik
Musik klasik India dapat diketahui dari dokumen Natya Shastia. Suatu risalah drama berbahasa Sansekerta yang ditulis kira-kira abad ke-2 SM. Terdapat dua tradisi klasik, yaitu Hindustani di India Utara dan Karnatik di India Selatan. Perbedaan tradisi terjadi mulai abad ke-16 sebagai hasil pengaruh orang Islam di India Selatan.
b. Musik Rakyat dan Populer
Sekitar 75% populasi India hidup di desa. Tradisi tetap bertahan dan banyak orang terbebas dari pengaruh nyanyian moden. Mereka menikmati dan bermain musik dari daftar lagu-lagu yang mandiri. Para wanita digunakan pada acara perkawinan, kelahiran bayi, festival agrikultur dan aktivitas rumah tangga, khusus musisi daerah kebanyakan melaksanakan petunjuk untuk petunjuk agama.
3. Sistem Nada
Semenjak abad ke-19 musik India memiliki susunan tangga nada yang tetap. Dalam satu oktaf telah ditetapkan terbagi menjadi 22 syurti (interval). Deretan nada pokok ada dua, yakni sang grama dan megrama. Masing-masing daratan nada pokok tersebut mempunyai tujuan nada yaitu : sa-ri-gra-ma-pa-a-ni diturunkan dengan berbagai cara.
4. Instrumen Musik
Instrumen musik India terbagi dalam dua kelompok, yaitu instrumen pembawa melodi/lagu utama dan instrumen pengiring. Contoh : instrumen pembawa melodi utama adalah kecap, silar, dan sarod (India utama). Contoh instrumen pengiring adalah tambura (kecapi berleher panjang), mridangam (drum dua sisi), tanjiru (drum bingkai kecil), ghatam (seperti pot-pot dari tanah liat).
D. Musik Arab
1. Perkembangan Musik
Musik tradisi Arab diyakini telah ada sejak awal abad ke-3. budaya musiknya merupakan perpaduan dari tradisi musik dinasti Sassanid di Persia (224-641). Tradisi musik awal kerajaan Bytium (awal abad ke-4 – abad ke-6), dan nyanyian religi dari daerah Semenanjung Arab. Puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Tasyid (766 – 809) di Bagdad, Irak. Beliau dikenal sebagai pelindung seni musik.
2. Ragam Musik
a. Nyanyian Religi
Menurut sejarah, corak musik Arab erat hubungannya dengan nyanyian ayat-ayat suci dalam Al-Qur’an. Nyanyian tersebut merupakan isi dari Firman Tuhan yang dilanjutkan dengan hafalan.
Kefasihan berpidato dan menghafal Al-Qur’an sangat diperhatikan dalam budaya Arab dengan berbagai tema seperti keindahan alam, peristiwa politik, pengalaman religius dan cerita tradisi klasik pra-Islam.
b. Musik Rakyat
Banyak musik tradisi rakyat yang dapat ditemukan disepanjang daerah Arab. Musik Negara Arab yang kaya dengan permainan drum menunjukkan hubungan luas dengan pedagang di Afrika. Musik Arabian di Mesir menggambarkan musik Arab yang unik dengan system nada pentalenik dan irama khusus.
c. Nyanyian Populer
Musik Arab popular merupakan perpaduan dari kedua ragam diatas. Drum dan irama musik rakyat menjadi bagian paling pokok dalam petunjuk musik yang sebagian besar dilakukan oleh kaum muda dalam hal lirik lagu. Penyanyi berusaha untuk mempertahankan tradisi mereka sesuai dengan sistem nada pentatonik.
3. Sistem Nada
Musik Arab memiliki ciri khas yang berbeda dari musik lainnya. Musiknya secara umum sangat kaya akan melodi, halus dan kesempatan untuk membuat berbagai variasi. Musiknya sering memakai variasi dan improvisasi dengan darat. Melodi lagu terdiri dari sejumlah nada-nada yang memiliki jarak interval yang sangat kental.
Struktur pola ritme musik Arab cukup komplit, tidak berdasarkan pola irama yang pasif dan kontan seperti musik barat (2/4, ¾, 6/8), atau disebut nonmitris dalam permainan musiknya. Terdapat sekitar 48 pukulan dan secara khas sudah meliputi dum, pola ritme pada baris pertama merupakan penggambaran pola ritme dari baris kedua yang ditulis dengan skala musik.
4. Instrumen Musik
Instrumen musik yang dipukul dalam musik Arab diantaranya :
a. Ud dan lute, sebuah prololipe dari kecapi Eropa
b. Nay sejenis plute
c. Perkusi (ketthe drum, frame dram, dan drum berbentuk jam pasir)
d. Rababah/rebab, sebuah prolotipe dari biola Eropa
e. Mismar, instrumen musik Lebanon
f. Santur, sejenis gitar
BAB II
KARYA TARI MANCANEGARA
A. Membuat Karya Tari
1. Membuat Bentuk Rancangan Karya Tari
Sebelum merangkai ragam gerak tari menjadi satu tarian tentukan lebih dahulu ide, jumlah penari, lamanya menari, iringan tari, ruang menari, dan tata rias dan busananya. Buatlah catatan kecil untuk masing-masing penari tentang ragam gerak yang ditarikan dengan komposisi yang ada, sehingga masing-masing individu dapat menghafal gerakannya untuk mempermudah kerjanya sebuah tari.
Petunjuk membuat rancangan karya tari, yaitu :
• Ide adalah gagasan/pemikiran dasar untuk menentukan tindakan ide menjadi tema yang menjadi landasan untuk menyusun ragam gerak tari sehingga dapat menyusun rencana-rencana selanjutnya.
• Judul adalah buah dari gagasan tema yang direncanakan sehingga dapat menceritakan isi didalamnya, dengan dibuat nama tarian.
• Bentuk penyajian adalah hasil proses garapan rangkaian gerak yang dilakukan secara individu, berpasangan, atau kelompok.
• Musik pengiring adalah serangkaian bunyi-bunyian yang dihasilkan dari alat musik (eksternal) atau olah tubuh manusia (internal) yang dipakai sebagai pengiring, pemertegas, dan pendukung suasana tarian.
• Waktu adalah ukuran lama berlangsungnya peragaan gerak, mengubah penampilan.
• Tempat adalah batasan area untuk melakukan olah seni.
2. Aspek Pendukung Garapan Berdasarkan Latar Belakang Budaya
Aspek-aspek yang dibutuhkan dalam menyusun karya tari dipengaruhi oleh latar belakang budaya daerah setempat. Aspek tersebut dapat menjadi landasan untuk mengembangkan gerak yang akan dirangkai, iringan yang akan dipergunakan, komposisi, dan tata riasnya.
B. Memperagakan Karya Tari
Penjiwaan dalam memperagakan gerakan tari sangat berbeda dengan penjiwaan melalui ekspresi muka. Gerakan memiliki kekuatan untuk mempertegas ekspresi muka, jadi gerakan harus sesuai dengan tema tari sehingga lebih bermakna.
Karya tari yang ditarikan secara berpasang-pasangan atau kelompok lebih sulit penjiwaannya dibandingkan jika menari sendiri, karena dalam menari kelompok dibutuhkan kerja sama untuk saling merespon, mengisi atau melengkapi gerak dan membuat komposisi-komposisi yang menarik.
a. Ekspresi gerak sesuai dengan pola konsep garapan
Gerak-gerak yang dirangkai berdasarkan konsep garapan atau ide dapat dikembangkan sesuai dengan jumlah penari sehingga respons masing-masing penari dapat diekspresikan secara jelas. Penari tidak semuanya berdiri, duduk diam, atau bergerak, tetapi dapat dikembangkan menjadi sebagian duduk, sebagian berdiri, sebagian diam, sebagian bergerak, atau bergerak berkesinambungan.
b. Komposisi tari sederhana sesuai dengan iringan dan konsep pola garapan
Peragaan gerak tari akan menjadi lebih menarik apabila diiringi dengan music tari dan ditarikan dengan komposisi yang bervariatif. Oleh karena itu, penguasaan tempat pentas perlu sekali dipelajari oleh peƱata tari dan penari sebab ada titik-titik tempat yang menguntungkan dan mematikan dilihat dari jarak penonton.
Klimaks akhir dari pertunjukan biasanya dilakukan dititik tengah panggung. Titik pojok belakang biasanya dipergunakan untuk adegan yang menjadi langkah awal untuk memulai permasalahan sedangkan bagian depan menjadi tempat yang sangat komunikatif antara penari dan penonton.
C. Pergelaran Karya Seni Tari
Hal yang perlu dipersiapkan dalam menyajikan/mempergelarkan karya seni tari adalah :
a. Hasil karya tari yang sudah jadi baik tari individu/kelompok
b. Deskripsi tari penjelasan urutan rangkaian gerak tari, komposisi tari, dan penggunaan hitungan/syair lagu.
c. Lembar penilaian.
d. Merencanakan, mempersiapkan, dan mempergelarkan karya tari
Sebelum mengadakan pergelaran tari dengan pementasan terlebih dahulu rencanakan bentuk tarian, jumlah penari, judul tari (tema), susunan rangkaian gerak, irama music pengiring, komposisi yang variatif dan bentuk tata hias dan busananya.
1. Mengkritisi karya tari
Dengan membuat catatan deskripsi tari secara sederhana dapat mengevaluasi gerai yang sudah dirangkai menjadi sebuah tarian yang diiringi dengan musik pengiring tari dan disertai keterangan gerak, komposisi, dan perpindahannya.
Apresiasi adalah kegiatan pemberian penilaian pementasan baik berupa penghargaan, pujian, tepuk tangan, atau ikut berpartisipasi pergelaran/pementasan.
Ide merupakan gerak bermakna (gerakan nelayan, petani, buruh, pedagang, bentuk permainan). Penilaian juga dapat diberikan dengan menggunakan bagan penilaian tertulis seperti dibawah ini. Pengamat/penonton hanya perlu mengisi sesuai pendapatnya masing-masing.
2. Menyelenggarakan pergelaran
Pergelaran adalah mempertunjukkan atau mempertontonkan hasil karya seni baik ditempat tertutup atau tempat terbuka.
a. Pergelaran di tempat tertutup
Menyelenggarakan pergelaran di tempat tertutup sangat dibatasi oleh ruang dan jumlah penontonnya terbatas, tetapi jalannya pergelaran dapat lebih terfokus.
b. Pergelaran di tempat terbuka
Menyelenggarakan pergelaran di tempat terbuka sangat mengasyikkan karena ditonton banyak orang dari berbagai arah sudut pandang, tetapi pergelaran menjadi tidak terfokus karena terdapat banyak gangguan suara (dari penonton, deru kendaraan, suara angin), sehingga iringan musik kurang jelas terdengar.
BAB IV
TEATER MANCANEGARA
Seni drama merupakan seni yang unik, karena melibatkan bidang seni yang lain. Mereka berkumpul, bekerja, dan bersama-sama berekspresi melalui pertunjukan drama.
Seni drama adalah seni yang paling dekat dengan kehidupan kita. Drama adalah potret kehidupan manusia; suka duka, pahit manis, dan hitam putih kehidupan.
A. Drama/Teater di Indonesia
Teater di Indonesia secara umum terbagi menjadi dua bagian, teater tradisional dan teater modern. Teater tradisional tidak mengenal naskah tertulis, ceritanya hanya disampaikan oleh sutradara sesaat menjelang pementasan.
Teater modern merupakan teater Indonesia yang sudah mendapat pengaruh dari teater barat. Naskah tersebut bias berupa naskah terjemahan dari barat atau naskah ciptaan sendiri. Drama/teater modern baik di Indonesia maupun di Mancanegara merupakan ekspresi seni yang semarak yang mendapat dukungan kuat dari pada pendukungnya baik berupa sanggar-sanggar di luar sekolah maupun teater sekolah yang berupa ekstrakurikuler. Teater modern sangat memperhitungkan area tempat main, dekor, tata cahaya, tata busana, tata rias dan tata suara
Contoh-contoh kelompok teater modern di Indonesia adalah Bengkel Teater (W.S Rendra), Teater Popular (Teguh Karya), Teater Sar (Budi Sotong), Teater Kubur (Dindon W.S.), Teater Koma (N. Rian Tiarno), Teater Mandiri (Putu Wijaya) dan lain-lain.
B. Drama/Teater Mancanegara
Di zaman Yunani purba (100 SM-300 SM) teater berkembang dengan bagus sekali dan banyak melahirkan karya besar. Sesudah Roma jatuh, mulailah abad pertengahan (abad kegelapan). Pada masa ini seni teater pun mengalami kemunduran.
Seni teater bangkit lagi setelah zaman Renaisans (sekitar tahun 1500M-1700M). Mimpi ditengah malam musim panas dan sebagainya. Pada masa ini naskah-naskah drama berbentuk puitis dengan dialog panjang-panjang. Pada era modern, perkembangan teater terjadi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Tokoh teater Jerman adalah : Bertorld Brecht (three penny opera, mother courage, the good woman of setzuan).
1. Cina
Salah satu bentuk drama yang terkenal dari Cina adalah Opera Peking. Drama baru ini menggabungkan beberapa gaya pertunjukan, seperti lagu-lagu rakyat sekitar, dialek lokal, opera tepuk (pemusiknya membuat ritme dengan memukul 2 batang kayu) dan sejenis musik yagn disebut Pihuang.
Naskah opera peking biasanya merupakan revisi dari drama zaju atau kungu. Aktor opera peking paling terkenal pada abad-20 adalah Mei Lanfang. Seorang spesialis peran wanita yang memperkenalkan opera peking pada dunia barat di tahun 1930-an.
Panggung opera ini sederhana, para ksatria menggunakan jubah satin dengan bordiran dan 4 bendera segitiga dipunggungnya. Pemain jing mengecet wajah mereka dengan aneka warna atau pola abstrak hitam putih yang menggambarkan karakter tertentu.
2. Jepang
Noh dan Kabuki adalah dua jenis drama tradisional Jepang yang paling terkenal. Konsep estetika utama Noh terdiri dari Yugen (gelap, misterius, kesedihan yang indah). Drama noh yang tersisa ada sekitar 250, sebagian besar merupakan drama yang ditulis setelah Zoemi meninggal.
Panggung noh merupakan panggung kayu persegi yang beratap dengan sebuah jembatan masuk. Para aktor melakukan pantonim, tarian dan puisi. Beberapa diantara mereka menggunakan topeng kecil yang elegan.
Kabuki lahir pada zaman ketika Jepang menutup dirinya terhadap dunia luar (awal abad-17). Ia membawakan tarian dan satir sensual yang disebut kabuki (kesejajaran yang berbahaya).
Pertunjukan kabuki bisa berlangsung sehari karena terdiri dari episode yang sangat banyak, menampilkan adegan tari dan perkelahian yang spektakuler, pegantian kostum yang cepat. Para pemain wanita dilarang naik panggung sejak 1629 karena alasan penampilan mereka mengundang pikiran kotor, menggantikannya juga dilarang pada 1652.
3. Thailand
Pada masa lalu di Kerajaan Thailand para raja, anggota kerajaan, dan bangsawan memiliki kelompok penghibur tersendiri. Sebagian pemain teater ini menggunakan topeng. Sendratari Thailand ini dikenal dengan nama Khan.
Karakter yang paling terkenal adalah tutsakan (rahwana). Setiap langkah memiliki arti dan diiringi oleh musik, narasi, dan lagu yang sesuai. Gerakannya dilatih berulang-ulang hingga benar-benar mendarah daging.
4. India
Drama tradisi India juga dibedakan menjadi dua jenis. Drama atau teater Sansekerta merupakan jenis drama klasik yang besar dilingkungan bangsawan. Teater modern pun bermunculan sebagai perkembangan bentuk-bentuk drama berikut ini :
- Svang
Svang adalah bentuk teater India Utara yang menitikberatkan pada nyanyian.
- Khayal
Khayal merupakan kombinasi dari lagu, tari dan drama. Diperkirakan mulai dipentaskan pada awal abad ke-18.
- Bhaval
Bhavai adalah teater rakyat Gujarat yang berasal dari abad ke-19. Bhavai merupakan drama keliling yang terdiri dari serangkaian drama dengan panjang dan tema yang bervariasi, yang ditampilkan melalui akting, tarian dan nyanyian.
- Jatra
Jatra berasal dari Bengal yang juga ditampilkan dalam bihai dan orrisa. Jatra merupakan pertunjukan ditempat terbuka dengan alat musik utama khol, drum bersuara rendah yang dikhususkan bagi pertunjukan ditempat terbuka. Jatra digambarkan sebagai “operasi suci”. Secara tradisional semua perannya dimainkan oleh laki-laki namun kini wanita mulai dilibatkan.
- Tamasha
Tamsaha adalah bentuk utama dari teater maharadhtra yang dimulai sejak abad ke-16. Goyangan ini masih dipertahankan hingga kini namun telah dimotivasikan.
- Burrabatha
Burrabatha berasal dari anthrax Pradesh. “katha” berarti cerita dan “burra” berarti instrumen gesek yang berleher panjang dan berkepala labu yang dipakai oleh pemimpin teater untuk mengiringi nyanyian dan tariannya.
- Veethi Nakata
Veethi nakata yang berarti “drama jalanan” sangat popular di Andra Pradesh, ini adalah pertunjukan ditempat terbuka yang bermula pada abad ke-12 dan seiring waktu dipengaruhi oleh Vira Savite. Cerita dari legenda Dewa Siwa dan cerita Puranik dikembangkan.
5. Eropa
Selain bentuk drama kuno dari Yunani, pertunjukan drama yang terkenal di Eropa adalah Epora. Epora merupakan jenis drama klasik yang merupakan pertunjukan teater yang diiringi musik.
Penyanyi Epora diiringi oleh orchestra. Biasanya musik pertama yang dimainkan adalah overture (musik penghantar) yang terdiri dari beberapa dari potongan lagu yang ada dalam pertunjukan. Penyanyi solo memainkan peran utama pada saat klimaks. Para penyanyi akan mengekspresikan perasaannya dalam lagu-lagu sendu.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa karya seni tari setiap negara baik di kawasan Asia maupun kawasan Eropa memiliki keunikan tersendiri. Hal ini disebabkan oleh bebarapa aspek yang dibutuhkan dalam menyusun karya tari dipengaruhi oleh latar belakang budaya daerah setempat. Aspek tersebut dapat menjadi landasan untuk mengembangkan gerak yang akan dirangkai, iringan yang akan dipergunakan, komposisi, dan tata riasnya.
B. Saran
Saran yang dapat diberikan :
1. Sebaiknya kita harus selalu melestarikan karya seni tari tradisional di negara kita agar tidak terpengaruh oleh karya seni tari budaya luar, salah satunya dengan cara terus mengembangkan karya seni tradisional dan terus mempelajarinya sampai ke anak cucu kita nantinya.
MUSIK ASIA
A. Musik Cina
1. Perkembangan Musik
Bangsa Cina memiliki kekayaan budaya musikal yang telah tumbuh dan berkembang sejak dulu. Pada tahun 1999 ditemukan suling ji’ahu. Instrumen musik tertua didunia yang terbuat dari tulang yang dibuat kira-kira pada 7000 Tahun SM. Contoh lainnya adalah sebuah koleksi lonceng, drum, alat musik dawai dari perunggu pada makan bangsawan Yi dari Zeng (Abad SM).
Bangsa Cina mempercayai suatu strategi bahwa bunyi nada yang harmonis merupakan keselarasan alam semesta. Selama lebih 2000 tahun Cina dikuasai oleh pengajaran ahli filsafat confusius yang percaya bahwa musik merupakan gambaran sosial budaya masyarakat dan peribadatan suatu agama yang dianut.
Sekitar abad ke-19 tradisi musik Cina mulai terpengaruh tradisi musik Eropa. Mereka mulai diperkenalkan instrument musik barat, orkes, simponi dan konser opera barat. Berbagai gedung petunjuk mulai tumbuh di Cina, sehingga masuklah bangsa Cina dalam modernisasi musik. Saat ini musik tradisional Cina dimainkan seiring dengan komposisi modern musik kontemporer populer.
2. Ragam Musik
Menurut perkembangannya, musik Cina dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu : musik tradisional dan musik modern.
a. Musik tradisional
Musik tradisional Cina secara mayoritas menggunakan bahasa Cina, meliputi nyanyian rakyat, nyanyian bercerita, dan opera. Lebih dari 400 opera lokal dan 300 nyanyian bercerita yang dipengaruhi oleh budaya lokal. Ragam musik tradisional adalah kepahlawanan, cinta, anak-anak dan regilius menjadi bagian dari perkawinan.
b. Musik modern
Pembukaan abad ke-19 musik Eropa mulai masuk didirikan pada tahun 1920 dengan tujuan untuk melestarikan musik Cina, Eropa. Gaya tradisional dan estetika ke dalam harmonis dan ankentrasi.
3. Sistem Nada
Menurut teori musik Cina (kira-kira 2700 SM) satu oktaf dibagi menjadi 12 nada, tetapi dalam permainan musiknya menggunakan 5 nada yang disebut pentatonic (penta = 5, tonik/tone –nada).
4. Instrumen Musik
Instrumen tradisional musik Cina diantaranya ialah :
a. Organ mulut (sheng)
b. Flute (dici, ti tcu, tche)
c. Kecapi berleher luruh (che, p’ip’a, yuch ch’in, dun sang hsien)
d. Silar panjang
e. Perkusi, seperti lonceng (qin), drum (qu), gong (luo) dan bel (chong)
B. Musik Jepang
1. Perkembangan Musik
Musik Jepang pada zaman dahulu sangat terpengaruh perkembangan musik dari daratan Cina dan Semenanjung Korea. Sifat dan tersendiri. Abad ke-8 orkes Gagaku terdiri dari 17 musisi yang bermain intrumen sedangkan instrument perkusi terdiri dari gong kecil (shoko) dan drum besar.
2. Ragam Musik
Musik Jepang dikelompokkan dalam dua kategori yaitu :
a. Musik tradisional
Jepang pada umumnya berbentuk musik festival religius, nyanyian bekerja dan panggung tarian. Tarian rakyat merupakan bagian tuk terpisah dalam musik tradisional.
b. Musik modern
Musik modern Jepang dimulai pada tahun 1867 setelah Mutsuhito Meiji menjadi kaisar Jepang. Eropa adalah Suzuki Shin-Ich, beliau menemukan metode pengajaran biola untuk anak-anak yang diadopsi dari sekolah musik di Amerika Serikat.
3. Instrumen Musik
Instrumen musik Jepang, antara lain :
a. Lute pengiring (heikebiwa)
b. Perkusi (shoko, ko isucumi, o dan taiko)
c. Harmonika mulut (sho)
d. Flute (iyuteki), nokan, shakunachi
e. Kecapi (sha misen, koto, biwa)
f. Aboe (hichitiki)
C. Musik India
1. Perkembangan Musik
Perkembangan musik India dimulai kira-kira semenjak abad ke-2 SM. Bangsa Arya yang bermigrasi ke India mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan musik di India. Musik bangsa India mempunyai musik sendiri yang sangat besar pengaruhnya pada magisi regilius, kesusasteraan, ilmu dan seni lainnya. Musik India adalah suatu mozaik dari gaya yang berbeda dan mencerminkan tingkat sosial yang berbeda. Musik klasik banyak dipertunjukkan di kota-kota untuk perkembangan artistic sedangkan musik rakyat banyak ditampilkan di pedesaan menemani jalan kehidupan dan upacara agrikultur.
2. Ragam Musik
a. Musik Klasik
Musik klasik India dapat diketahui dari dokumen Natya Shastia. Suatu risalah drama berbahasa Sansekerta yang ditulis kira-kira abad ke-2 SM. Terdapat dua tradisi klasik, yaitu Hindustani di India Utara dan Karnatik di India Selatan. Perbedaan tradisi terjadi mulai abad ke-16 sebagai hasil pengaruh orang Islam di India Selatan.
b. Musik Rakyat dan Populer
Sekitar 75% populasi India hidup di desa. Tradisi tetap bertahan dan banyak orang terbebas dari pengaruh nyanyian moden. Mereka menikmati dan bermain musik dari daftar lagu-lagu yang mandiri. Para wanita digunakan pada acara perkawinan, kelahiran bayi, festival agrikultur dan aktivitas rumah tangga, khusus musisi daerah kebanyakan melaksanakan petunjuk untuk petunjuk agama.
3. Sistem Nada
Semenjak abad ke-19 musik India memiliki susunan tangga nada yang tetap. Dalam satu oktaf telah ditetapkan terbagi menjadi 22 syurti (interval). Deretan nada pokok ada dua, yakni sang grama dan megrama. Masing-masing daratan nada pokok tersebut mempunyai tujuan nada yaitu : sa-ri-gra-ma-pa-a-ni diturunkan dengan berbagai cara.
4. Instrumen Musik
Instrumen musik India terbagi dalam dua kelompok, yaitu instrumen pembawa melodi/lagu utama dan instrumen pengiring. Contoh : instrumen pembawa melodi utama adalah kecap, silar, dan sarod (India utama). Contoh instrumen pengiring adalah tambura (kecapi berleher panjang), mridangam (drum dua sisi), tanjiru (drum bingkai kecil), ghatam (seperti pot-pot dari tanah liat).
D. Musik Arab
1. Perkembangan Musik
Musik tradisi Arab diyakini telah ada sejak awal abad ke-3. budaya musiknya merupakan perpaduan dari tradisi musik dinasti Sassanid di Persia (224-641). Tradisi musik awal kerajaan Bytium (awal abad ke-4 – abad ke-6), dan nyanyian religi dari daerah Semenanjung Arab. Puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Tasyid (766 – 809) di Bagdad, Irak. Beliau dikenal sebagai pelindung seni musik.
2. Ragam Musik
a. Nyanyian Religi
Menurut sejarah, corak musik Arab erat hubungannya dengan nyanyian ayat-ayat suci dalam Al-Qur’an. Nyanyian tersebut merupakan isi dari Firman Tuhan yang dilanjutkan dengan hafalan.
Kefasihan berpidato dan menghafal Al-Qur’an sangat diperhatikan dalam budaya Arab dengan berbagai tema seperti keindahan alam, peristiwa politik, pengalaman religius dan cerita tradisi klasik pra-Islam.
b. Musik Rakyat
Banyak musik tradisi rakyat yang dapat ditemukan disepanjang daerah Arab. Musik Negara Arab yang kaya dengan permainan drum menunjukkan hubungan luas dengan pedagang di Afrika. Musik Arabian di Mesir menggambarkan musik Arab yang unik dengan system nada pentalenik dan irama khusus.
c. Nyanyian Populer
Musik Arab popular merupakan perpaduan dari kedua ragam diatas. Drum dan irama musik rakyat menjadi bagian paling pokok dalam petunjuk musik yang sebagian besar dilakukan oleh kaum muda dalam hal lirik lagu. Penyanyi berusaha untuk mempertahankan tradisi mereka sesuai dengan sistem nada pentatonik.
3. Sistem Nada
Musik Arab memiliki ciri khas yang berbeda dari musik lainnya. Musiknya secara umum sangat kaya akan melodi, halus dan kesempatan untuk membuat berbagai variasi. Musiknya sering memakai variasi dan improvisasi dengan darat. Melodi lagu terdiri dari sejumlah nada-nada yang memiliki jarak interval yang sangat kental.
Struktur pola ritme musik Arab cukup komplit, tidak berdasarkan pola irama yang pasif dan kontan seperti musik barat (2/4, ¾, 6/8), atau disebut nonmitris dalam permainan musiknya. Terdapat sekitar 48 pukulan dan secara khas sudah meliputi dum, pola ritme pada baris pertama merupakan penggambaran pola ritme dari baris kedua yang ditulis dengan skala musik.
4. Instrumen Musik
Instrumen musik yang dipukul dalam musik Arab diantaranya :
a. Ud dan lute, sebuah prololipe dari kecapi Eropa
b. Nay sejenis plute
c. Perkusi (ketthe drum, frame dram, dan drum berbentuk jam pasir)
d. Rababah/rebab, sebuah prolotipe dari biola Eropa
e. Mismar, instrumen musik Lebanon
f. Santur, sejenis gitar
BAB II
KARYA TARI MANCANEGARA
A. Membuat Karya Tari
1. Membuat Bentuk Rancangan Karya Tari
Sebelum merangkai ragam gerak tari menjadi satu tarian tentukan lebih dahulu ide, jumlah penari, lamanya menari, iringan tari, ruang menari, dan tata rias dan busananya. Buatlah catatan kecil untuk masing-masing penari tentang ragam gerak yang ditarikan dengan komposisi yang ada, sehingga masing-masing individu dapat menghafal gerakannya untuk mempermudah kerjanya sebuah tari.
Petunjuk membuat rancangan karya tari, yaitu :
• Ide adalah gagasan/pemikiran dasar untuk menentukan tindakan ide menjadi tema yang menjadi landasan untuk menyusun ragam gerak tari sehingga dapat menyusun rencana-rencana selanjutnya.
• Judul adalah buah dari gagasan tema yang direncanakan sehingga dapat menceritakan isi didalamnya, dengan dibuat nama tarian.
• Bentuk penyajian adalah hasil proses garapan rangkaian gerak yang dilakukan secara individu, berpasangan, atau kelompok.
• Musik pengiring adalah serangkaian bunyi-bunyian yang dihasilkan dari alat musik (eksternal) atau olah tubuh manusia (internal) yang dipakai sebagai pengiring, pemertegas, dan pendukung suasana tarian.
• Waktu adalah ukuran lama berlangsungnya peragaan gerak, mengubah penampilan.
• Tempat adalah batasan area untuk melakukan olah seni.
2. Aspek Pendukung Garapan Berdasarkan Latar Belakang Budaya
Aspek-aspek yang dibutuhkan dalam menyusun karya tari dipengaruhi oleh latar belakang budaya daerah setempat. Aspek tersebut dapat menjadi landasan untuk mengembangkan gerak yang akan dirangkai, iringan yang akan dipergunakan, komposisi, dan tata riasnya.
B. Memperagakan Karya Tari
Penjiwaan dalam memperagakan gerakan tari sangat berbeda dengan penjiwaan melalui ekspresi muka. Gerakan memiliki kekuatan untuk mempertegas ekspresi muka, jadi gerakan harus sesuai dengan tema tari sehingga lebih bermakna.
Karya tari yang ditarikan secara berpasang-pasangan atau kelompok lebih sulit penjiwaannya dibandingkan jika menari sendiri, karena dalam menari kelompok dibutuhkan kerja sama untuk saling merespon, mengisi atau melengkapi gerak dan membuat komposisi-komposisi yang menarik.
a. Ekspresi gerak sesuai dengan pola konsep garapan
Gerak-gerak yang dirangkai berdasarkan konsep garapan atau ide dapat dikembangkan sesuai dengan jumlah penari sehingga respons masing-masing penari dapat diekspresikan secara jelas. Penari tidak semuanya berdiri, duduk diam, atau bergerak, tetapi dapat dikembangkan menjadi sebagian duduk, sebagian berdiri, sebagian diam, sebagian bergerak, atau bergerak berkesinambungan.
b. Komposisi tari sederhana sesuai dengan iringan dan konsep pola garapan
Peragaan gerak tari akan menjadi lebih menarik apabila diiringi dengan music tari dan ditarikan dengan komposisi yang bervariatif. Oleh karena itu, penguasaan tempat pentas perlu sekali dipelajari oleh peƱata tari dan penari sebab ada titik-titik tempat yang menguntungkan dan mematikan dilihat dari jarak penonton.
Klimaks akhir dari pertunjukan biasanya dilakukan dititik tengah panggung. Titik pojok belakang biasanya dipergunakan untuk adegan yang menjadi langkah awal untuk memulai permasalahan sedangkan bagian depan menjadi tempat yang sangat komunikatif antara penari dan penonton.
C. Pergelaran Karya Seni Tari
Hal yang perlu dipersiapkan dalam menyajikan/mempergelarkan karya seni tari adalah :
a. Hasil karya tari yang sudah jadi baik tari individu/kelompok
b. Deskripsi tari penjelasan urutan rangkaian gerak tari, komposisi tari, dan penggunaan hitungan/syair lagu.
c. Lembar penilaian.
d. Merencanakan, mempersiapkan, dan mempergelarkan karya tari
Sebelum mengadakan pergelaran tari dengan pementasan terlebih dahulu rencanakan bentuk tarian, jumlah penari, judul tari (tema), susunan rangkaian gerak, irama music pengiring, komposisi yang variatif dan bentuk tata hias dan busananya.
1. Mengkritisi karya tari
Dengan membuat catatan deskripsi tari secara sederhana dapat mengevaluasi gerai yang sudah dirangkai menjadi sebuah tarian yang diiringi dengan musik pengiring tari dan disertai keterangan gerak, komposisi, dan perpindahannya.
Apresiasi adalah kegiatan pemberian penilaian pementasan baik berupa penghargaan, pujian, tepuk tangan, atau ikut berpartisipasi pergelaran/pementasan.
Ide merupakan gerak bermakna (gerakan nelayan, petani, buruh, pedagang, bentuk permainan). Penilaian juga dapat diberikan dengan menggunakan bagan penilaian tertulis seperti dibawah ini. Pengamat/penonton hanya perlu mengisi sesuai pendapatnya masing-masing.
2. Menyelenggarakan pergelaran
Pergelaran adalah mempertunjukkan atau mempertontonkan hasil karya seni baik ditempat tertutup atau tempat terbuka.
a. Pergelaran di tempat tertutup
Menyelenggarakan pergelaran di tempat tertutup sangat dibatasi oleh ruang dan jumlah penontonnya terbatas, tetapi jalannya pergelaran dapat lebih terfokus.
b. Pergelaran di tempat terbuka
Menyelenggarakan pergelaran di tempat terbuka sangat mengasyikkan karena ditonton banyak orang dari berbagai arah sudut pandang, tetapi pergelaran menjadi tidak terfokus karena terdapat banyak gangguan suara (dari penonton, deru kendaraan, suara angin), sehingga iringan musik kurang jelas terdengar.
BAB IV
TEATER MANCANEGARA
Seni drama merupakan seni yang unik, karena melibatkan bidang seni yang lain. Mereka berkumpul, bekerja, dan bersama-sama berekspresi melalui pertunjukan drama.
Seni drama adalah seni yang paling dekat dengan kehidupan kita. Drama adalah potret kehidupan manusia; suka duka, pahit manis, dan hitam putih kehidupan.
A. Drama/Teater di Indonesia
Teater di Indonesia secara umum terbagi menjadi dua bagian, teater tradisional dan teater modern. Teater tradisional tidak mengenal naskah tertulis, ceritanya hanya disampaikan oleh sutradara sesaat menjelang pementasan.
Teater modern merupakan teater Indonesia yang sudah mendapat pengaruh dari teater barat. Naskah tersebut bias berupa naskah terjemahan dari barat atau naskah ciptaan sendiri. Drama/teater modern baik di Indonesia maupun di Mancanegara merupakan ekspresi seni yang semarak yang mendapat dukungan kuat dari pada pendukungnya baik berupa sanggar-sanggar di luar sekolah maupun teater sekolah yang berupa ekstrakurikuler. Teater modern sangat memperhitungkan area tempat main, dekor, tata cahaya, tata busana, tata rias dan tata suara
Contoh-contoh kelompok teater modern di Indonesia adalah Bengkel Teater (W.S Rendra), Teater Popular (Teguh Karya), Teater Sar (Budi Sotong), Teater Kubur (Dindon W.S.), Teater Koma (N. Rian Tiarno), Teater Mandiri (Putu Wijaya) dan lain-lain.
B. Drama/Teater Mancanegara
Di zaman Yunani purba (100 SM-300 SM) teater berkembang dengan bagus sekali dan banyak melahirkan karya besar. Sesudah Roma jatuh, mulailah abad pertengahan (abad kegelapan). Pada masa ini seni teater pun mengalami kemunduran.
Seni teater bangkit lagi setelah zaman Renaisans (sekitar tahun 1500M-1700M). Mimpi ditengah malam musim panas dan sebagainya. Pada masa ini naskah-naskah drama berbentuk puitis dengan dialog panjang-panjang. Pada era modern, perkembangan teater terjadi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Tokoh teater Jerman adalah : Bertorld Brecht (three penny opera, mother courage, the good woman of setzuan).
1. Cina
Salah satu bentuk drama yang terkenal dari Cina adalah Opera Peking. Drama baru ini menggabungkan beberapa gaya pertunjukan, seperti lagu-lagu rakyat sekitar, dialek lokal, opera tepuk (pemusiknya membuat ritme dengan memukul 2 batang kayu) dan sejenis musik yagn disebut Pihuang.
Naskah opera peking biasanya merupakan revisi dari drama zaju atau kungu. Aktor opera peking paling terkenal pada abad-20 adalah Mei Lanfang. Seorang spesialis peran wanita yang memperkenalkan opera peking pada dunia barat di tahun 1930-an.
Panggung opera ini sederhana, para ksatria menggunakan jubah satin dengan bordiran dan 4 bendera segitiga dipunggungnya. Pemain jing mengecet wajah mereka dengan aneka warna atau pola abstrak hitam putih yang menggambarkan karakter tertentu.
2. Jepang
Noh dan Kabuki adalah dua jenis drama tradisional Jepang yang paling terkenal. Konsep estetika utama Noh terdiri dari Yugen (gelap, misterius, kesedihan yang indah). Drama noh yang tersisa ada sekitar 250, sebagian besar merupakan drama yang ditulis setelah Zoemi meninggal.
Panggung noh merupakan panggung kayu persegi yang beratap dengan sebuah jembatan masuk. Para aktor melakukan pantonim, tarian dan puisi. Beberapa diantara mereka menggunakan topeng kecil yang elegan.
Kabuki lahir pada zaman ketika Jepang menutup dirinya terhadap dunia luar (awal abad-17). Ia membawakan tarian dan satir sensual yang disebut kabuki (kesejajaran yang berbahaya).
Pertunjukan kabuki bisa berlangsung sehari karena terdiri dari episode yang sangat banyak, menampilkan adegan tari dan perkelahian yang spektakuler, pegantian kostum yang cepat. Para pemain wanita dilarang naik panggung sejak 1629 karena alasan penampilan mereka mengundang pikiran kotor, menggantikannya juga dilarang pada 1652.
3. Thailand
Pada masa lalu di Kerajaan Thailand para raja, anggota kerajaan, dan bangsawan memiliki kelompok penghibur tersendiri. Sebagian pemain teater ini menggunakan topeng. Sendratari Thailand ini dikenal dengan nama Khan.
Karakter yang paling terkenal adalah tutsakan (rahwana). Setiap langkah memiliki arti dan diiringi oleh musik, narasi, dan lagu yang sesuai. Gerakannya dilatih berulang-ulang hingga benar-benar mendarah daging.
4. India
Drama tradisi India juga dibedakan menjadi dua jenis. Drama atau teater Sansekerta merupakan jenis drama klasik yang besar dilingkungan bangsawan. Teater modern pun bermunculan sebagai perkembangan bentuk-bentuk drama berikut ini :
- Svang
Svang adalah bentuk teater India Utara yang menitikberatkan pada nyanyian.
- Khayal
Khayal merupakan kombinasi dari lagu, tari dan drama. Diperkirakan mulai dipentaskan pada awal abad ke-18.
- Bhaval
Bhavai adalah teater rakyat Gujarat yang berasal dari abad ke-19. Bhavai merupakan drama keliling yang terdiri dari serangkaian drama dengan panjang dan tema yang bervariasi, yang ditampilkan melalui akting, tarian dan nyanyian.
- Jatra
Jatra berasal dari Bengal yang juga ditampilkan dalam bihai dan orrisa. Jatra merupakan pertunjukan ditempat terbuka dengan alat musik utama khol, drum bersuara rendah yang dikhususkan bagi pertunjukan ditempat terbuka. Jatra digambarkan sebagai “operasi suci”. Secara tradisional semua perannya dimainkan oleh laki-laki namun kini wanita mulai dilibatkan.
- Tamasha
Tamsaha adalah bentuk utama dari teater maharadhtra yang dimulai sejak abad ke-16. Goyangan ini masih dipertahankan hingga kini namun telah dimotivasikan.
- Burrabatha
Burrabatha berasal dari anthrax Pradesh. “katha” berarti cerita dan “burra” berarti instrumen gesek yang berleher panjang dan berkepala labu yang dipakai oleh pemimpin teater untuk mengiringi nyanyian dan tariannya.
- Veethi Nakata
Veethi nakata yang berarti “drama jalanan” sangat popular di Andra Pradesh, ini adalah pertunjukan ditempat terbuka yang bermula pada abad ke-12 dan seiring waktu dipengaruhi oleh Vira Savite. Cerita dari legenda Dewa Siwa dan cerita Puranik dikembangkan.
5. Eropa
Selain bentuk drama kuno dari Yunani, pertunjukan drama yang terkenal di Eropa adalah Epora. Epora merupakan jenis drama klasik yang merupakan pertunjukan teater yang diiringi musik.
Penyanyi Epora diiringi oleh orchestra. Biasanya musik pertama yang dimainkan adalah overture (musik penghantar) yang terdiri dari beberapa dari potongan lagu yang ada dalam pertunjukan. Penyanyi solo memainkan peran utama pada saat klimaks. Para penyanyi akan mengekspresikan perasaannya dalam lagu-lagu sendu.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa karya seni tari setiap negara baik di kawasan Asia maupun kawasan Eropa memiliki keunikan tersendiri. Hal ini disebabkan oleh bebarapa aspek yang dibutuhkan dalam menyusun karya tari dipengaruhi oleh latar belakang budaya daerah setempat. Aspek tersebut dapat menjadi landasan untuk mengembangkan gerak yang akan dirangkai, iringan yang akan dipergunakan, komposisi, dan tata riasnya.
B. Saran
Saran yang dapat diberikan :
1. Sebaiknya kita harus selalu melestarikan karya seni tari tradisional di negara kita agar tidak terpengaruh oleh karya seni tari budaya luar, salah satunya dengan cara terus mengembangkan karya seni tradisional dan terus mempelajarinya sampai ke anak cucu kita nantinya.
Langganan:
Postingan (Atom)